Pertemuan Menlu ASEAN-Rusia

RI Serukan Pelucutan Senjata Nuklir

* Serukan Perdamaian di Semenanjung Korea
Redaksi - Jumat, 14 Juli 2023 11:25 WIB
(Foto: Ant/Aditya Pradana Putra)
PERTEMUAN : ASEAN PMC dengan China. (dari kiri ke kanan) Menlu Vietnam Bui Thanh Son, Diplomat Senior China Wang Yi, Menlu Retno Marsudi, Menlu Malaysia Zambry Abdul Kadir, dan Menlu Brunei Darussalam Erywan Pehin Yusof berbincang sebelum Pertemu
Jakarta (SIB)Perserikatan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov. Kamis (13/7). Dalam pertemuan itu, Menlu RI Retno Marsudi menyerukan pelucutan senjata nuklir.Retno mulanya mengatakan, Rusia telah menjadi mitra dialog ASEAN selama lebih dari 26 tahun. Lima tahun lalu hubungan keduanya naik tingkat menjadi Kemitraan Strategis. Namun, menurutnya, sekarang situasi dunia telah berubah drastis."Paradigma kolaborasi dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia. Sebagai teman Rusia maupun Ukraina, Indonesia tak kenal lelah untuk menyerukan perdamaian. Kemitraan kita harus mewujudkan paradigma ini dalam tindakan nyata," kata Retno dalam pertemuan Post Ministerial Conference (PMC) ASEAN dengan Rusia, di Hotel Shangri-la, Jakarta, Kamis (13/7).Retno berharap Rusia dapat mendukung pengarusutamaan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dan kerja-kerja ASEAN dengan para mitra. Dia mengatakan, ada dua bidang kerja sama penting untuk mencapai hal ini. Pertama, kerja sama Ketahanan Pangan untuk KTT ASEAN mendatang pada bulan September."ASEAN akan mengusulkan Deklarasi Pimpinan tentang Penguatan Ketahanan Pangan dan Gizi di Tanggapan terhadap Krisis. Dukungan Rusia terhadap inisiatif ini sangat penting, mengingat status Rusia sebagai produsen biji-bijian dan pupuk dunia," tuturnya.Kedua, memastikan Zona Bebas Senjata Nuklir di Asia Tenggara. Retno mengatakan, ASEAN diharapkan untuk membuat kawasan kita menjadi lahan subur untuk perdamaian abadi dan kemakmuran inklusif."Ini tidak akan mungkin tanpa mempertahankan Asia Tenggara sebagai negara nuklir zona bebas senjata. Oleh karena itu, semua Negara Senjata Nuklir harus memajukan nonproliferasi dan perlucutan senjata nuklir," papar Retno."Untuk tujuan ini, saya mengandalkan Rusia untuk segera menyetujui protokol SEANWFZ mungkin," imbuh dia.Sementara itu, Lavrov menegaskan dukungan Rusia terhadap sentralitas ASEAN dalam pembangunan infrastruktur kawasan inklusif di Indo-Pasifik sebagai fondasi keamanan dan kemakmuran, berdasarkan prinsip-prinsip Piagam PBB.Dalam pertemuan, negara-negara ASEAN mendorong penguatan kerja sama ekonomi, energi dan keamanan pangan melalui implementasi Plan of Action 2021-2025. Mereka juga mendorong kerja sama di bidang pariwisata, sains dan teknologi, smart city, ekonomi digital, dan transfer teknologi.Terkait aspek keamanan, pertemuan membahas pentingnya kerja sama mengatasi penyelundupan narkotika, terorisme, dan kejahatan berbasis internet. Negara-negara ASEAN meminta Rusia mengaksesi Protokol Traktat Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ).Mereka juga menyerukan penyelesaian konflik secara damai dan mengundang Rusia untuk memanfaatkan platform ASEAN seperti East Asia Summit (EAS) dan ASEAN Regional Forum (ARF) untuk memajukan dialog damai.Tahun ini merupakan ulang tahun ke-5 Kemitraan Strategis ASEAN-Rusia. Pertemuan mengadopsi Joint Statement of ASEAN and Russia Foreign Ministers on the Occasion of 5th Anniversary of ASEAN-Russia Strategic Partnership.Serukan perdamaianASEAN juga melakukan pertemuan bilateral dengan Korea Selatan. Dalam pertemuan itu, dibahas sejumlah hal, salah satunya perdamaian di Semenanjung Korea.Retno Marsudi mengatakan, pentingnya kemitraan antara ASEAN dengan Korea Selatan untuk mempercepat transformasi digital di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, Indonesia pun mendorong dua area kerja sama dengan Korea Selatan.Pertama, mempercepat pengembangan infrastruktur digital di ASEAN. Tahun ini pertumbuhan ekonomi ASEAN diproyeksikan mencapai 4,7 persen. Guna menjaga momentum ini, Retno menuturkan, investasi infrastruktur untuk transformasi digital diperlukan, khususnya infrastruktur komunikasi, inovasi digital di sektor perbankan, dan pembayaran digital."Sebagai raksasa di bidang inovasi digital, Korea Selatan dapat membantu pembangunan ASEAN di sektor ini, termasuk dengan mendukung pelaksanaan ASEAN-Indo-Pacific Forum: Implementation of the AOIP," kata Retno.Kedua, menjaga komitmen terhadap perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan. Retno mengatakan, perkembangan di Semenanjung Korea dewasa ini menjadi keprihatinan bagi kawasan. Padahal, menurutnya, senjata nuklir sangat berbahaya bagi kawasan Indo-Pasifik. (detikcom/r)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Headlines

Jelang Sahur, Rumah Warga di Sergai Ludes Terbakar

Headlines

Brimob Polda Sumut Gelar Patroli Skala Besar, Antisipasi 3C dan Begal di Medan

Headlines

Balap Liar Ganggu Arus Lalu Lintas di Depan Mie Gacoan-SPBU Simpang Mangga Rantauprapat

Headlines

Muniruddin: Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Mulai Melonjak Naik, Satgas Pangan Harus Sigap

Headlines

Polisi Lidik Dua Kasus Penyerangan Rumah Advokat di Jermal

Headlines

Banjir Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem Melampaui Standar Mitigasi Nasional