Kakak-Beradik Ini Sempat-sempatnya Mengecek Ladang

- Minggu, 02 Februari 2014 20:42 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/02/hariansib_Kakak-Beradik-Ini-Sempat-sempatnya-Mengecek-Ladang-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/detikcom
Jaka
Karo(SIB)- Di tengah gemuruh Gunung Sinabung yang sedang mengeluarkan awan panas, sepasang kakak beradik malah terlihat santai sambil mendorong motor. Mereka ternyata baru saja mengecek ladang yang ditinggal karena mengungsi.Kedua kakak beradik itu bernama Reva (kakak) dan Jaka (adik). Mereka baru saja mengecek ladang kebun mereka di daerah Desa Kabayak, Karo, Sumatera Utara. Ladang mereka berjarak 5 kilometer dari gunung Sinabung."Bang tolong kami lah, kami kehabisan bensin," kata Jaka saat dilintasi rombongan detikcom di Desa Perteguhan, Minggu (2/2/2014).Kedua kakak beradik itu adalah warga Dese Suka Tepu. Untuk mengecek ladang, mereka harus berjalan mengitari desa Sigarang Garang yang pada Desember lalu dihantam awan panas hingga bagaikan kota mati."Boleh minta bensin bang?" tanya Jaka dikutip dari detikcom.Tetapi sayang, ketiadaan peralatan membuat kedua kakak beradik itu gagal mendapatkan bensin dari rombongan wartawan. Alhasil, sang kakak mencari bensin di desa terdekat. Jarak dari lokasi pertemuan hingga menemukan bensin ditempuh dengan jarak 10 kilometer."Tolong lah temani saya, takut juga saya kalau tiba-tiba gunung meletus. Lihat itu gunung sudah batuk-batuk," pinta Jaka supaya ditemani.Sembari menunggu sang kakak mencari bensin, Jaka bercerita kalau ladangnya sudah dihancurkan awan panas. Tomat, kentang dan sayuran lain yang Jaka tanam tidak bisa dipanen."Habis semua ladang kita, pas pulang sial pula motor kita mogok," ucap Jaka dengan kesal.Setelah 60 menit menunggu, sang kakak datang juga dengan membawa bensin. Lantas, motor yang tadinya mogok sudah bisa dikendarai lagi.Dari kejauhan terdengar suara seperti pesawat. Tapi ternyata itu adalah suara Gunung Sinabung yang erupsi pada pukul 14.00 WIB. Kedua kakak beradik dan rombongan pun langsung tancap gas.Gemuruh Gunung menjadikan tanda berakhirnya pertemuan dengan kakak beradik yang sempat kena mogok itu. Awan hitam dari arah gunung pun semakin pekat.(detikcom/OL2)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Usai Diguncang Gempa Besar, Kamchatka Rusia Dihantam Erupsi Gunung Api

Headlines

Rapat Paripurna DPRD Sumut Penyampaian Ranperda RPJMD "Hujan" Interupsi Akibat Minim Kehadiran OPD

Headlines

Gunung Lewotobi Erupsi, 115 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali Batal

Headlines

Bandara Bali Lumpuh Sehari, 90 Penerbangan Dibatalkan Akibat Erupsi

Headlines

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Terjadi pada Kamis

Headlines

Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Warga Diimbau Waspada