Kabag Perekonomian: Persoalan PD Pasar Dairi Sudah Kompleks

* 9 Bulan Gaji Karyawan Belum Dibayar
Redaksi - Selasa, 25 Februari 2020 11:14 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_46_Kabag-Perekonomian--Persoalan-PD-Pasar-Dairi-Sudah-Kompleks.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
Kabag Perekonomian, Lipinus Sembiring

Sidikalang (SIB)

Persoalan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Dairi sudah kompleks, sehingga membutuhkan solusi yang tepat untuk bangkit kembali.

Persoalan itu, mulai dari tunggakan gaji, informasi pengunduran diri pelaksana direksi, hingga penertiban pedagang di Pusat Pasar Sidikalang. Hal itu disampaikan Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Dairi Lipinus Sembiring, Senin (24/2) di Sidikalang.

Disebutnya, gaji karyawan belum dibayar November 2018- Juni 2019 dan Januari 2020. Tunggakan gaji itu sekira Rp 826 juta, dengan jumlah karyawan maupun tenaga harian lepas sebanyak 50 orang. Total kebutuhan gaji Rp 75 juta per bulan.

Iuran layanan pasar (ILP) yang selama ini dikutip karyawan tidak cukup untuk membayar gaji. Menunggaknya gaji berdampak pada kinerja karyawan, sehingga pengutipan ILP sulit. Disebutnya, dari segi keuangan PD Pasar nyaris tumpur, meski PD Pasar masih memiliki piutang Rp 3,7 miliar.

Dalam kondisi itu, pelaksana Direksi PD Pasar Dairi Edward Hutabarat mengundurkan diri dari jabatan pelaksana. Sembiring mengaku belum membaca surat pengunduran diri pelaksana direksi dan belum ada jawaban dari pimpinan terkait hal itu.

Akibatnya, pelayanan PD Pasar Dairi dan pembayaran operasional terganggu. Menyikapi hal itu bagian perekonomian berkoordinasi dengan Badan Pengawas PD Pasar untuk mencari solusi, agar gaji karyawan bisa dibayarkan.

Hasil koordinasi, lanjut Lipinus, selama surat pengunduran belum disetujui Bupati Dairi, Edward Hutabarat masih tetap pelaksana direksi. Selain itu, akan diupayakan pembayaran gaji karyawan, sehingga penertiban dan pengutipan ILP bisa maksimal.

Sementara itu, Edward Hutabarat dikonfirmasi lewat telepon membenarkan sudah melayangkan surat pengunduran diri per 3 Februari 2020, tetapi belum ada jawaban/ persetujuan bupati. Karena belum ada jawaban, karyawan PD Pasar Dairi termasuk Kabag Perekonomian meminta untuk tetap sebagai pelaksana, agar pelayanan bisa normal.

"Sembari menunggu persetujuan itu dan demi kepentingan para karyawan, saya masih Pelaksana Direksi PD Pasar Dairi. Sebenarnya secara pribadi tidak ingin lagi mencampuri urusan perusahaan daerah tersebut," ucap Edward Hutabarat mantan Inspektur itu.

Hutabarat mengaku mengundurkan diri karena Pemerintah Kabupaten Dairi tidak memberikan solusi untuk pembayaran utang gaji/ tunggakan gaji karyawan. Sementara itu para karyawan meminta tunggakan gaji itu segera dibayarkan. (K05/c)

Berita Terkait

Headlines

Era Baru AI Phone, 400 Juta Warga Dunia Gunakan Kecerdasan Buatan Samsung

Headlines

Polres Belawan Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Kelurahan Tangkahan

Headlines

Henry Jhon Hutagalung Minta Wali Kota Jangan Persempit Ruang Jualan Daging Babi

Headlines

Masyarakat Saribudolok Minta PLN Tidak Memadamkan Listik Selama Ramadan

Headlines

Polres Tanjungbalai Gelar Patroli Asmara subuh

Headlines

Gerakan ASRI dan Arah Baru Kebijakan Lingkungan di Era Prabowo