Menag: Agama Itu Moderat hingga Akhir Zaman, Tak Boleh Ditambah Inovasi Lain

* Minta Toleransi Terus Dijaga
Redaksi - Minggu, 23 Februari 2020 10:03 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_26_Menag--Agama-Itu-Moderat-hingga-Akhir-Zaman--Tak-Boleh-Ditambah-Inovasi-Lain.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
news.detik.com
Fachrul Razi

Jakarta (SIB)

Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan kuliah umum di depan mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Aceh. Fachrul menjelaskan Kemenag saat ini mempunyai program moderasi agama.

Kuliah umum ini digelar di Aula Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Sabtu (22/2). Kegiatan ini dihadiri pelaksana tugas Kakanwil Kemenag Aceh Djulaidi Kasim, Kabag TU Kemenag Aceh Saifuddin, Rektor UNIKI Dr Marwan Hamid, serta anggota DPR RI asal Aceh.

Menag Fachrul mengatakan moderasi beragama bukanlah memoderatkan agama, melainkan moderasi cara beragama. Hal ini memiliki pengertian tidak terlalu ekstrem dan tidak liberal.

"Agama itu memang sudah moderat hingga akhir zaman. Tidak boleh diubah atau ditambah inovasi lain. Tapi yang dimoderatkan adalah cara kita beragama," kata Fachrul.

Menag Fachrul lalu berbagi pengalaman saat mengunjungi sejumlah negara di Arab untuk mengkaji cara beragama. Fachrul mengaku melihat negara-negara sangat menjunjung tinggi nilai toleransi dan semangat kebangsaan tanpa meninggalkan identitas keislaman.

"Pada hakikatnya nilai-nilai di atas telah lama dipraktikkan oleh pahlawan-pahlawan Indonesia di masa lalu saat menghadapi penjajahan," sebutnya.

Fachrul berharap masyarakat Indonesia harus memoderasi cara beragama tanpa memisahkan identitas kebangsaan.

"Dari dulu pahlawan-pahlawan Aceh berjuang dalam rangka untuk membela identitas kebangsaan dan keislaman. Dari dulu kita tidak pernah memisahkan itu," ujar Fachrul.

Dijaga

Menag Fachrul Razi juga bertemu dengan ulama serta tokoh masyarakat di Matang Kuli, Aceh Utara, Aceh. Menag berpesan ke masyarakat Tanah Rencong untuk terus menjaga toleransi.

Pertemuan dengan ulama dan masyarakat digelar di Masjid Khalifah Ibrahim di Kecamatan Matang kuli, Aceh Utara. Begitu tiba, Menag Fachrul dipeusijuek (tepung tawari) oleh imam besar masjid Teungku Muhammad Yusuf Mahmud.

Masyarakat lintas usia menyambut kedatangan menteri di halaman hingga ke dalam masjid. Kedatangan Menag didampingi Plt Kakanwil Kemenag Aceh Djulaidi Kasim, Kabag TU Kemenag Aceh Saifuddin serta sejumlah pejabat Kemenag Aceh.

"Harapan saya seperti harapan Rakyat Aceh, Aceh terus maju, iman dan taqwa semakin tinggi, toleransi sebagaimana yang lalu-lalu kita sama-sama jaga," kata Fachrul.

Dalam sambutannya Fachrul juga menyinggung soal pendidikan madrasah yang semakin maju. Dia mengaku bangga karena daerah yang dikunjunginya tersebut terdapat sekolah agama.

Fachrul menyebut, sekolah agama belakangan ini mulai dilirik para siswa atau orangtua siswa. Hal ini berbeda jauh dengan beberapa tahun lalu.

"Sekarang pendidikan Islam banyak yang unggul. Kalau dulu mungkin masa saya orang-orang yang masuk madrasah itu karena nggak diterima di sekolah umum lain. Sekarang orang ramai masuk madrasah," sebutnya.

Merajut Kebangsaan

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan banyak upaya yang bisa dilakukan untuk merajut kebangsaan dan ke-Indonesia-an yang tidak lepas dari semangat dan filosofi Empat Pilar. Salah satunya dengan menggelar acara 'Kenduri Kebangsaan' bersama Presiden RI di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Acara yang digelar di halaman Sekolah Sukma Bangsa Bireuen tersebut, selain dihadiri Lestari Moerdijat juga dihadiri Presiden RI Joko Widodo, beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju, Plt Gubernur Aceh, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ribuan masyarakat Aceh.

Semangat dan filosofi Empat Pilar, menurut Lestari, jelas terlihat dari maksud, tujuan serta harapan acara tersebut digelar, yakni membangkitkan serta meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat Aceh pasca ketegangan pasca Pemilu legislatif dan presiden lalu.

"Yang harus diingat dan dimantapkan dalam hati seluruh rakyat Indonesia adalah, kita memiliki nilai-nilai yang sangat baik yang berakar dari jati diri bangsa Indonesia yang luhur. Jika dalam satu hal terjadi perbedaan maka, nilai-nilai tersebut harus menjadi pegangan dalam bertindak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/2).

Hal lainnya yang memunculkan semangat Empat Pilar dari acara kenduri kebangsaan tersebut adalah taglinenya yakni '#DariAcehUntukIndonesia'. Tagline tersebut mengingatkan rakyat Aceh bahwa menegakkan persatuan dan kesatuan bukan hanya di antara rakyat Aceh semata, namun berlaku untuk seluruh rakyat Indonesia.

"Tagline tersebut juga bisa berarti bahwa upaya merajut kebangsaan yang dilakukan dalam gelar kendurian tersebut bisa menjadi contoh daerah-daerah lain sehingga upaya positif tersebut bisa meluas ke seluruh wilayah Indonesia," tandasnya.

Sekolah Sukma Bangsa, yang menjadi lokasi utama acara kenduri, menurut Lestari, juga telah menampilkan semangat dan fiosofi Empat Pilar. Antara lain, sekolah tersebut banyak menampung anak-anak terlantar korban konflik dan korban bencana dahsyat tsunami dengan memberikan beasiswa penuh. Upaya itu berbuahkan hasil, prestasi akademik dan nonakademik yang diukir anak-anak yang meraih beasiswa tersebut cukup membanggakan. (detikcom/f)

Berita Terkait

Headlines

Ramadan Bawa Berkah, Jajanan Pinggir Jalan Diserbu Pembeli

Headlines

Respon cepat, Polres Tanjungbalai Gerak Cepat Salurkan Bantuan Kepada Lansia

Headlines

Sekdakab Tapteng Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Mengatasnamakannya

Headlines

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Headlines

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Headlines

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan