Tebingtinggi (SIB)Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mobil tertabrak kereta api penumpang Sribilah Utama U51 Lokomotif Nomor CC 2019206 bertambah satu orang, sehingga total korban meninggal dunia menjadi dua orang."Awal saat kecelakaan tersebut, Rabu (16/8), korban yang meninggal dunia satu yakni pengemudi mini bus John Devries Hendri Ginting warga Jalan Renville, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantara, dan informasi terbaru calon pendeta Michael Sinamo juga telah meninggal dunia yang sempat dirawat di Rumah Sakit di Tebingtinggi," kata salah seorang peserta Pembinaan Parhalado se-Distrik XIV Tebingtinggi kepada harianSIB.com, Kamis (17/8).Dikatakannya,penumpang mobil tersebut datang ke HKBP Maranatha dekat lokasi kecelakaan di Jalan Lama , Kelurahan Sri Padang, Kecamatam Rambutan, untuk mengikuti kegiatan Pembinaan Parhalado Se Distrik XIV Tebingtinggi."Diduga pengemudi minibus kurang berhati - hati saat melintas sehingga insiden tidak terhindari. Kita berdoa semoga Pdt Bonar Lumban Tobing dan Andreas Apryono Hutabarat yang saat ini sedang mendapatkan perawatan diberikan kesembuhan," harapnya.Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Dhoraria S Simanjuntak, Rabu (16/8) kepada wartawan membenarkan adanya mobil tertabrak kereta api, sekitar pukul 12.10 WIB di Jalan Lama."Semula minibus yang dikemudikan John Devries Hendri Ginting datang dari arah Sudirman menuju arah Jalan Lama (HKBP Maranatha) dan setibanya di TKP, pengemudi kurang hati-hati dan tidak memperhatikan datangnya kereta api dari arah Tebingtinggi menuju arah Medan sehingga terjadi kecelakaan," jelas Kasat Lantas."Bagian depan dari kereta api berbenturan dengan bagian samping sebelah kanan minibus tersebut," ujarnya.Lanjutnya, mobil yang mengalami kerusakan diamankan di kantor unit Gakkum Sat Lantas Polres Tebingtinggi. (SS10/r)