Rusia Tuduh AS Bangun Lab Biologis Ilegal di RI

* Pasukan Rusia Temukan Bungkus Indomie di Ukraina
Redaksi - Selasa, 31 Mei 2022 09:15 WIB
Foto: Ist/harianSIB.com
Kepala Pasukan Perlindungan Radiasi, Kimia, dan Biologi Rusia, Igor Kirillov.

Jakarta (SIB)

Kepala Pasukan Perlindungan Radiasi, Kimia, dan Biologi Rusia, Igor Kirilov, menyatakan Amerika Serikat (AS) membuat lab eksperimen biologis ilegal di Indonesia.

Ia mencurigai angkatan laut “Negara Paman Sam” melakukan penelitian biologis yang mencurigakan di Indonesia berdasarkan persetujuan pemerintah AS yang berpusat di Washington DC.

Kirilov menyatakan percobaan ilegal itu telah dihentikan pemerintah Indonesia pada 2010 silam. "Pendekatan yang tak bisa diterima seperti itu, dengan persetujuan diam-diam dari pemerintah AS, adalah norma bagi perusahaan farmasi besar.

Karena banyak pelanggaran, pemerintah Indonesia pada 2010 menghentikan kegiatan penelitian di US Navy Medical Center di Jakarta," kata Kirillov seperti dikutip RIA Novosti.

Dalam pernyataan tersebut, Kirilov menilai AS melakukan pekerjaan di fasilitas laboratorium di Jakarta di luar kerangka program penelitian yang disepakati dua negara. Ahli bedah Angkatan Laut AS disebut melakukan operasi pada 23 pasien lokal di kapal rumah sakit. Tindakan itu dilakukan tanpa berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Indonesia.

Dikatakannya, awak kapal rumah sakit disinyalir diam-diam mengekspor sampel darah yang diambil dari puluhan pasien Indonesia dan mengangkut tiga anjing gila dari Sumatera Barat tanpa izin.

"Anehnya bahan-bahan yang mereka terima digunakan untuk kepentingan perusahaan farmasi Gilead, yang berafiliasi dengan Pentagon, yang sedang menguji obat-obatan, termasuk di wilayah Ukraina dan Georgia," ujar Kirillov.

Gilead Science adalah perusahaan farmasi di Foster City, California. Perusahaan ini memang tercatat beberapa kali menjalin kerja sama dengan Kemenhan AS, di antaranya produksi massal obat flu burung H5N1 dan Covid-19.

Saat dikonfirmasi ke Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, bagian media perwakilan Negara Beruang Merah itu enggan menanggapi lebih lanjut. Bagian Media Kedutaan Rusia di Jakarta, Denise Tetyushin menganjurkan agar menanyakan langsung ke media massa yang memuat awal pernyataan Kirilov tersebut.

"Mereka yang mempersiapkan journalist investigation itu," kata Denise saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (30/5). Dia pun membagi tautan liputan investigasi Sputnik yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. "Kami tidak ada tanggapan tambahan," kata Denise.

Selain itu, CNNIndonesia.com pun mencoba mengonfirmasi ke Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Teuku Faizasyah, perihal tudingan Kirilov tersebut.

Namun, hingga berita ini ditulis yang bersangkutan belum merespons. Di satu sisi, mengutip dari artikel Detik X yang dimuat 11 April 2022, Faiza menduga tudingan itu terkait proyek NAMRU-2. "Ini terkait kerja sama NAMRU-2 [(Unit Penelitian Medis Angkatan Laut AS]," kata Faizasyah seperti dimuat kala itu.

Pihaknya menduga tudingan Rusia dialamatkan kepada laboratorium Angkatan Laut Amerika Serikat yang ditutup pemerintah pada Oktober 2009. Kerja sama itu terjalin sejak 1970 antara Angkatan Laut Amerika Serikat dan Kementerian Kesehatan. Ia menjawab hal tersebut merespons pernyataan Kirilov pada Maret lalu. Merespons pernyataan Kirilov juga, Juru bicara Duta Besar AS di Indonesia, Michael Quinlan, membantah tudingan Rusia yang berujung pada spekulasi keberadaan Namru-2.

Menurut Quinlan, tuduhan itu merupakan propaganda yang sengaja disebar Kremlin--pusat pemerintahan Rusia-- untuk membingungkan publik atas tindakan yang dilakukan mereka di Ukraina, Georgia, dan beberapa tempat lainnya di Eropa.

Sebagai informasi, NAMRU-2 merupakan laboratorium biologi Angkatan Laut AS yang ada d Jakarta dari 1970 hingga 2009.

Namun pada 2009, Kemenkes melarang laboratorium tersebut beroperasi karena dianggap mengancam kedaulatan Indonesia.

Temukan Indomie

Sementara itu, pasukan Rusia menyisir desa Troitskoye, Ukraina yang menjadi salah satu lokasi invasi. Di lokasi tersebut ditemukan sampah sisa makanan hingga mi instan Indomie. Dilansir dari media lokal Rusia, RIA Novosti, Minggu (29/5) sisa-sisa perbekalan asing ditemukan di bekas markas besar pasukan Ukraina di desa Troitskoye yang dekat kota Popasnaya. Lokasi ini tadinya dikuasai oleh para pejuang Republik Rakyat Lugansk.

Troitskoe berada di bawah kendali pasukan keamanan Ukraina selama delapan tahun. Dalam perjalanan menuju desa ada garis demarkasi. Di gedung yang berfungsi sebagai markas pasukan keamanan Ukraina. Ria Novosti melaporkan banyak paket makanan kosong dan kotak yang tidak tersentuh di gedung. Semuanya buatan luar negeri. Termasuk ada pula mi instan Indomie yang dikenal sebagai produk Indonesia.

"Anda tidak dapat membeli barang-barang seperti itu di Ukraina: keripik kering Amerika, muesli Inggris, batangan sereal dan teh, wafel, mie instan, dan gula dari negara lain. Juga berserakan bungkus rokok dan tas Duty Free," tulis laporan tersebut.

Ria Novosti juga merilis video yang menunjukkan tentara Rusia menunjukkan beberapa barang tersebut, salah satunya terlihat Indomie di sekitar lokasi. Menurut para pejuang resimen Cossack senapan bermotor keenam yang dinamai Matvey Platov, ini mungkin indikasi adanya tentara bayaran asing di lokasi tersebut. Militer Luhansk juga percaya bahwa instruktur Barat melatih militer Ukraina. (RiaNovosti/CNNIndonesia.com/detikcom/c)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Headlines

Mi Instan Indomie Ditarik dari Taiwan, BPOM Pastikan Aman di Indonesia

Headlines

3 Varian Indomie Ditarik di Australia, Begini Penjelasan Kepala BPOM RI

Headlines

Selidiki Zat Pemicu Kanker di Indomie Rasa Ayam Spesial, Kemendag akan Gandeng KDEI Taiwan

Headlines

Ikuti Taiwan, Malaysia Tarik Indomie Rasa Ayam Spesial dari Peredaran

Headlines

Rusia Gempur Pabrik Perangkat Militer di Ibu Kota Ukraina

Headlines

Ukraina Peringatkan Ancaman Perang Dunia III