Kolombo (SIB)
Staf imigrasi bandara Sri Lanka mencegah presiden Gotabaya Rajapaksa agar tidak bisa kabur dari negara itu.
Sebagaimana dilansir South China Morning Post (SCMP), Selasa (12/7) Rajapaksa dikabarkan mencoba kabur ke luar negeri sebelum ia mundur dari kepemimpinan Sri Lanka. Ia ingin kabur agar terhindar dari kemungkinan ditahan.
Pekerja imigrasi mencegah Rajapaksa kabur dengan cara menolak masuk ke ruang VIP untuk memberikan cap di paspor Rajapaksa. Rajapaksa sendiri bersikeras ia tidak bakal menggunakan fasilitas publik jika ingin bepergian.[br]
Rajapaksa dan istrinya juga disebut-sebut sempat mengungsi di pangkalan militer yang berada di samping bandara internasional Kolombo, setelah keduanya melewatkan empat penerbangan ke Uni Emirat Arab.
Sementara itu, adik Rajapaksa, Basil Rajapaksa, juga tidak bisa masuk dalam penerbangannya menuju Dubai pada Selasa (12/7) karena masalah yang sama.
Basil mencoba menggunakan layanan berbayar untuk tamu bisnis, tetapi bandara dan staf imigrasi mengatakan mereka tidak lagi menjalankan layanan tersebut.[br]
"Beberapa penumpang memprotes masuknya Basil ke dalam penerbangan mereka.
Situasi menjadi tegang, jadi dia langsung buru-buru pergi dari bandara," kata seorang pekerja bandara.
Seorang sumber diplomatik mengatakan Basil harus membuat paspor baru akibat demonstrasi di kediaman Rajapaksa pada Sabtu (9/7).
Basil sendiri memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat. Sampai saat ini, kantor kepresidenan Sri Lanka masih belum memberikan informasi terkait keberadaan Rajapaksa.
Akibat demonstrasi Sabtu lalu, Rajapaksa mengatakan bakal mengundurkan diri pada Rabu (13/7). Meski demikian, ia masih menjabat sebagai panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Sri Lanka. Seorang sumber pertahanan mengatakan Rajapaksa mungkin bisa kabur dari Sri Lanka menggunakan kapal Angkatan Laut ke India atau Maldives.[br]
Pada Sabtu (9/7), kerumunan massa menyerbu rumah Rajapaksa untuk menuntut pemimpin Sri Lanka itu berhenti dari jabatannya. Massa kemudian berhasil menguasai rumah Rajapaksa yang penuh dengan kemewahan.
Terlihat beberapa pendemo berenang di kolam renang kediaman Rajapaksa, bermain piano, bahkan melakukan piknik di rumah orang nomor satu Sri Lanka itu.
20 Juli Pemilihan Presiden Baru
Sementara itu, Parlemen Sri Lanka akan kembali menggelar sidang setelah aksi protes besar-besaran memaksa Presiden Gotabaya Rajapaksa meninggalkan kediamannya dan akhirnya setuju untuk mengundurkan diri, kata juru bicara pemerintah Mahinda Yapa Abeywardena Senin (11/7) waktu setempat.
Sebanyak 225 anggota parlemen akan bersidang pada Jumat (15/7) untuk mengajukan nominasi menggantikan Rajapaksa sebagai presiden yang akan mengundurkan diri secara resmi pada Rabu (13/07).[br]
Pemungutan suara untuk pemilihan presiden baru akan berlangsung sepekan kemudian atau tepatnya pada Rabu, 20 Juli 2022, menurut jubir itu.
"Selama pertemuan pemimpin partai yang diadakan hari ini (11/7), disepakati bahwa penting untuk memastikan pemerintahan semua partai yang baru sesuai dengan konstitusi dan untuk melanjutkan layanan publik," kata Abeywardena.
Kantor perdana menteri mengatakan hari Senin (11/07) bahwa seluruh kabinet juga akan mundur untuk memberi jalan bagi pemerintahan baru setelah partai-partai oposisi mencapai kesepakatan tentang kemungkinan koalisi. (dpa/Rtr/SCMP/detikcom/d)