Banda Aceh (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritik angka kemiskinan di Aceh yang masih tinggi. Jokowi meminta pemerintah daerah fokus menggunakan ABPD untuk membuat program pengentasan kemiskinan.
Jokowi menyampaikan di Kenduri Kebangsaan di sekolah Yayasan Sukma Bangsa di Bireuen, Aceh, Sabtu (22/2). Jokowi sempat menyinggung masalah dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh. Untuk tahun ini, Tanah Rencong mendapat Otsus sebesar Rp 8 triliun serta APBD sebesar Rp 9 triliun. Jika ditotal, mencapai Rp 17 triliunan.
"Saya hanya ingin mengatakan bahwa apapun yang namanya pengelolaan anggaran itu sangat penting sekali. Penting sekali. Uang Rp 17 triliun itu juga uang yang sangat besar sekali plus APBD yang ada di kabupaten dan kota," kata Jokowi dalam sambutannya.
"Tapi bagaimana tata kelolanya, bagaimana government-nya, apakah APBD itu tepat sasaran, bermanfaat untuk rakyat, dirasakan oleh rakyat, itu yang masih menjadi tanda tanya saya. Saya ngomong apa adanya," jelas Jokowi.
Jokowi berpesan kepada gubernur serta bupati dan wali kota untuk fokus menggunakan APBD. Dia meminta kepala daerah untuk memprioritaskan penggunaan anggaran ke hal lebih penting.
Menurut Jokowi, angka kemiskinan Aceh mencapai 15,01 persen masih tergolong besar.
"Berikan perhatian ke angka kemiskinan yang besar itu lewat program yang di desain agar pengentasan kemiskinan bisa segera diselesaikan," sebut Jokowi.
Kenduri Kebangsaan yang digelar Yayasan Sukma Bangsa dihadiri selaku Pembina Yayasan Sukma Surya Paloh dan Menteri Agama Fachrul Razi, Mendagri Tito Karnavian dan sejumlah menteri lainnya. Kegiatan diakhiri dengan makan kuah beulangong bersama.
Seperti diketahui, Provinsi Aceh masih termiskin di Sumatera dengan jumlah penduduk miskin mencapai 810 ribu orang atau 15,01 persen. Meski demikian, penurunan angka kemiskinan di Tanah Rencong termasuk tertinggi di Indonesia.
Berdasarkan data dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, jumlah penduduk miskin di Serambi Mekah pada September 2019 berkurang sembilan ribu orang dibanding Maret yang mencapai 819 ribu orang atau 15,32 persen. Dari jumlah itu, angka kemiskinan Aceh turun 0,31 persen.
Hargai
Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons permintaan maaf Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah terkait kesilapan di masa lalu. Jokowi menilai masa Pemilu sudah selesai.
Jokowi awalnya menyinggung kilas balik pembukaan Asian Games 2018. Ketika itu, perhelatan olahraga internasional itu menampilkan tarian Ratoh Jaroe dari Aceh.
Menurut Jokowi, tarian tersebut sangat dinamis dan menggambarkan budaya Tanah Rencong. Setelah itu, barulah Jokowi menanggapi permintaan maaf Nova.
"Tapi tadi ada permintaan maaf atas kekhilafan dari gubernur, ya saya jawab, jangan salah pengertian, kemarin Pemilu dan Pilpres telah berjalan dengan sukses dan aman," kata Jokowi dalam sambutannya.
Jokowi menegaskan, menghargai hak politik warga negara. Dia meminta warga tidak salah paham.
"Dan saya sangat menghargai hak-hak politik yang telah dikerjakan oleh seluruh masyarakat Aceh. Saya sangat menghargai, jangan salah pengertian, waduh jangan-jangan nanti Bapak Presiden nggak pernah ke Aceh lagi," jelasnya disambut tawa pengunjung.
Menurutnya, anggapan seperti itu merupakan kekeliruan besar. Jokowi mengaku sangat menghargai hak-hak politik dari provinsi dan masyarakat mana pun di seluruh Indonesia.
"Pemilu sudah usai, Pilpres juga sudah usai, marilah sekarang konsentrasi kita ke arah pembangunan dan Aceh memiliki kekuatan, memiliki potensi karena ini adalah daerah modal, modal sumber daya alam, modal sumber daya manusia. Saya tahu karena saya tahun '86, '87, '88 berada di Lhoksumawe dan di Aceh Tengah," ungkap Jokowi.
Minta Maaf
Sebelumnya, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kesilapan masa lalu.
Permintaan maaf itu disampaikan Nova saat memberi sambutan dalam kegiatan Kenduri Kebangsaan, yang digelar di Sekolah Yayasan Sukma Bangsa di Bireuen, Aceh. Awalnya, Nova mengaku bersyukur Jokowi sudah berkali-kali datang ke Aceh.
Nova kemudian mewakili Pemerintah Aceh mengucapkan selamat datang kepada Jokowi serta rombongan. Jokowi didampingi sejumlah menteri dan tokoh dalam kunjungan itu, di antaranya Ketum NasDem Surya Paloh dan Menteri Agama Fachrul Razi.
"Atas nama rakyat dan Pemerintah Aceh, Bapak Presiden, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak dan rombongan dan mohon maaf kalau ada kesilapan kami di masa yang lalu," kata Nova disambut tepuk tangan undangan.
Nova menjelaskan kehadiran Jokowi serta menteri ke kegiatan Kenduri Kebangsaan menjadi sebuah kebanggaan bagi masyarakat Tanah Rencong. Hal itu karena kegiatan kenduri tersebut menjadi momentum menjadikan Aceh lebih maju dan hebat.
"Harapan kami, pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Jokowi berkenan untuk terus memberikan dukungannya, bantuannya, sumbangsihnya sehingga semangat kami untuk membawa Aceh ke perubahan yang signifikan untuk Aceh yang bergenerasi maju, insyaallah akan terus berkobar," jelasnya.
Setelah itu, Nova melanjutkan sambutan dengan menyampaikan banyak permintaan. Di antaranya agar pemerintah pusat mempercepat implementasi MoU Helsinki serta masa berlaku dana Otsus tidak hanya sampai 2027. (detikcom/f)