Medan (SIB)
Suasana duka dan haru dari raut wajah sanak keluarga dan kerabat mengiringi jenazah Almarhumah Hj Tengku Rafiah dari rumah duka di Jalan Hayam Wuruk No. 54 Medan menuju Masjid Raya Al Mashun Jalan Sisingamangaraja Medan untuk dimakamkan, setelah sebelumnya dishalatkan usai shalat zuhur berjamaah di masjid tersebut, Minggu (12/4).
Sejumlah tokoh dan ulama Sumut hadir di rumah duka maupun di pemakaman, antara lain anggota DPR RI Prof Djohar Arifin Husein, dari Kodam I/BB hadir Letkol Arh Sudi Warsito, Bupati Serdang Bedagai Soekirman dan Wakil Bupati Darma Wijaya, Sekda Sergai Faisal Hasrimy, lalu ada Yuslin Siregar, ulama KH Zulfikar Hajar dan Ustadz Amhar Nasution, beberapa pejabat Pemprov Sumut dan Pemko Medan.
Hj Tengku Rafiah adalah ibunda kandung dari Gubernur ke-17 Sumut, Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi. Di pemakaman Masjid Raya Al Mashun, almarhumah dimakamkan persis di samping makam suaminya, Tengku Nurdin dan putra sulungnya HT Rizal Nurdin.
Hj Tengku Rafiah merupakan ibunda bertuah. Dari rahimnya lahir dua putra yang pernah menjabat Gubernur Sumut yakni HT Rizal Nurdin dan HT Erry Nuradi. Hj Tengku Rafiah lahir 15 Januari 1924. Ketika usianya sudah 40 tahun, Tengku Rafiah bersama suami Almarhum Tengku Nurdin melahirkan HT Erry Nuradi sebagai anak paling bontot (akhir) dari tujuh orang bersaudara (5 putra dan 2 putri) serta kini memiliki puluhan cucu dan cicit. “Almarhumah bersama suaminya Tengku Nurdin merupakan tokoh pejuang Sumut pasca kemerdekaan. Sepak terjang kedua tokoh Melayu ini patut dibukukan dan bermanfaat tentunya untuk generasi kita,’’ ucap anggota DPR RI asal Sumut, Prof Djohar Arifin Husein yang ikut melayat hingga ke pemakaman.
Sebelumnya, mewakili keluarga, Erry Nuradi mengucapkan ribuan terima kasih kepada kerabat yang ikut membantu proses jenazah, tokoh masyarakat, ulama, pemerintah pusat khususnya warga Sumut, Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajeck Shah yang mengucapkan duka cita dan mendoakan almarhumah. “Ibunda kami ini sosok yang peduli akan pendidikan anak-anaknya. Waktu saya duduk dibangku SD, saya malas ke sekolah, ibu langsung memarahi,’’ kenang Erry.
Dia menambahkan, almarhumah menderita sakit sejak setahun lebih dirawat di rumah dan sebelum wafat 10 hari menjalani perawatan di RS Columbia Asia Medan. ‘’Sudah tua, umurnya sudah 96 tahun,’’ ucap Erry. (Rel/M11/f)