260 Juta Warga China Tetap Mudik Jelang Imlek di Tengah Gejolak Omicron

Redaksi - Senin, 31 Januari 2022 08:49 WIB
Foto: Chinatopix via AP
ANTRE BELI TIKET: Pemudik mengantre untuk membeli tiket di stasiun kereta api kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, China, Jumat (28/1). Warga China tetap mudik ke kampung halamannya untuk merayakan Tahun Baru Imlek, yang merupakan hari li

Beijing (SIB)

Ratusan warga China tetap mudik ke kampung halamannya untuk merayakan Tahun Baru Imlek, yang merupakan hari libur keluarga terbesar di negara itu. Tradisi itu tetap berlangsung di tengah imbauan pemerintah agar masyarakat tetap di rumah untuk menekan penyebaran Covid-19.

Seperti dilansir Associated Press, Minggu (30/1) libur panjang, yang dimulai dengan Malam Tahun Baru Imlek pada hari Senin (31/1) biasanya mendorong ratusan juta orang yang merantau kembali ke kampung halamannya.

Menurut data resmi, sekira 260 juta orang melakukan perjalanan sejak liburan dimulai pada 17 Januari lalu. Jumlah tersebut lebih sedikit dari sebelum pandemi, tetapi naik 46% dibandingkan tahun lalu. Pemerintah China memperkirakan total ada 1,2 miliar perjalanan selama musim liburan, naik 36% dari tahun lalu.

"Saya tahu kami didorong untuk menghabiskan Tahun Baru di Beijing, tetapi saya belum kembali ke rumah selama tiga tahun. Orangtua saya semakin tua dan menantikan saya," kata Wang Yilei, yang mudik ke kampung halamannya di Tangshan, di sebelah timur ibu kota.

Diketahui, ibu kota China, Beijing memperketat kontrol untuk menahan penyebaran wabah virus corona menjelang pembukaan Olimpiade Musim Dingin minggu depan. Seperti dilansir AFP, Minggu (30/1) Beijing mencatat jumlah kasus baru Covid-19 tertinggi selama satu setengah tahun terakhir. Menurut Komisi Kesehatan Nasional (NHC), pada Minggu (30/1) tercatat ada 20 kasus Covid-19 baru di Beijing.

Jumlah ini adalah yang tertinggi di kota itu sejak Juni 2020 lalu. Otoritas kota telah melakukan lockdown beberapa kompleks perumahan, sementara pejabat di distrik Fengtai - tempat sebagian besar infeksi hari Minggu terdeteksi - telah mulai menguji sekitar 2 juta orang. NHC mengatakan pada hari Minggu (30/1) ada 54 kasus lokal baru secara nasional.

Pencegahan ketat ini membuat siapa saja yang hendak melakukan perjalanan wajib menunjukkan hasil negatif Covid-19 dalam waktu 48 jam sebelum keberangkatan. "Kami harus pulang ke rumah untuk Tahun Baru selama kami bisa, jika kebijakan pencegahan setempat memungkinkan kami melakukannya," kata Wu Jinpeng, seorang mahasiswa yang sedang dalam perjalanan dari pulau selatan Hainan ke kampung halamannya di dekat Beijing.

Beberapa pelancong menghadapi kemungkinan perintah karantina jika mereka tiba dari daerah yang dianggap berisiko tinggi terinfeksi. Mereka dilacak oleh aplikasi ponsel yang mencatat riwayat perjalanan dan hasil testing. "Saya menelepon hotline pemerintah di kota asal saya dan mereka mengatakan saya bisa kembali, selama 'kode kesehatan' saya masih hijau," kata Sun Jinle, seorang pegawai bank dari Qinhuangdao, timur Beijing. "Jika saya tinggal di Distrik Fengtai Beijing maka saya tidak bisa (pulang)," kata Sun. "Untungnya, saya tinggal di Distrik Tongzhou," yang tidak memiliki larangan bepergian. (AFP/detikcom/d)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Headlines

Buka Pasar Murah Imlek, Rico Waas: Medan Adalah Simbol Keberagaman Indonesia

Headlines

KAI Divre I Sumut Sediakan 42 Ribu Kursi Dukung Kelancaran Libur Imlek

Headlines

Tanjungmorawa Tuan Rumah Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Deliserdang

Headlines

185 Warga Tionghoa di Perbaungan dan Kota Pari Terima Bantuan Sembako Imlek

Headlines

Untuk Mudik Lebaran 2026, KAI Divre I Sumut Sediakan 5.616 Tempat Duduk Per Hari

Headlines

Arus Balik Nataru, Ribuan Kendaraan Padati Jalan Sisingamangaraja Medan