Jakarta (SIB)
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tampil sebagai juara Indonesia Masters 2022. Mereka menang dua gim langsung atas Liang Wei Keng/Wang Chang di final.
Dalam pertandingan final di Istora Senayan, Minggu (12/6) sore WIB, Fajar/Rian menang 21-10, 21-17 atas Liang/Wang.
Ganda putra peringkat delapan dunia itu butuh waktu 36 menit untuk menyudahi perlawanan wakil China.
Permainan cepat diperagakan kedua pasangan di awal gim pertama. Sempat dapat perlawanan alot di awal, Fajar/Rian yang tampil agresif kemudian merebut tujuh angka beruntun untuk unggul 11-3 saat interval.
Unggul jauh tak membuat Fajar/Rian mengendur. Sebuah drop shot dari Rian berbuah lucky ball yang memberi mereka keunggulan 17-7.
Smes menyilang dari Rian menghasilkan game point di kedudukan 20-10. Fajar/Rian kemudian mengunci gim pertama dengan keunggulan 21-10 setelah pengembalian Liang terlalu memanjang ke belakang.[br]
Liang/Wang tampil lebih agresif di awal gim kedua. Sempat mampu membendung serangan-serangan pasangan China, Fajar/Rian yang sempat unggul 5-2 kemudian ditikung dan balik tertinggal 6-8.
Wang memenangi duel di depan net melawan Fajar. Liang/Wang unggul 11-9 atas Fajar/Rian di interval gim kedua.
Fajar/Rian meraih satu demi satu poin untuk mengejar ketertinggalan tiga poin dari Liang/Wang. Mereka memenangi sebuah reli seru untuk berbalik unggul 15-14 atas Liang/Wang.
Laju tujuh poin beruntun yang diraih Fajar/Rian memberi mereka keunggulan 18-14. Fajar/Rian akhirnya menang 21-17 usai pengembalian Rian yang tak disangka pasangan China mendarat di bagian lapangan yang kosong.
Ssayang, hasil tersebut tak diikuti wakil Indonesia lainnya di final. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dipaksa wakil China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan 18-21, 12-21.
Hasil final Indonesia Masters 2022:
Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong vs Thom Gicquel/Delphine Delrue 21-13, 21-14
Viktor Axelsen vs Chou Tien Chen 21-10, 21-12
Chen Yu Fei vs Ratchanok Intanon 21-16, 18-21, 21-15
Chen Qing Chen/Jia Yi Fan vs Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti 21-18, 21-12
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Liang Wei Keng/Wang Chang 21-10, 21-17
GANTUNG RAKET
Greysia Polii menjalani momen penting di Istora Gelora Bung Karno, Minggu (12/6). Di sini, Greysia resmi gantung raket.[br]
Rangkaian acara, yang digelar sebelum final Indonesia Masters 2022, ditutup dengan kata-kata perpisahan dari juara Olimpiade Tokyo 2020 tersebut.
Pada acara itu pula berbagai sajian hiburan dilangsungkan. Ketua Umum PBSI Agung Fiman Sampurna, serta Menpora Zainudin Amali turut hadir.
Menpora sempat memberikan jaket berwarna hitam yang dikenakannya kepada Greysia Polii sebagai bentuk penghomatan kepada atlet sarat prestasi tersebut.
Acara kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan video perjuangan Greysia setelah 30 tahun berkarya di bulutangkis. Dari usia 5 tahun hingga akhirnya ia mengakhiri di usia 35 tahun.
"Perjalanan panjang dan butuh 30 tahun dan itu tak lepas dukungan masyarakat, keluarga, saya betul-betul berterima kasih," tutur Greysia.
Greysia menyebut, perjalanan kariernya yang bertahan hingga 30 tahun tak mudah untuk ia lewati. Jatuh bangun ia alami, hingga pernah nyaris ingin berhenti. Tapi itu semua berhasil dia lewati.
"Tidak jarang saya sangat letih dan betul-betul tak ingin melanjutkan. Sebab, tak terbayang pengorbanan, enggak mau jadi apa umur lima tahun. Tapi kasih dan cinta dari Indonesia yang terus menerus memberi saya kekuatan," ucapnya.
"Hari demi hari saya terus memaksakan diri untuk setia untuk memberikan paling terbaik yang saya bisa. Terima kasih Tuhan untuk kenangan akhir yang manis," ujar Greysia.
Dalam momen itu pula Gresyia mengucapkan terima kasih kepada orang-orang tercintanya, yaitu mama dan suaminya.[br]
"Saya ingin berterima kasih kepada Tuhan Yesus yang selalu berikan kekuatan pada saya. Saya ingin berterimakasih kepada mama saya.[br]
Dukungan mama yang luar biasa, 'Akhirnya ya mah mimpi kita tercapai'." kata Greysia yang juga menyampaikan terima kasih kepada sang suami hingga Apriyani Rahayu, pasangannya menjadi juara Olimpiade Tokyo 2020, sekaligus mengukir sejarah untuk ganda putri Indonesia.
Sebelumnya pada laga eksebisi, ia masuk dalam Tim A. Di gim pertama, ia bermain tiga lawan tiga. Greysia berpasangan dengan Anthony Sinisuka Ginting, dan Wang Chi-Lin. Mereka berhadapan dengan Hendra Setiawan, Tai Tzu Ying, dan Jonatan Christie. Hasilnya, Tim Polii menang 11-8 di gim pertama.
Berlanjut ke gim kedua, Greysia Polii yang berpasangan Yuta Watanabe juga meraih kemenangan yang sama. Mereka menang melawan Wang Yilyu/Popor Sapsire.
Meskipun di pertengahan pertandingan, mereka harus jatuh bangun untuk merebut poin demi poin. Tapi akhirnya, Greysia/Yuta menang 11-10.
Di game terakhir, Greysia kemudian bermain kembali dengan format empat lawan empat. Salah satunya, pemain Jepang Misaki Matsutomo dan Huang Dongping. Hasilnya, tim Greysia Menang 7-5. (Detiksport/c)