Kadin Sumut: Proteksi Sektor Pangan Harus Prioritas di Sumut

Redaksi - Rabu, 15 April 2020 18:43 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir042020/_7164_Kadin-Sumut--Proteksi-Sektor-Pangan-Harus-Prioritas-di-Sumut.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
 Ivan Iskandar Batubara 

Medan (SIB)

Pandemi Covid-19 yang saat ini melanda berbagai negara menyebabkan kepanikan dan terpuruknya perekonomian di berbagai sektor. Menghadapi kondisi itu, proteksi terhadap sektor pangan harus menjadi prioritas, khususnya di Sumut.

Hal ini disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumut Ivan Iskandar Batubara dalam konferensi pers secara live, Selasa (14/4), di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut Kantor Gubernur Jalan Diponegoro No 30 Medan.

“Situasi saat ini bisa kita sebut dengan istilah ‘The New Normal’ artinya kita tidak bisa menggunakan cara-cara berpikir lama dalam memandang kondisi saat ini. Bukan hanya negara kita, seluruh negara juga kebingungan menghadapi situasi ini. Salah satu solusi terbaik yang bisa dilakukan pemerintah adalah proteksi sektor pangan,” ujarnya.

Salah satu caranya, jelas Ivan, memastikan baik produksi maupun distribusi bisa berjalan dengan lancar. Termasuk didalamnya memastikan ketersediaan pupuk tercukupi, memastikan tidak ada penimbunan komoditas pangan, mengawal sentra-sentra pangan, sosialisasi perlindungan kesehatan bagi para petani, nelayan dan lainnya. “Karena bagaimana pun pangan adalah sumber kekuatan kita,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, bahwa para pengusaha merupakan salah satu kelompok yang terpukul menghadapi situasi Covid-19. Namun, ia menyampaikan agar tetap berpikiran positif dan mencari solusi-solusi yang baik. Salah satunya menghindari pilihan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). “Saat ini tidak ada opsi terbaik, tapi ada yang baik. Hindari opsi PHK, sebagai alternatif mungkin bisa kita lakukan pengurangan insentif karyawan,” jelasnya.

Opsi lain yang bisa lakukan untuk pabrik agar tetap bisa berproduksi, kata Ivan, adalah dengan menyediakan akomodasi bagi karyawan, tentunya yang sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19 di sekitar pabrik. Hal ini untuk meminimalkan mobilitas para karyawan dan mencegah kemungkinan terpapar Covid-19.

Keringanan bagi para pengusaha dalam menghadapi Covid-19, disampaikan Ivan di antaranya pengurangan margin bunga bank serta rescheduling pembayaran kredit. Terakhir, Ivan berpesan agar seluruh pihak senantiasa mendukung imbauan dan arahan pemerintah khususnya dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, sehingga sesegera mungkin Sumut bisa keluar dari situasi sulit saat ini. (M11/d)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

USU Raih Tiga Penghargaan pada Lomba Inovasi Daerah Sumut 2025

Headlines

BANI Gandeng IMAC Gelar Workshop Arbitrase Didukung Kadin Sumut

Headlines

Utang Baru Pemerintahan Prabowo di 2026 Direncanakan Tembus Rp 781 Triliun, Tertinggi Sejak Pandemi

Headlines

Prabowo akan Tambah Utang Rp781,9 T, Terbesar Sejak Pandemi Covid-19

Headlines

Bank Dunia Soroti Lemahnya Penerimaan Pajak di Indonesia

Headlines

Dituding Penyebab Pandemi Covid-19, China Bantah Keterlibatan Institut Virologi Wuhan