Aplikasi PeduliLindungi Dirubah Jadi SatuSehat Mulai Hari Ini

* 34 Kasus Varian Covid-19 Orthus Ditemukan di DKI
Redaksi - Rabu, 01 Maret 2023 09:27 WIB
Foto: Dok. detikcom
Ilustrasi PeduliLindungi

Jakarta (SIB)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengubah aplikasi PeduliLindungi menjadi SatuSehat. Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan maksud dari perubahan tersebut.

"Itu seluruh rumah sakit, laboratorium, apotek, klinik, dan puskesmas harus nyambung ke data kita, tapi kita nggak ubah aplikasinya. Jadi apapun aplikasinya di rumah sakitnya bisa nyambung ke kita yang penting datanya standar dan sesuai," ujar Budi usai acara Gerakan Penimbangan Bulanan Nasional Terintegrasi untuk Percepatan Penurunan Stunting, di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Selasa (28/2).

Budi mengatakan, aplikasi SatuSehat tidak hanya berisi data COVID-19, tapi juga berisikan data kesehatan lainnya.

"SatuSehat bisa stunting, vaksin, diabetes yang bisa masuk ke sana dan kita akan menjadi informasi yang menjaga kesehatan," kata Budi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, aplikasi SatuSehat juga akan menyediakan sejumlah fasilitas. Salah satunya, akan memudahkan masyarakat mendapatkan klaim BPJS.

"Karena yang download 100 juta lebih, saya sekarang lagi buat fasilitas masyarakat jadi pengen punya. Contoh ketika sakit dan perlu klaim BPJS, ada data laboratorium jadi teman-teman pengen punya kan," ungkapnya.[br]

"Menurut saya kesehatan yang bagus bukan yang sifatnya memaksa, berhasil kalau dimiliki teman-teman sendiri," imbuh dia.

Diketahui, perubahan aplikasi PeduliLindungi menjadi SatuSehat berlaku mulai hari ini, Rabu (1/3). Sebab itu, masyarakat diimbau tidak menghapus aplikasi PeduliLindungi.

Ditemukan

Terpisah, Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan temuan kasus COVID-19 subvarian Omicron CH.1.1 atau Orthrus. Saat ini, total 34 kasus ditemukan di Jakarta.

"Sudah ditemukan 34 orang positif varian Orthrus Omicron CH.1.1 di Jakarta di mana 21 orang domisili Jakarta dan 13 orang lainnya domisili luar Jakarta," kata Kepala Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, Ngabila Salama, dalam keterangannya, Selasa (28/2).

Pasien varian Orthus terdiri dari 1 orang balita, 5 orang lanjut usia (lansia), serta 28 orang dewasa. Dari 34 pasien Orthus, 10% pasien belum menjalani vaksinasi sama sekali, 15% baru menjalani dosis kedua vaksinasi COVID-19, dan 75% telah mendapat suntikan vaksinasi dosis ketiga atau booster.

"25 persen tanpa gejala, 75 persen bergejala ringan," jelasnya.

Saat ini seluruh pasien telah dinyatakan sembuh. Kasus positif Orthus terakhir ditemukan pada 9 Februari 2023.[br]

"Semua sudah sembuh dan tidak ada yang meninggal atau dirawat di RS. Terakhir ditemukan positif PCR-nya tanggal 9 Februari dan sudah sembuh," jelasnya.

Ngabila juga menjamin situasi COVID-19 di Jakarta saat ini sangat terkendali. Pasalnya, kenaikan kasus tak disertai kenaikan kematian maupun perawatan rumah sakit yang signifikan.

"Perlu tetap dipantau 2 minggu ke depan, kemungkinan besar kita sudah melalui puncak gelombang Kraken (XBB.1.5) pada 13-19 Februari 2023 kemarin. Karena kadar imunitas yang tinggi dan cukup merata yang memungkinkan Kraken, bf.7, atau varian Omicron lainnya tidak berkembang dominan di Indonesia," jelasnya.(detikcom/b)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Headlines

Kejaksaan RI Percayakan Posisi Penkum Kejati DKI kepada Dapot Dariarma

Headlines

Kejati DKI Sita Kebun Sawit dan Mobil Mewah Terkait Korupsi LPEI Rp919 Miliar

Headlines

Pidana Kerja Sosial Mulai Berlaku Januari 2026

Headlines

RS Adam Malik Peringati HKN ke-61, Wujudkan Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

Headlines

Lindungi Ginjal Melalui Deteksi Dini Penyakit Ginjal dengan Prolanis

Headlines

Proyek Normalisasi Kali Krukut Jalan Bertahap, Lahan Mulai Dibebaskan Tahun 2026