Deliserdang (SIB)
Pendidikan umum dan keagamaan yang dibina Yayasan Ponpes (Pondok Pesantren) Mazilah Daarussalaam, menyediakan pendidikan gratis bagi para santri yang hendak menimba ilmu. Pesantren akan fokus mengajarkan 15 cabang ilmu alat di antaranya ilmu nahu, syaraf, fiqih dan lainnya.
Hal itu disampaikan Al-Ustazd Muhammad Dahrul Yusuf, usai acara syukuran peresmian Yayasan Ponpes Mazilah Daarussalaam, Minggu (16/2) di Jalan Damarwulan Dusun 24 Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang.
Disebutkan, pendidikan pola pesantren kuno atau pesantren Salab, menargetkan nantinya para santri bisa membaca kitab kuning dan bisa mengamalkannya serta menyampaikannya kepada umat.
Gratisnya biaya pendidikan, pemondokan bahkan makan para santri, dikhususkan kepada orangtua yang tidak mampu dan anak yatim. Para Santri juga akan mandiri mengelola usaha di antaranya usaha peternakan kambing sekira 150 ekor dan lembu 24 ekor. Kemudian, ada kolam ikan yang sudah ditabur sebanyak 15.000 bibit ikan.
Rencana Ponpes akan membangun 375 ruangan dan 130 asrama sehingga dapat menampung santri sebanyak 2.000 Orang. Tahap pertama Ponpes membangun 9 ruangan ditambah ruangan kantor dan kamar mandi. Untuk sementara masih bisa menampung 60 Santri dan pulang ke rumah masing-masing usai belajar, karena fasilitas asrama masih membangun.
Kepala Desa Sampali M Ruslan dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Ponpes Mazilah Daarussalaam dengan konsep gratis. Pihaknya akan mengarahkan dan memotivasi para generasi muda untuk belajar keagamaan dan mendidik mandiri.
Acara diawali zikir oleh Al-Ustazd Muhammad Dahrul Yusuf, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Khairul Fatah dan tausiyah sekaligus doa oleh Utazd Syafi’I Umar. Turut memberikan sambutan Drs M Hanaf Harahap. (T03/f)