Medan (SIB)
Komisi D DPRD Sumut mendesak Menteri ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) Arifin Tasrif segera menurunkan tim investigasi ke PT SOL (Sarulla Operation LTd) di Desa Banuaji IV Kecamatan Adian Koting Taput (Tapanuli Utara), terkait dengan polusi gas beracun H2S yang menewaskan masyarakat Desa Banuaji.
Desakan itu dilontarkan anggota Komisi D DPRD Sumut Tangkas Manimpan Lumbantobing dan Parlaungan Simangunsong kepada wartawan, Kamis (20/2) di DPRD Sumut menanggapi adanya aksi unjuk rasa masyarakat Desa Banuaji ke kantor Bupati Taput menuntut disterilkannya polusi gas beracun dari bumi Taput.
"Menteri ESDM perlu segera menurunkan tim investigasi ke Taput untuk meneliti keberadaan polusi gas asam sulfit atau H2S agar diketahui secara pasti penyebab meninggalnya seorang petani Desa Banuaji IV Kecamatan Adian Koting, guna menghindari keresahan dan ketakutan masyarakat," ujar Tangkas Manimpan.
Jika terbukti secara sah penyebab kematian seorang warga tersebut akibat polusi gas beracun asam sulfit dari kebocoran pipa PT SOL, tandas Tangkas, perlu diambil tindakan tegas berupa pencabutan izin operasional perusahaan dimaksud, agar masyarakat merasa tenang dan nyaman melakukan aktifitasnya sehari-hari.
Berdasarkan pengaduan masyarakat ke lembaga legislatif, tandas Tangkas yang juga politisi Partai Demokrat tersebut, penyebab kematian seorang petani Banuaji IV Sabungan Sinaga ( 67 ) pada 16 Mei 2019 lalu diduga kuat akibat polusi gas asam sulfit, sehingga perlu pengusutan secara ilmiah.
"Polusi semburan gas tersebut diduga sangat berbahaya, sehingga menimbulkan korban jiwa meninggal dunia di areal pertanian warga dan hasil investigasi warga, ditemukan kerusakan lahan seluas 130 hektare. Bahkan sudah melebar ke tiga desa, yakni Desa Banuaji I, II dan Desa Banuaji IV," ujar Tangkas.
Menurut Tangkas dan Parlaungan, yang dikuatirkan masyarakat, semburan gas beracun tersebut berasal dari kegiatan PT SOL, sehingga diperlukan penelitian yang benar-benar ilmiah, agar tidak menimbulkan kesimpang-siuran informasi di masyarakat.
"Kita mengingatkan Menteri ESDM agar menghadirkan tim ahli dalam bidangnya, sebab fenomena serupa pernah terjadi di areal PT SOL di Pahae Julu tahun lalu membuat lahan mengering," tandas Parlaungan sembari mendesak tim Kementerian ESDM melakukan investigasi secara objektif.
Sebelumnya diberitakan SIB, Selasa (18/2), ratusan masyarakat Desa Banuaji I, II dan IV Kecamatan Adiankoting mendatangi kantor Bupati Taput menuntut pengusutan secara tuntas dugaan gas beracun H2S yang menelan korban jiwa penduduk Desa Banuaji IV.
Kordinator aksi Donfri Sihombing dalam tuntutannya, mendesak Pemkab Taput menindaklanjuti surat LSM Pencegahan Korupsi Anggaran Pemerintah (PKAP) terkait penyebaran polusi gas beracun asam sulfit atau H2S di areal persawahan warga yang menyebabkan seorang petani meninggal dunia. (M03/c)