Kampanye Vaksinasi Covid-19 Dimulai

Wapres AS Disuntik

* Sempat Ikut Rapat yang Dihadiri Macron, PM Slovakia dan Wakilnya Positif Corona
Redaksi - Minggu, 20 Desember 2020 08:45 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/12/_8823_Wapres-AS-Disuntik.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto: AP
SUNTIK VAKSIN: Mike Pence (kiri) menerima suntikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer, Sabtu (19/12) yang disiarkan langsung stasiun TV setempat.

Washington DC (SIB)

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence disuntik vaksin Covid-19. Proses vaksinasi disiarkan langsung oleh stasiun televisi setempat. Dilansir The Associated Press (AP), Jumat (18/12), Pence divaksinasi bersama istrinya, Karen. Lokasi vaksinasi ini ada di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower, Gedung Putih, Washington DC. Vaksinasi yang disiarkan langsung itu berlangsung pada pagi waktu setempat. “Saya nggak merasakan apapun. Bagus,” kata Pence kepada teknisi dari Pusat Kesehatan Militer Nasional Walter Reed. Dia melakukan injeksi ke lengan kiri Pence dengan vaksin Pfizer-BioNTech.

Saat disuntik, Pence tidak terlihat kesakitan atau menunjukkan tanda kaget. Demikian pula Karen istrinya, serta Kepala Bedah Jerome Adam yang sekalian disuntik. “Rakyat Amerika bisa percaya: Kami telah divaksinasi dan mungkin dalam waktu beberapa jam mendatang ada dua vaksin yang aman,” kata Pence.

Vaksin yang dia maksud ‘dua vaksin mendatang’ adalah vaksin karya Moderna yang tengah diotorisasi oleh FDA, badan pengawas obat dan makanan negaranya. Sedangkan Presiden Donald Trump masih belum nampak ke hadapan publik. Lima hari belakangan, Trump absen dalam kampanye vaksinasi. Bahkan jumlah cuitannya juga berkurang.

PM SLOVAKIA POSITIF

Perdana Menteri (PM) Slovakia, Igor Matovic, dinyatakan positif virus Corona. Matovic terinfeksi Corona sepekan setelah menghadiri pertemuan Uni Eropa di Brussels, Belgia. Seperti dilansir AFP, Sabtu (19/12), Matovic diketahui menghadiri pertemuan yang sama dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang juga baru saja dinyatakan positif Corona.

Sejumlah pemimpin negara Eropa dan petinggi Uni Eropa melakukan tes Corona dan isolasi mandiri usai Macron terinfeksi. Matovic mengumumkan dirinya positif Corona dalam pernyataan via akun Facebook-nya pada Jumat (18/12) waktu setempat. “Hari ini, saya salah satu dari Anda,” tulis Matovic dalam pesan Facebooknya, sembari menyertakan screenshot hasil tes Corona yang menyatakan positif. “Saya ingin menghabiskan liburan Natal dengan membantu di rumah sakit. Sekarang rencana saya kemungkinan akan sedikit berbeda,” imbuh PM yang berusia 47 tahun ini.

Departemen pers pemerintah menuturkan kepada Matovic bahwa Matovic dinyatakan positif Corona pada Kamis (17/12) waktu setempat dan telah membatalkan seluruh aktivitasnya. Matovic juga diimbau untuk melakukan karantina selama 10 hari ke depan.

Media lokal melaporkan bahwa pemerintah Slovakia menyerukan seluruh menteri dan sekretaris negara bagian untuk dites Corona usai sang PM terinfeksi. Belakangan, Wakil PM Slovakia, Veronika Remisova dan Menteri Pertahanan Slovakia, Jaroslav Nad, juga mengumumkan mereka positif Corona. Macron dan Matovic bergabung dengan deretan pemimpin negara di seluruh dunia yang terinfeksi Corona, setelah PM Inggris, Boris Johnson dan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Sejauh ini, Slovakia melaporkan lebih dari 146 ribu kasus Corona, dengan lebih dari 1.400 kematian. Langkah pembatasan terbaru diberlakukan mulai Sabtu (19/12) waktu setempat, termasuk mewajibkan toko-toko non-esensial untuk tutup pukul 17.00 waktu setempat. Warga Slovakia juga diimbau tetap berada di rumah. Pada Jumat (18/12) waktu setempat, Kementerian Kesehatan Slovakia mengumumkan bahwa kelompok pertama vaksin Corona akan tiba di negara itu pada 26 Desember dan vaksinasi bisa dimulai pada hari yang sama atau keesokan harinya.

MENOLAK

Sementara di belahan dunia lainnya, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, melontarkan serangan terbaru untuk vaksin Covid-19. Bolsonaro menebar kontroversi soal efek samping vaksin Corona yang disebutnya bisa mengubah manusia menjadi “buaya” atau membuat wanita berjanggut.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Sabtu (19/12), Bolsonaro yang sejak awal pandemi selalu meremehkan bahaya virus Corona ini, bersikeras menyatakan dirinya tidak akan disuntik vaksin Corona, bahkan saat negaranya mulai meluncurkan program vaksinasi Corona massal. “Dalam kontrak Pfizer sangat jelas dinyatakan: ‘kami tidak bertanggung jawab atas efek samping apapun’. Jika Anda berubah menjadi “buaya”, itu masalah Anda,” ucap Bolsonaro dalam pernyataannya.

Vaksin Corona buatan Pfizer-BioNTech sedang menjalani uji klinis di Brasil selama beberapa pekan, namun sudah mendapat izin penggunaan darurat dan mulai disuntikkan kepada warga sipil di Amerika Serikat (AS) dan Inggris. “Jika Anda menjadi manusia super, jika seorang wanita mulai memiliki janggut atau jika seorang pria mulai berbicara dengan suara feminim, mereka tidak ada hubungannya dengan itu,” sebut Bolsonaro merujuk pada pihak produsen vaksin. “Atau lebih buruk, itu mempermainkan sistem kekebalan kita,” imbuhnya.

Klaim Bolsonaro yang tidak berdasar itu dilontarkan saat peluncuran program vaksinasi Corona pada Rabu (16/12) waktu setempat. Disebutkan Bolsonaro bahwa vaksinasi Corona di Brasil akan digratiskan untuk seluruh warga, namun tidak diwajibkan.

Putusan Mahkamah Agung Brasil pada Kamis (17/12) waktu setempat, menyatakan bahwa vaksinasi Corona itu wajib, namun tidak bisa ‘dipaksakan’ kepada warga. Itu berarti otoritas Brasil bisa menghukum denda warga yang enggan divaksin dan melarang mereka untuk mendatangi tempat-tempat umum, namun tidak bisa memaksa mereka divaksin.

Ditambahkan Bolsonaro bahwa begitu vaksin Corona mendapat izin badan regulator kesehatan Brasil, ANVISA, maka vaksin akan tersedia untuk semua orang. “Vaksin akan ditawarkan ke semua orang, tapi mereka yang tidak ingin mendapatkannya tidak perlu menerimanya,” ucap Bolsonaro.

“Saya tidak akan menerimanya. Beberapa orang menyebut saya memberi contoh buruk. Tapi kepada orang-orang dungu, kepada orang-orang bodoh yang mengatakan ini, saya memberi tahu mereka bahwa saya sudah terkena virus, saya memiliki antibodi, jadi mengapa harus divaksinasi?” tegasnya.

Ada sejumlah kecil kasus infeksi ulang yang jelas terjadi, meskipun tidak ada kepastian apakah seseorang bisa terinfeksi kembali virus Corona atau berapa lama kekebalan bertahan. Bolsonaro terinfeksi Corona pada Juli lalu dan sembuh dalam waktu tiga minggu. Brasil tengah menghadapi gelombang kedua virus Corona. Sejauh ini, lebih dari 7,1 juta kasus Corona terkonfirmasi di negara ini, dengan nyaris 185 ribu kematian. Program vaksinasi Corona di Brasil dikritik terlambat dan kacau. (AFP/AP/dtc/d)

Sumber
: Hariansib edisi cetak

Tag:

Berita Terkait

Headlines

Presiden Prancis Macron Kagum Lihat Candi Borobudur

Headlines

Macron Beri Prabowo Penghargaan Tertinggi Prancis

Headlines

Insiden Saat Sambutan: Anggota Delegasi Prancis Terjatuh di Istana

Headlines

Tiba di Indonesia, Presiden Prancis Emmanuel Macron Disambut Menhan Hingga Menlu

Headlines

Presiden Prancis Ditoyor Istri, Macron : Kami Sering Bercanda

Headlines

Situasi Memanas: Prancis vs Rusia, Bayang-Bayang Perang Nuklir