Minta Dukungan Buyung, Timwas Century Ngotot Panggil Boediono

*Buyung Tak Tahu Ada Isu Anas Miliki Perusahaan Tambang
- Sabtu, 25 Januari 2014 10:32 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/01/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB)- Tim Pengawas (Timwas Century) DPR memutuskan untuk memanggil kembali Wakil Presiden Boediono. Kali ini timwas meminta dukungan pengacara Adnan Buyung Nasution."Kita memulai dengan mendatangi tokoh nasional. Ini penting untuk mendatangi tokoh-tokoh bangsa, ini ketemu dengan Bang Buyung," kata anggota Timwas Century Bambang Soesatyo dalam jumpa pers, di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan, Jumat (24/1)."Kita mendorong para tokoh agar Pak Boediono juga patuh hukum, jika tidak hadir lagi ada panggilan ketiga," sambungnya.Selain Adnan Buyung Nasution, hadir juga Chaeruman Harahap, Chandra Tirtawijaya, Misbakhun, dan Akbar Faisal. Rencananya Timwas Century dan Tim 9 akan menyambangi beberapa tokoh dan petinggi parpol untuk meminta dukungan."Termasuk nanti rencana akan mendatangi Din Syamsuddin, Amien Rais, Megawati, Frans Magnis juga," kata Bambang.Pengacara yang akrab disapa Bang Buyung pun mendukung rencana timwas tersebut. Menurutnya, Boediono harus mengiyakan panggilan tersebut."Harus dituntaskan, tidak boleh terkatung-katung. Saya kenal Pak Boediono, orang yang santun. Tidak ada alasan bagi beliau untuk menolak, kecuali kalau ada politik dari DPR, saya tidak mendukung, tapi kalau ini murni saya dukung," papar Buyung.Buyung mengatakan, seperti yang disampaikan Bambang sebelumnya, pemanggilan Boediono terkait keterangan Boediono yang berbeda setelah diperiksa KPK dan setelah dengan Pansus Century dulu."Nanti DPR yang memberi pendapat, pendapat dari DPR pun harus diberikan dulu ke MK," ucapnya. Perusahaan TambangAnas Urbaningrum memiliki empat rumah di kawasan Duren Sawit, Jaktim. Anas juga diketahui memiliki sejumlah tanah. Sempat menjadi pertanyaan soal asal harta Anas, apalagi dia hanya mantan anggota KPU dan anggota DPR tak lebih dari tiga tahun.Isu-isu soal asal usul harta kekayaan Anas menyeruak. Salah satunya isu kalau Anas memiliki perusahaan tambang di Kalimantan. Dikonfirmasi soal isu itu pengacara Anas, Adnan Buyung Nasution mengaku tak tahu."Abang nggak tahu ya, abang kurang paham. Nggak pernah bicara soal kekayaannya," jelas Buyung di sela-sela pertemuan dengan Timwas Century di Hotel Grand Mahakam, Jaksel, Jumat.Buyung mengaku dirinya hanya tahu harta Anas yang sudah digeledah dan disita KPK saja. Soal isu-isu lain dirinya tak tahu."Apa yang abang tahu yang disita saja, bahkan surat yasin itu ada yang disita juga.Apa yang abang sesalkan pada waktu itu disita, tidak ada pembelaan disampingnya, asal kayuh saja," terang Buyung. (detikcom/d)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Bappanas Kunjungi Pasar Balige, Harga Tergolong Stabil

Headlines

Menakar Dampak Kehadiran PT SOL di Tapanuli Utara

Headlines

Kajatisu CUP II 2026 Ditutup, Ikanas Sumut Juara Umum

Headlines

Iran–AS Memanas, Harga Emas Berpeluang Tembus Rp 3,4 Juta/gram

Headlines

Pencuri Sepeda Motor Dokter Dibungkam Polsek Medan Area dengan Timah Panas

Headlines

Bupati Salurkan Bantuan dari Kementan dan Bapanas untuk Warga Terdampak Banjir di Sergai