Dokumen Susi Pudjiastuti Jadi Bungkus Gorengan, Kemendagri Minta Surat Tak Terpakai Dimusnahkan

Redaksi - Selasa, 28 Desember 2021 10:06 WIB
(Twitter @howtodresvvell)
Foto: Dokumen Susi Pudjiastuti jadi bungkus gorengan 

Jakarta (SIB)

Dokumen permohonan pembuatan KTP eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti di Kantor Kecamatan Pangandaran viral di media sosial karena dijadikan bungkus gorengan. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta setiap warga memusnahkan surat-surat yang sudah tak terpakai agar aman.

"Surat keterangan itu kan untuk penduduk. Bila sudah tidak dipakai dimusnahkan oleh penduduknya biar aman," ujar Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh saat dimintai konfirmasi, Senin (27/12).

Zudan mengatakan surat-surat seperti itu sebenarnya harus disimpan dengan baik oleh tiap pemiliknya. Pasalnya, ada data-data penting seperti nomor induk keluarga (NIK) hingga nomor kartu keluarga (KK) dalam surat tersebut.

"Pada prinsipnya semua dokumen yang ada NIK dan nomor KK harus disimpan dengan baik oleh setiap pihak yang berkepentingan," tuturnya.

Lebih lanjut, Zudan membenarkan dokumen Susi yang dijadikan bungkus gorengan adalah dokumen yang dibuat dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil) setempat.

"Dokumen tersebut adalah dokumen yang dibuat oleh dinas dukcapil yang berupa surat keterangan yang diberikan dan dipegang oleh masyarakatnya," imbuh Zudan.

Sebelumnya, sebuah dokumen berfoto eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti menjadi viral karena dijadikan bungkus gorengan.

Dokumen yang terdapat foto Susi Pudjiastuti dengan dua gorengan bakwan di atasnya ini viral di media sosial Twitter.

Dokumen tersebut menampilkan permohonan pembuatan KTP Susi Pudjiastuti di Kantor Kecamatan Pangandaran. Hingga Senin (27/12), unggahan di Twitter tersebut sudah mendapat 11.200 suka dengan 1.827 retweet dan 421 tweet kutipan.

Susi Pudjiastuti juga sudah angkat bicara terkait dokumen pengajuan KTP-nya viral di media sosial karena dijadikan bungkus gorengan. Apa katanya?

"Kawan-kawan beberapa hari ini saya di mention, DM (direct messages), dan lain-lain, semua tanya apa pendapat saya tentang hal ini (dokumennya dijadikan bungkus gorengan)? Saya harus berpendapat apa? Hal seperti ini bukannya sudah biasa terjadi?" tulis Susi di akun Twitter pribadinya, Senin (27/12).

Susi menyebut hal seperti ini sudah sering terjadi. Dia mengaku bingung harus mengadukan ke mana terkait masalah itu.

"Protes ke mana? Ke siapa? Setiap hari kita dapat WA pinjol, investasi, promo dan lain-lain, semua tahu nomor kita, data kita” lanjut Susi. (detikcom/c)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Headlines

Bantuan Kemanusiaan Presiden RI Diterima Pemkab Tapteng

Headlines

Wagub Sumut Surya Ikuti Rakor Penyaluran Bantuan Presiden bagi Korban Bencana

Headlines

PSEL Medan Raya Mulai Dipersiapkan, Pemko Medan Bebaskan Lahan dan Siapkan Anggaran 2026

Headlines

Bupati Deliserdang Sidak Delimas, Tegaskan Aset Daerah Harus Diamankan

Headlines

Pemko Medan Bersama Kemendargri Gelar Rapat Koordinasi Kerusakan Akibat Bencana Banjir

Headlines

Dipimpin Mendagri, Rico Waas Ikuti Rakornas Mitigasi Bencana dan Persiapan Nataru 2026