Politisi PDIP Minta Pimpinan Kimia Farma Bertanggungjawab Atas Penggunaan Alat Rapid Test Bekas

* Pemeriksaan Rapid Test Diduga Ajang Pemerasan di Bandara
Redaksi - Jumat, 30 April 2021 09:46 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir042021/_7667_Politisi-PDIP-Minta-Pimpinan-Kimia-Farma-Bertanggungjawab-Atas-Penggunaan-Alat-Rapid-Test-Bekas-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto Istimewa
Rudy Hermanto

Medan (SIB) -Pimpinan Kimia Farma diminta bertanggung-jawab atas kasus penggunaan alat rapid test Covid-19 bekas di Bandara KNIA (Kualanamu Internasional Airport). Pimpinan Kimia Farma dinilai telah menempatkan orang-orang yang tidak bermoral menangani cek kesehatan bebas virus corona itu.

"Kimia Farma itu merupakan BUMN yang seharusnya ikut secara sungguh-sungguh menghentikan pandemi Covid-19. Tapi ini justru sebaliknya, menempatkan petugas yang tak bermoral dan tak manusiawi menggunakan alat rapid test bekas terhadap penumpang yang mau menggunakan pesawat," tegas Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumut Rudy Hermanto kepada wartawan, Kamis (29/4) di DPRD Sumut.

Rudy menilai perilaku petugas Kimia Farma bagian rapid test yang telah diamankan Dirkrimsus Polda Sumut itu tidak bisa ditoleril, karena akibat perbuatannya banyak calon penumpang pesawat udara akhirnya dinyatakan positif Covid-19.

"Itu sebuah perbuatan yang tidak dapat dimaafkan dan harus dihukum berat. Telusuri semua siapa saja yang ikut terlibat. Di saat semua pihak serius menangani pandemi Covid-19, justru petugas Kimia Farma mempermainkan nyawa orang lain”, ucap Rudy.

Rudy juga menduga pemeriksaan rapid test bekas itu menjadi ajang pemerasan bagi calon penumpang saat dinyatakan positif Covid-19, sehingga berbagai macam cara dilakukan agar penumpang bisa ikut terbang ke tujuannya, sehingga bisa saja dilakukan transaksional.

"Benar-benar tak manusiawi, nyawa manusia dipermainkan dan sembarangan memvonis orang positif Covid-19 melalui rapid tes antigen bekas. Tentu menimbulkan dampak yang sangat luas, yaitu pemerintah tidak memiliki data yang valid terhadap angka tertular virus corona dan bagi yang dinyatakan positif tentu harus menjalani isolasi mandiri," katanya.

Jika sudah isolasi mandiri, walaupun belum tentu positif maka seseorang itu tidak lagi bekerja dan tidak produktif selama dua minggu. Tentu yang dirugikan bukan hanya korban tetapi juga instansi dan keluarganya ikut menanggung efeknya.

Berkaitan dengan itu, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, sangat pantas para pelaku beserta pimpinan Kimia Farma itu dihukum berat, untuk menjadi efek jera terhadap oknum-oknum lainnya agar jangan lagi mencoba-coba melakukan kejahatan yang berkaitan dengan nyawa orang lain.(A04/c).

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Headlines

Tokoh Masyarakat Sumut Djumongkas Hutagaol Tutup Usia 79 Tahun

Headlines

Soal Spanduk SARA, Rudy Hermanto: Jangan Playing Victim, Segera Tempuh Jalur Hukum

Headlines

Politisi PDIP Ribka Tjiptaning Tantang Duel Jaksa KPK

Headlines

Wong Cilik Daftar Anggota DPRD SU Rudy Hermanto Jadi Balon Wali Kota Medan ke PDI Perjuangan

Headlines

Sebut Anggota DPRD Tidak Pro Pembangunan Jika Tidak Hadiri “Bunga Desa”, Bupati Vandiko Dikecam Politisi PDIP

Headlines

Rapat Paripurna DPRD SU Soroti Merajalelanya Begal di Kota Medan