Karachi (SIB)Sebelas orang tewas akibat berdesak-desakan saat pembagian sedekah Ramadan di Kota Karachi, Pakistan, Jumat (31/3) waktu setempat. Perwira polisi setempat, Fida Janwari mengatakan pembagian sedekah tersebut didominasi wanita dan anak-anak. "Kepanikan melanda dan orang-orang mulai berlarian," katanya seperti dikutip AFP.Pembagian sedekah yang digelar di satu pabrik itu diperkirakan dihadiri oleh 600-700 orang. "Ketika mereka membuka gerbang utama, semua orang bergegas masuk," kata seorang saksi Fatima Noor (22). Saudara Fatima meninggal dalam peristiwa tersebut.Sebelumnya korban diketahui berjumlah sembilan orang yang terdiri dari enam wanita dan tiga anak-anak. Terbaru terdapat tambahan dua korban lainnya yang tewas. Asma Ahmed (30) mengatakan nenek dan keponakannya termasuk di antara yang tewas. "Setiap tahun kami datang ke pabrik untuk mendapat sedekah dari yang mengeluarkan zakat," katanya.Ahmed bercerita, saat suasana tidak terkendali, panitia mulai kewalahan dan memukuli para wanita dengan pentungan. "Mereka mulai memukuli para wanita dengan pentungan dan mendorong mereka. Ada kekacauan di mana-mana," ungkapnya. "Mengapa mereka memanggil kita jika mereka tidak bisa mengaturnya?" dia bertanya.Tiga karyawan pabrik ditangkap karena menggelar acara donasi tanpa izin kepolisian untuk mengatur pengendalian massa. Peristiwa serupa juga terjadi pekan lalu, pada hari pertama Ramadan, satu orang tewas dan delapan lainnya terluka dalam pembagian tepung di barat laut Pakistan.Ekonomi Pakistan tertatih-tatih oleh beberapa dekade salah urus keuangan dan kekacauan politik. Situasi ini diperparah oleh krisis energi global yang disebabkan oleh perang di Ukraina, dan banjir monsun tahun lalu, yang menenggelamkan sepertiga wilayah negara itu.Pakistan telah dilanda gejolak ekonomi selama berbulan-bulan. Mata uang mereka anjlok dan harga makanan pokok melonjak hampir 50 persen. Negara Asia Selatan ini juga terlilit utang dan harus memberlakukan reformasi pajak yang keras guna menghindari gagal bayar utang bailout IMF senilai USD 6,5 miliar. (AFP/CNNI/d)