Samosir (SIB)Sampai bulan Mei 2023, dana desa tahun anggaran 2023 tahap I untuk 128 desa se-Kabupaten Samosir belum cair, sehingga operasional pemerintahan desa terkendala, karena sampai sekarang, kepala desa dan perangkatnya belum gajian.Selain penggajian aparatur di desa yang terlambat, masyarakat Samosir yang saat ini mengharapkan kucuran Bantuan Langsung Tunai (BLT) juga mengalami kendala.Terkait lambatnya Pemkab Samosir mengucurkan Dana Desa tahap pertama, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Agust Karo Karo, kepada SIB Selasa (2/5) mengatakan, kendalanya ada di desa."Desa belum melaporkan hasil musyawarah desa terkait APBDes, data penerima BLT dan dana Silpa. Ini harus dilaporkan," ujarnya.Dia mengakui, sampai saat ini hampir seluruh desa di Kabupaten Samosir, belum dicairkan Dana Desa, karena laporan dari desa belum lengkap.Ia menjelaskan, untuk Kecamatan Pangururan sudah ada 4 desa yang lengkap laporannya, sehingga sudah dikucurkan Dana Desanya.Selain itu, kata Agust, untuk Kecamatan Sitiotio seluruh desa sudah dikucurkan dananya dan desa lainnya masih dalam proses pencairan.Ia menegaskan, tidak ada niat untuk menahan Dana Desa, karena merupakan hak desa yang harus digunakan untuk keperluan masyarakat dan dipertanggungjawabkan masing-masing desa.Kepala Desa Pardugul Kecamatan Pangururan, Gunawan Sinurat ketika dihubungi SIB mengakui Dana Desa belum dikucurkan ke desanya karena laporan APBDes dan laporan lainnya belum lengkap.Namun di sisi lain, Kepala Desa Panampangan Kecamatan Pangururan, Ricad Sigiro mengatakan, laporan APBDes dan berkas lainnya sudah lengkap, tetapi Dana Desanya belum dicairkan. "Kita bingung entah apalagi yang kurang," sebutnya.(FSG/d)