Jakarta (SIB)
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengakui, stok vaksin Covid-19 masih terbatas, sehingga beberapa daerah belum bisa melakukan vaksinasi secara optimal.
Saat ini, baru 30 persen stok vaksin yang diterima dari total kebutuhan nasional sebanyak 426 juta dosis vaksin. "Di bulan Juli ini beberapa daerah mengatakan mereka belum bisa melakukan vaksin karena belum dikirim dari pusat, ya karena memang jumlah vaksin yang kita terima 151,9 juta itu sebenarnya masih kurang lebih 30 persennya dari kebutuhan kita karena kebutuhan kita kan 426 juta dosis," kata Nadia dalam diskusi secara virtual, Selasa (27/7).
Nadia mengatakan, sebanyak 426 juta dosis vaksin itu baru bisa dipenuhi oleh produsen hingga Desember 2021. Oleh karenanya, saat ini pemberian vaksinasi dilakukan pada kelompok prioritas secara bertahap.
"Nah Alhamdulillah di Juli ini kita mendapatkan suplai vaksin yang lebih banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, tentunya ini akan semakin bertambah di Agustus nanti kurang lebih akan ada 60 juta dosis," ujarnya.
Lebih lanjut, Nadia mengatakan, stok vaksin akan terus bertambah di bulan berikutnya hingga Desember 2021. "Di September, Oktober, November, Desember sekitar 70 juta dosis," ucap Nadia. Sebelumnya diberitakan, pemerintah daerah mengeluhkan stok vaksin Covid-19 yang mulai menipis.
Dahulukan Dosis Satu
Kemenkes meminta pemerintah daerah (pemda) yang mengalami keterbatasan stok vaksin Covid-19 untuk mendahulukan pemberian dosis pertama serta memakai strategi berbasis risiko.
Siti Nadia Tarmizi mengatakan, keterbatasan ketersediaan vaksin di sejumlah daerah terjadi lantaran vaksin covid-19 datang secara bertahap dan tidak serentak. Sementara, Kemenkes menurutnya tak bisa memprioritaskan seluruh provinsi sekaligus untuk saat ini. "Dengan jumlah vaksin yang saat ini, kalau belum waktunya menerima vaksinasi dosis kedua, sebaiknya stok vaksin yang ada itu diberikan pada vaksin pertama," kata Nadia.
Namun demikian, pihaknya meminta tetap memprioritaskan dosis kedua apabila berdasarkan perhitungan pemda banyak yang membutuhkan pemberian dosis lanjutan akibat interval vaksin yang sudah dekat, yakni 28 hari pada Sinovac dan 3 bulan pada AstraZeneca. "Kita memberikan, mengirimkan, per minggunya untuk vaksin berikutnya," kata dia.
Lebih lanjut, Nadia juga meminta agar pemda melakukan vaksinasi di wilayahnya masing-masing berdasarkan pendekatan zonasi risiko. Artinya, pemda juga harus memprioritaskan vaksinasi pada sejumlah kawasan di daerahnya yang memiliki risiko penularan covid-19 tinggi.
Siti Nadia Tarmizi mengatakan, saat ini Indonesia masih memiliki stok vaksin Covid-19 sebanyak 50 juta dosis. Jumlah itu menurutnya cukup untuk pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 hingga pertengahan Agustus 2021.
"Saat ini kita ada 50 juta dosis. Terdiri dari 10 juta vaksin AstraZeneca dan sisanya merupakan vaksin Sinovac yang masih diproses menjadi vaksin jadi. Cukup hingga pertengahan Agustus," ujar Nadia. (Kps/detikcom/d)