Pesan Presiden Olimpiade di KTT G20: Olahraga Jangan Dipolitisasi karena Perang

Redaksi - Rabu, 16 November 2022 10:33 WIB
(Foto: IOC/Greg Martin)
Presiden IOC Thomas Bach menyampaikan pidato dalam makan siang Pemimpin G20 dalam KTT di Bali, Selasa (15/11/2022).

Nusa Dua (SIB)

Pelaksanaan Olimpiade 2020 ditunda setahun karena pandemi Covid-19. Setelah sempat tertunda, Olimpiade akhirnya dilaksanakan pada 2021 lalu di Tokyo.

Setelah berhasil melewati pandemi, kini muncul tantangan lainnya yaitu perang Rusia-Ukraina.

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach menuturkan, pertandingan olahraga ini sesungguhnya membawa semangat solidaritas dan kebersamaan.

“Hari ini, tantangan lomba olimpiade adalah konsekuensi agresi Rusia terhadap Ukraina. Pelanggaran Rusia atas piagam olimpiade dengan melanggar resolusi gencatan senjata olimpiade yang diadopsi secara bulat oleh anggota PBB,” jelas Bach di sela jamuan makan siang bersama delegasi KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11).

Dalam pidatonya, Bach juga menentang adanya politisasi olahraga.

Jika politisasi ini dijadikan norma, mustahil olahraga menjadi sarana untuk mempersatukan berbagai bangsa.

Jika olahraga dipolitisasi, pertandingan olahraga internasional dapat hancur.

Di tengah maraknya pertikaian saat ini, tugas pihaknya itu jelas untuk mempersatukan dunia dan tidak memperparah perpecahan.

“Untuk mewujudkan bangsa yang bersatu, IOC harus bersih dari politisasi dan mengizinkan semua atlet dari seluruh dunia terlepas dari konflik politik,” ujarnya.

Dia juga meminta para pemimpin dunia yang hadir dalam G20 untuk mendukung netralitas politik dalam kompetisi olahraga ini, khususnya kepada Prancis, Italia, Amerika Serikat, dan Australia yang akan menjadi tuan rumah olimpiade yang akan datang.

Dia juga mengingatkan apa yang pernah disampaikan Sekjen PBB Antonio Guterres bahwa semangat olimpiade mempromosikan perdamaian pada dunia.

“Jangan abaikan misi persatuan berharga Olimpiade dan Paralimpiade ini di saat ketika dunia memerlukan lebih banyak perdamaian dan solidaritas,” pungkasnya. (Merdeka/d)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Headlines

Jumlah Korban Penculikan Sekolah Kristen di Nigeria Jadi 303 Siswa

Headlines

Pembukaan Olimpiade Paris 2024, Kontigen Indonesia Seperahu dengan India dan Iran

Headlines

Olimpiade Paris 2024 Resmi Dibuka, Defile Diikuti 10.500 Atlet di Sungai Seine

Headlines

Biden Ketemu PM Li di KTT G20: Saya Tak Ingin Mengekang China

Headlines

Deklarasi, KTT G20 India Tidak Mengecam Perang di Ukraina

Headlines

Jokowi: Bumi Kita Tengah Sakit