Jakarta (SIB)
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengajak anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meneriakkan 'lanjutkan' di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi merespons hal itu dengan berbicara soal Indonesia sebagai negara demokrasi.
Teriakan 'lanjutkan' itu terdengar saat Bahlil mengakhiri sambutannya sebagai Ketua Dewan Pembina Hipmi di acara perayaan 50 tahun Hipmi.
Dia menyampaikan sambutan setelah laporan dari Ketum Hipmi Mardani H Maming dan sebelum sambutan dari Jokowi.
Maming juga sebelumnya meneriakkan kata 'lanjutkan' di akhir laporannya.
Bahlil awalnya meminta audiens berteriak yel-yel Hipmi. Ajakan itu disambut meriah kader Hipmi.[br]
"Kalau saya bilang pengusaha pejuang, teman-teman bilang pejuang pengusaha. Kalau saya bilang Hipmi, bilang jaya. Saya mohon maaf harus memimpin ini," ujar Bahlil dalam sambutannya di acara perayaan 50 tahun Hipmi, Jumat (10/6).
Bahlil langsung meneriakkan yel-yel itu dan kemudian diikuti kader Hipmi.
"Pengusaha pejuang," teriak Bahlil.
"Pejuang pengusaha," balas kader Hipmi.
"Hipmi," teriak Bahlil.
"Jaya," balas kader Hipmi.
Barulah kemudian Bahlil mengajak para peserta untuk meneriakkan 'lanjutkan'. Kader Hipmi pun riuh meneriakkan kata 'lanjutkan'.
"Setuju untuk lanjutkan?" teriak Bahlil.
"Lanjutkan," timpal para peserta.
"Paten kali kalian, untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," tutup Bahlil.
HATI-HATI
Jokowi merespons teriakan 'lanjutkan' di acara perayaan 50 Tahun HIPMI. Dia mewanti-wanti saat ini merupakan tahun politik.
"Tadi banyak yang menyampaikan 'lanjutkan', 'lanjutkan'. Hati-hati ini tahun politik. Bapak Ibu yang menyampaikan 'lanjutkan', 'lanjutkan', saya yang didemo," kata Jokowi dalam sambutannya di perayaan 50 tahun HIPMI, Jumat (10/6).
Jokowi lantas menceritakan saat Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengembuskan usulan perpanjangan masa jabatan presiden. Isu itu lantas memantik demo besar-besaran.
"Pertama menyampaikan Pak mantan Ketua HIPMI, Pak Menteri Investasi. Karena alasan ini ini ini lanjutkan. Besoknya nggak ada sehari, saya didemo besar-besaran. Lho yang ngomong bukan saya, yang didemo saya, demo dong Pak Bahlil," ujar Jokowi.[br]
Jokowi meminta kader HIPMI untuk lebih berhati-hati di tahun politik ini. Sebab, kata Jokowi, dirinya lah yang bakal didemo oleh masyarakat jika usulan lanjutkan itu terus disuarakan.
"Nanti sama kalau nggak saya jawab, bukan HIPMI yang didemo tapi saya. Hati-hati sekali lagi ini tahun politik," ujarnya.
Jokowi menangkap maksud teriakan 'lanjutkan' Hipmi sebagai pesan untuk melanjutkan program-program pemerintahan sebelumnya. Dia menyatakan siapa pun yang menjadi pemimpinnya, itu tak jadi masalah.
"Tapi saya nangkap yang dimaksud lanjutkan itu adalah programnya, pemimpinnya siapa pun terserah. Tapi yang dilanjutkan adalah programnya. Supaya ada kontinuitas supaya ada keberlanjutan," kata Jokowi.
Jokowi tidak ingin program pemerintah berjalan di tempat karena tidak ada spirit keberlanjutan. Jokowi mengibaratkan hal tersebut seperti jenjang sekolah dari SD sampai universitas.
"Jangan sampai pemimpin satu sudah mengerjakan tidak dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya. Ini yang bahaya. Dan selalu kalau seperti itu mulai terus dari TK terus. Sudah ke SMP, ke SMA, mulai lagi dari TK lagi. Kapan kita sampai ke lulus universitas," ujar Jokowi.
Mantan Gubernur DKI itu lantas mengingatkan tantangan besar yang dihadapi Indonesia. Jokowi menegaskan agenda politik tak boleh menambah suasana ketidakpastian.[br]
"Dan problemnya sekarang ini bukan problem yang enteng. Semua negara mengalami hal yang sama ketidakpastian.
Jangan sampai juga karena kita nanti ada perhelatan pemilu dan pilkada, ketidakpastian itu tambah lagi," imbuhnya. (detikcom/c)