Kasus Pilot WNI Ditangkap, Polri Kirim 8 Personel ke Filipina

Redaksi - Rabu, 11 Januari 2023 10:29 WIB
Foto/SINDOnews
Polri mengirimkan delapan personel ke Filipina untuk menangani kasus WNI yang ditangkap karena kepemilikan senjata api (senpi) ilegal. 

Jakarta (SIB

Pilot asal Indonesia bernama Anton Gobay ditangkap otoritas Filipina terkait masalah senjata api ilegal.

Polri mengirimkan delapan personel ke Filipina untuk berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Polri dalam hal ini telah menyiapkan dan telah mengirimkan delapan personel yang terdiri dari Baintelkam, Bareskrim, dan Divisi Hubinter di bawah koordinasi Divhubinter, delapan personel ini akan menuju Kota Manila, Filipina, untuk berkoordinasi dengan otoritas negara Filipina," kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (10/1).

Ramadhan mengatakan, pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan di Filipina. Dia bakal menyampaikan perkembangan kasus ini.

"Sekali lagi kita menghargai proses hukum kepolisian Filipina dan nanti begitu sampai delapan personel yang dikoordinasi oleh Divisi Hubinter akan berkoordinasi dan nanti hasilnya akan kita sampaikan," ujarnya.

Sebelumnya, Polri menerangkan pilot asal Indonesia (WNI) Anton Gobay ditangkap otoritas Filipina terkait masalah senjata api ilegal.

Polri melakukan investigasi bersama polisi Filipina terkait kasus ini.

"Para pelaku tidak dapat menunjukkan dokumen kepemilikan senjata api atau ilegal. Sehingga ditahan oleh polisi setempat guna proses lebih lanjut," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin (9/1).

"Langkah selanjutnya, bila sudah ada hasil joint investigation antara penyidik Polri dan Kepolisian Filipina, akan diinfokan lebih lanjut," sambung Dedi.

Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan, Polri masih berkoordinasi dengan Kepolisian Filipina terkait penangkapan Anton Gobay.

Polri juga mengirimkan tim dari Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter), Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), dan Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) ke Filipina.

"Informasi yang saya terima dari Kadiv Hubinter (Irjen Krishna Murti, red), sesuai arahan pimpinan, bahwa hari ini tim dari Hubinter, Bareskrim dan BIK berangkat ke Filipina untuk berkoordinasi dengan KBRI dan Kepolisian Filipina, melakukan join investigasi untuk mendalami case tersebut," terang Dedi. (detikcom/d)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Headlines

Polri Gelar Rakor Guna Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Headlines

Ikuti Daring Rakor Nasional, Polres Pematangsiantar Dorong KUR dan Serapan Bulog Lindungi Petani Jagung

Headlines

Apel Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Toba 2026 di Labuhanbatu-Labura Dimulai

Headlines

Penganiayaan di Lapo Tuak Diselesaikan dengan Pendekatan Restorative Justice

Headlines

Kunker Spesifik Komisi III DPR RI di Polda Sumut Bahas Reformasi Polri dan Kejaksaan

Headlines

Bareskrim Selidiki Dugaan Saham Gorengan Usai IHSG Anjlok