Jalur Gaza Memanas, Tentara Israel dan Gerilyawan Palestina Saling Serang

* 11 Warga Palestina Tewas, 80 Orang Terluka
Redaksi - Jumat, 24 Februari 2023 09:18 WIB
(Foto: REUTERS/Raneen Sawafta)
BENTROK: Warga Palestina melempar mobil pasukan Israel dalam bentrok selama penggerebekan di Nablus di Tepi Barat yang diduduki Israel, Rabu (22/2) waktu setempat. 
Jakarta (SIB)Tentara Israel dan gerilyawan Palestina saling melancarkan serangan udara dan tembakan roket di dalam wilayah Jalur Gaza dan sekitarnya, Kamis (23/2). Ini terjadi sehari setelah serangan paling mematikan Israel di Tepi Barat dalam hampir 20 tahun.Dilansir kantor berita AFP, Kamis (23/2), sebanyak 11 warga Palestina, termasuk seorang remaja berusia 16 tahun, tewas dan lebih dari 80 orang lainnya terluka akibat tembakan ketika pasukan Israel menyerbu kota Nablus di Tepi Barat Rabu (22/2).BAWA JENAZAH: Warga Palestina membawa jenazah 10 pria yang tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel di kota Nablus, Tepi Barat, Rabu (22/2). (Foto AP/Majdi Mohammed via mercurynew)Pejabat tinggi Palestina, Hussein Al Sheikh menggambarkan serangan itu sebagai "pembantaian" dan menyerukan "perlindungan internasional untuk rakyat kami".Sebelum fajar, Kamis (23/2), gerilyawan Palestina membalas dengan menembakkan enam roket dari Gaza ke Israel.Militer Israel mengatakan, berhasil mencegat lima di antara roket-roket tersebut, sementara roket keenam jatuh di daerah tak berpenghuni.Namun, saksi-saksi dari pihak Palestina mengatakan bahwa mereka melihat setidaknya delapan roket ditembakkan.Tidak ada korban yang dilaporkan oleh layanan darurat Israel segera setelah serangan roket itu.Namun, militer Israel mengatakan bahwa roket-roket tersebut memicu sirene peringatan di kota Sderot dan Ashkelon, tidak jauh dari Jalur Gaza, sekitar pukul 04.00 waktu setempat.Kelompok militan Palestina, Jihad Islam mengaku bertanggung jawab atas serangan roket tersebut setelah meminta "pasukan perlawanan" untuk merespons "kejahatan besar" di Nablus.Dua jam kemudian, militer Israel melakukan serangan udara ke berbagai sasaran di Gaza, menimbulkan gumpalan asap hitam ke langit.Militer Israel menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa rudal-rudal Israel itu menargetkan "pabrik senjata" dan "kamp militer", yang keduanya dijalankan oleh Hamas, yang menguasai Gaza.Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengimbau untuk tenang, mengingatkan bahwa ketegangan di Tepi Barat telah mencapai tingkat paling berbahaya dalam beberapa tahun."Prioritas utama kami adalah mencegah eskalasi lebih lanjut, mengurangi ketegangan dan memulihkan ketenangan," kata pemimpin badan dunia itu. (Detikcom/c)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait