Pertemuan Menlu ASEAN di Jakarta, Junta Myanmar Tak Diundang

Redaksi - Sabtu, 08 Juli 2023 09:23 WIB
Foto: Marlinda/detikcom
Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi saat press briefing soal AMM. 

Jakarta (SIB)

Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN atau ASEAN Ministerial Meeting (AMM) akan digelar di Jakarta pekan depan. Pertemuan ini akan diikuti 29 negara termasuk Rusia hingga China.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi mengungkapkan, pertemuan ini akan diselenggarakan pada 11-14 Juli 2023. Akan ada 18 pertemuan dalam rangkaian acara ASEAN Ministerial Meeting/Post Ministerial Conference (AMM/PMC).

"PMC dengan India, New Zealand, Rusia, Australia, China, Jepang, Korea, Uni Eropa, UK, Kanada, AS," kata Retno dalam press briefing di Kemlu, Jakarta Pusat, Jumat (7/7).

Retno menuturkan, dirinya juga akan melakukan 13 pertemuan bilateral dengan menlu sejumlah negara. Pertemuan itu akan membahas isu kawasan ASEAN serta global.

"Negosiasi masih terus berjalan sampai saat ini dan tentunya masih akan terus berlanjut sampai pertemuan berlangsung, termasuk Joint Communique para Menlu ASEAN yang merefleksikan berbagai perkembangan kerja sama ASEAN selama setahun, prioritas kerja sama ke depan, dan isu-isu kawasan serta global yang menjadi perhatian ASEAN," paparnya.

Sementara, kehadiran Menlu Korea Utara dalam acara ini hingga saat ini belum terkonfirmasi. (mae/imk)

AMM Akan Bahas

Ada sejumlah hal yang akan dibahas dalam pertemuan para menlu dari 29 negara itu. Apa saja?

"Pertama, memperkuat penegakan prinsip-prinsip di ASEAN Charter dan berbagai tata perilaku seperti TAC (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia), SEANWFZ (Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone), maupun AOIP (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific) guna terciptanya perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kemakmuran kawasan," kata Retno LP Marsudi.

Kedua, penguatan Confidence Building Measures/CBM dan preventive diplomacy. Retno mengatakan, dalam pertemuan ini dia akan mendorong agar mekanisme China, Jepang, dan Korea dapat direvitalisasi kembali. Sebab, mekanisme ini penting bagi stabilitas dan kemakmuran kawasan.

"Ketiga, mendorong Nuclear Weapon States (NWS) untuk aksesi Protokol Traktat SEANWFZ (Zona Bebas Senjata Nuklir)," ujarnya.

Kemudian, penyelesaian guidelines untuk mempercepat penyelesaian negosiasi Code of Conducts di Laut Cina Selatan juga akan dibahas. Selain itu, pembentukan ASEAN Maritim Outlook juga akan diselesaikan dalam pertemuan ini.

Retno melanjutkan, pertemuan para menlu itu juga akan membahas kerja sama konkret dalam rangka memperkuat ketahanan pangan, arsitektur kesehatan kawasan, penguatan kerja sama maritim dan transisi energi termasuk ekosistem kendaraan listrik.

Selanjutnya, implementasi ASEAN Outlook on the Indo Pacific akan diarusutamakan dalam pembicaraan dengan negara mitra dalam pertemuan ini.

"Kedelapan, untuk pertama kalinya juga ASEAN meng-engage IORA dan PIF sebagai bagian dari pelaksanaan AOIP untuk menjaga stabilitas dan perdamaian Kawasan. Angagement dengan IORA dan PIF akan dilakukan pada KTT September nanti," ungkap Retno.

Retno mengungkapkan, hasil pembahasan dari berbagai isu ini akan disampaikan ke KTT ke-43 ASEAN pada September mendatang.

Tak Diundang

Sementara itu, Dirjen Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Sidharto Suryodipuro memastikan junta Myanmar tidak diundang dalam pertemuan itu.

"Undangan untuk Myanmar disampaikan kepada non-political representation," kata Sidharto dalam press briefing di Kemlu, Jakarta Pusat, Jumat (7/7).

Dalam pertemuan Menlu ASEAN dan negara sahabat, persoalan Myanmar juga akan dibahas.

Selain soal Myanmar, pertemuan itu akan membahas soal Zona Bebas Nuklir ASEAN hingga Laut China Selatan. (detikcom/d)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Headlines

Polisi Tangkap Tiga Pencuri Batik Senilai Rp 1,3 Miliar di JICC

Headlines

Kepolisian Negara Republik Indonesia Luncurkan 1.179 SPPG, Kapolda Sumut Hadiri Groundbreaking di Jakarta

Headlines

Bea Cukai Segel Tiga Gerai Tiffany & Co di Jakarta, Terancam Denda Hingga 1.000 Persen

Headlines

Bea Cukai Kanwil Jakarta Segel Tiga Toko Perhiasan Mewah, Diduga Langgar Administrasi Impor

Headlines

Aanmaning PN Jakpus, PT Indobuildco Harus Kosongkan Lahan Hotel Sultan dalam 8 Hari

Headlines

KPK Gelar Dua OTT Sehari, Jakarta dan Banjarmasin Kasus Berbeda