Pemerintah Berikan Diskon Liburan Antisipasi Corona

Hotel dan Restoran di 10 Tempat Wisata Termasuk Danau Toba Bebas Pajak

* Corona Bisa Lumat Pariwisata RI Rp 7 T/Bulan
Redaksi - Rabu, 26 Februari 2020 09:35 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_6138_Hotel-dan-Restoran-di-10-Tempat-Wisata-Termasuk-Danau-Toba-Bebas-Pajak.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
kronologi.id
Ilustrasi

Jakarta (SIB)

Pemerintah telah merampungkan hitungan insentif pariwisata dan pemberian diskon untuk wisatawan. Insentif ini merupakan salah satu paket insentif yang disiapkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak buruk penyebaran virus corona terhadap ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, insentif yang diberikan ditujukan untuk wisatawan asing maupun domestik. Insentif ini diberikan untuk 10 destinasi pariwisata yakni Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam, dan Bintan.

Untuk insentif yang diberikan kepada wisatawan dalam negeri jumlah dana yang dipersiapkan mencapai Rp 443,39 miliar. Insentif itu diberikan dalam bentuk diskon 30% dari harga tiket. Namun berlaku hanya untuk 25% dari jumlah bangku yang tersedia per pesawat.

"Jadi tiket untuk 10 destinasi pariwisata itu mendapat diskon dari pemerintah 30% dari 25% seat pesawat tersebut. Diskon ini yang menuju ke 10 destinasi pariwisata itu," terangnya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (25/2).

Sementara untuk wisatawan asing dipersiapkan insentif dengan total dana yang dipersiapkan mencapai Rp 298,5 miliar. Jika dirinci sebesar Rp 98,5 miliar diberikan kepada maskapai dan agen perjalanan untuk memberikan diskon khusus.

Lalu sebesar Rp 103 miliar untuk anggaran promosi, Rp 25 miliar kegiatan tourism dan Rp 72 miliar untuk influencer.

"Untuk insentif airlines dan travel agent, dalam rangka mendapatkan wisatawan asing ke dalam negeri. Ini dalam rangka memberikan insentif persatuan wisatawan yang bisa dibawa ke dalam negeri," tutupnya.

BEBAS PAJAK

Selain memberikan diskon untuk wisatawan asing dan domestik, pemerintah juga memberikan insentif untuk hotel dan restoran. Bentuknya bebas pungutan pajak selama enam bulan ke depan, dimulai dari Maret 2020.

"Kami memberikan juga dukungan untuk daerah-daerah destinasi pariwisata 10 tadi yang terdiri dari 33 kabupaten kota, untuk tidak memungut pajak hotel dan restoran selama 6 bulan," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan, pajak hotel dan restoran merupakan penerimaan daerah. Sebanyak 10 destinasi pariwisata tersebut tersebar di 33 kabupaten/kota.

Sebanyak 33 pemerintah kabupaten/kota tersebut selama 6 bulan ke depan tidak akan menarik pajak yang besarnya mencapai 10%. Sebagai ganti dari potensi kehilangan penerimaan daerah itu, pemerintah pusat akan memberikan hibah yang jumlahnya diperkirakan mencapai Rp 3,3 triliun.

"Kita perkirakan Rp 3,3 triliun dari pajak daerah ini yang akan kita bayarkan ke daerah supaya daerah tidak memungut pajak hotel dan daerah yang besarnya 10%, sehingga hotel dan restoran mendapatkan insentif tidak harus bayar pajak dalam waktu 6 bulan ke depan," terangnya.

Selain itu, dalam APBN ada Rp 147 miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pariwisata yang belum digunakan. Dana itu akan dikonversi menjadi hibah ke daerah, sehingga diharapkan pemerintah daerah bisa memacu pariwisatanya.

Lumat Pariwisata

Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan virus corona menghantam perekonomian dunia. Berbagai sektor pun mulai terkena dampaknya.

Salah satunya adalah bidang pariwisata. Dari data Bank Indonesia, Luhut menjelaskan bahwa Indonesia bisa rugi hingga US$ 500 juta dolar per bulan alias Rp 7 triliun (Kurs Rp 14.000/US$) karena berkurangnya turis.

"Data dari BI, bidang pariwisata US$ 500 juta per bulan kerugiannya," ungkap Luhut saat berbincang dengan wartawan di kantornya, bilangan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (25/2).

Khususnya wisawatan dari China, seiring dengan pelarangan terbang dari dan menuju ke China, banyak wisatawan China yang tak bisa berkunjunglah ke Indonesia.

"Spending turis paling besar per kepala ya China sekarang. Belum lagi dampak turis ke pekerjaan kecil juga banyak," kata Luhut.

Selain pariwisata, Luhut menyebut ekspor baja akan tersendat. Pasalnya beberapa proyek pabrik pemurnian baja di Morowali, Weda Bay dan Konawe yang bekerja sama dengan China terhambat pembangunannya.

"Stainless steel dan carbon steel industri, ini proyek on going sekitar US$ 11 miliar di Morowali, Weda Bay, dan Konawe. Itu juga punya dampak penyelesaian proyeknya," kata Luhut.

Alhasil eskpor baja ke China yang sedianya bisa beroperasi tahun ini harus mundur. Kemungkinan operasional pabrik dan kegiatan ekspor baja paling lama dibuka pada akhir tahun 2020.

"Yang kemudian ekspor yang harusnya tahun ini (ke China), ada yang beberapa tertunda beberapa bulan. Ada yang mungkin sampai akhir tahun atau awal tahun depan," jelas Luhut.

Meningkat Tiba-tiba

Sementara itu, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penyebaran virus corona (COVID-19). Tedros mengatakan peningkatan penyebaran virus corona di Iran, Italia dan Korea Selatan dalam beberapa hari terakhir dalam kondisi sangat memprihatinkan.

"Peningkatan kasus corona secara tiba-tiba di Italia, Iran dan Republik Korea sangat memprihatinkan," ujar Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan di Jenewa, seperti dilansir AFP, Senin (24/2) waktu setempat.

Sementara itu, Tedros mengatakan epidemi virus corona terus meningkat di China, dan belum menunjukkan tanda penurunan.

Diketahui, di Korea Selatan, otoritas kesehatan melaporkan kasus kematian ke-7 akibat virus corona COVID-19. Sebanyak 161 kasus baru, 142 di antaranya terinfeksi COVID-19 dari Daegu, kota di mana wabah COVID-19 menular di Korea Selatan. Sedangkan tiga kasus baru dilaporkan berasal dari Seoul, ibukota Korea Selatan.

Korea Selatan mengumumkan pada (23/2) bahwa mereka telah memutuskan untuk menaikkan level siaga menjadi "merah", level tertinggi.

Sementara di Iran sudah delapan orang meninggal dunia akibat virus corona di wilayahnya. Jumlah total kasus virus corona yang ditangani otoritas Iran dilaporkan terus bertambah.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (24/2), juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, menuturkan kepada televisi nasional Iran bahwa jumlah kasus virus corona yang terkonfirmasi di negara ini sejauh ini bertambah menjadi 43 kasus.

"Kita mendapati 43 orang telah didiagnosis terinfeksi virus Covid-19 di negara ini. Delapan pasien di antaranya kehilangan nyawa mereka dalam beberapa terakhir," sebut Jahanpour dalam pernyataannya.

Sedangkan di Italia, pemerintah Italia menutup beberapa kawasan pedesaan di utara negara itu yang berpenduduk sekitar 50 ribu orang, setelah otoritas kesehatan melaporkan 150 kasus infeksi. Hingga saat ini ada tiga kasus kematian di Italia karena infeksi virus Corona. Virus itu diduga menyebar dari sebuah desa kecil dekat kota Milan.

Sementara di China, mengenai korban jiwa, otoritas kesehatan China melaporkan adanya 150 kematian baru di wilayahnya hingga Minggu (23/2) tengah malam, dengan 149 orang di antaranya meninggal di Provinsi Hubei, yang merupakan pusat wabah ini.

Total, korban meninggal akibat virus corona sejauh ini bertambah menjadi 2.592 orang di China daratan. Sedikitnya 30 orang lainnya meninggal akibat virus corona di delapan negara dan wilayah lain di luar China daratan. (detikcom/d)

Berita Terkait

Headlines

Terlibat Kasus Ganja, 3 Pria Diamankan Polisi

Headlines

30.952 Tiket Terjual untuk Arus Mudik dan Balik Maret 2026

Headlines

Muniruddin: Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Mulai Melonjak Naik, Satgas Pangan Harus Sigap

Headlines

Polisi Lidik Dua Kasus Penyerangan Rumah Advokat di Jermal

Headlines

Formasi Laporkan Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna atas Dugaan Pelanggaran Kode Etik

Headlines

Banjir Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem Melampaui Standar Mitigasi Nasional