Jakarta (SIB)Jumlah korban tewas akibat banjir dahsyat di kota Derna, Libya menembus angka 11.300 orang. Upaya pencarian pun terus dilakukan dan jumlah korban bisa terus bertambah.Dilansir CNN, Minggu (17/9), Kantor Koordinasi Masalah Kemanusiaan PBB, OCHA melaporkan bahwa ada sekitar 11.300 orang yang tewas dalam banjir dahsyat ini. Selain itu, sebanyak 170 orang lainnya tewas di luar Derna akibat banjir.Setidaknya 10.100 orang masih hilang. Jumlah ini masih bisa bertambah."Angka-angka ini diperkirakan akan meningkat karena tim pencarian dan penyelamatan bekerja tanpa kenal lelah untuk menemukan korban yang selamat," kata OCHA dalam laporannya.Lebih dari 40.000 orang terpaksa mengungsi di wilayah timur laut Libya sejak hujan ekstrem yang disebabkan oleh Badai Daniel.Para ahli mengatakan dampak badai ini diperburuk oleh berbagai faktor lain. Seperti infrastruktur yang rusak hingga sistem peringatan yang tidak memadai.Derna terbelah menjadi dua setelah air banjir menyapu seluruh wilayah. Kota ini memiliki populasi sekitar 100.000 jiwa sebelum tragedi tersebut."Dengan ribuan pengungsi yang kini mengungsi, risiko terpapar ranjau darat dan bahan peledak sisa perang (ERW) dari konflik bertahun-tahun semakin meningkat, karena air banjir kini telah menggeser ranjau darat dan ERW," kata OCHA.Hampir 300.000 anak yang terkena banjir akibat Badai Daniel menghadapi peningkatan risiko kolera, malnutrisi, diare, dan dehidrasi.TemukanSebelumnya, Tim penyelamat Malta menemukan ratusan mayat di pantai di kota Derna, Libya yang dilanda banjir pada Jumat, (15/9) kata Departemen Perlindungan Sipil Malta pada Sabtu, (16/9).“Mungkin ada sekira 400 orang, tapi sulit untuk mengatakannya,” Natalino Bezzina, yang memimpin tim Malta, mengatakan kepada surat kabar Times of Malta.Malta mengerahkan tim yang terdiri dari 72 penyelamat dari tentara dan departemen perlindungan sipil pada Rabu, (13/9).Penemuan ini dilakukan oleh tim beranggotakan empat orang yang pertama kali menemukan tujuh mayat, termasuk tiga anak, di dalam sebuah gua di tepi laut.Mayat-mayat tersebut diyakini hanyut ke laut akibat banjir besar setelah hujan badai Daniel menyebabkan dua bendungan runtuh, menyapu seperempat kota pesisir tersebut.Bezzina mengatakan kepada media Malta bahwa tim kecil CPD menemukan gua yang setengah terendam dan menemukan mayat di dalamnya.Saat mereka melanjutkan pencarian, mereka bergabung dengan perahu Libya yang juga mencari korban dan orang yang selamat. Kemudian mereka menemukan sebuah teluk kecil yang penuh dengan puing-puing dan beberapa ratus mayat. (detikcom/Okz/c)