Polisi: Kace Disuruh Irjen Napoleon Tanda Tangan Surat Pencabutan Laporan

Redaksi - Minggu, 10 Oktober 2021 09:37 WIB
Foto: Ricardo/JPNN.com
Irjen Pol Napoleon Bonaparte membuat surat terbuka mengakui menganiaya Muhammad Kece di rutan Bareskrim Polri. ilustrasi 

Jakarta (SIB)

Beredar sebuah surat pencabutan laporan yang diduga ditulis oleh Muhammad Kece alias Kace yang ditujukan kepada Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi. Dalam surat itu, Kace meminta agar laporannya kepada terlapor kasus penganiayaan, Irjen Napoleon Bonaparte, dicabut.

Brigjen Andi buka suara mengenai beredarnya surat pencabutan laporan tersebut. Andi menyebut surat itu tidak ditulis oleh Kace, melainkan oleh tahanan lain atas perintah Irjen Napoleon.

"Itu bukan dibuat oleh korban MK (Muhammad Kace), tapi oleh salah satu tersangka atas perintah NB (Napoleon Bonaparte)," ujar Andi saat dihubungi, Sabtu (9/10).

Andi menegaskan Kace tidak pernah mencabut laporannya. Apalagi surat yang beredar itu tidak ditulis oleh Kace langsung. Kace dipaksa oleh Irjen Napoleon menandatangani surat itu.

"Bukan persoalan sah tau tidak sah. Korban tidak pernah mencabut laporannya. Korban disuruh tanda tangan," tuturnya.

Berikut isi surat pencabutan laporan tersebut:

"Dengan hormat. Bersama ini saya mengajukan permohonan pencabutan/menarik laporan polisi nomor: LP/B/0510/VIII/2021, tanggal 26 Agustus 2021 yang telah saya laporkan ke Bareskrim, dalam perkara tindak pidana penganiayaan terhadap diri saya," tulis surat yang ditandatangani Kace itu.

"Atas permohonan saya ajukan menarik kembali laporan polisi yang telah saya laporkan dikarenakan telah terjadi kesepakatan perdamaian antara saya dengan terlapor. Dan kami telah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai dan kekeluargaan, dan saya anggap perkara saya sudah tuntas dan saya berjanji tidak melanjutkan perkara ini ke sidang pengadilan," lanjutnya.

"Demikian surat pencabutan ini saya buat dalam keadaan sadar tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Atas terkabulnya surat ini saya ucapkan terima kasih," tutup surat itu.

Surat itu terlihat ditandatangani dengan meterai. Kace menandatangani surat itu pada 3 September 2021. Surat ini pun dibenarkan oleh kuasa hukum Irjen Napoleon, Ahmad Yani.

"Betul," ujar Yani saat dihubungi terpisah.

Sebelumnya, Ahmad Yani menyebut tersangka kasus dugaan penistaan agama Muhammad Kece alias Kace sudah mencabut laporan dugaan penganiayaan. Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri mengungkapkan tidak ada pencabutan laporan dari M Kace.

"Tidak ada permintaan pencabutan dari KC (Kace)," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi saat dihubungi, Jumat (8/10).

Andi menjelaskan Kace justru membuat surat permintaan maaf kepada Irjen Napoleon. Hanya, kata Andi, surat permintaan maaf itu tidak menghambat proses penyidikan dugaan penganiayaan oleh Irjen Napoleon.

"Yang ada adalah surat permintaan maaf KC kepada NB (Napoleon Bonaparte). Tidak (mengganggu penyidikan)," tuturnya. (detikcom/f)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Headlines

Bareskrim Selidiki Dugaan Saham Gorengan Usai IHSG Anjlok

Headlines

Bareskrim Ungkap Gagal Bayar PT DSI Capai Rp2,4 Triliun, Kasus Resmi Naik ke Penyidikan

Headlines

Pemerhati Lingkungan Minta Bareskrim Selidiki Banjir Tapanuli Secara Menyeluruh

Headlines

Bareskrim Polri Tinjau Perkebunan PT TBS Terkait Dugaan Penyebab Banjir Garoga

Headlines

Polri Selidiki Asal Gelondongan Kayu di Lokasi Banjir Bandang Sumatra

Headlines

Bareskrim Musnahkan Ladang Ganja Rp621 M di Aceh, Klaim Selamatkan 465 Juta Jiwa