Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan :

24 Juta Penumpang Bakal Masuk Bali di 2025, Bisa Macet Jika Tak Ada LRT

Redaksi - Sabtu, 30 September 2023 11:04 WIB
(Foto : detikcom)
TEKAN TUAS : Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Budi Karya dan Sandiaga Uno secara bersama-sama menekan tuas, kemudian video pesawat lepas landas diputar sebagai tanda resmi dibukanya Hub Space X KAI Expo 2023, Jumat (29/9) di JCC Senayan, Jak
Jakarta (SIB)Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap alasan pemerintah berencana membangun LRT Bali. Nantinya, kereta listrik tanpa awak itu rencananya bakal dibangun di bawah tanah alias underground.Dia mengatakan rencana itu tengah dikaji pemerintah atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nantinya, kata dia, LRT bakal dibangun dari Bandara Ngurah Rai Bali menuju wilayah Cemagi."Begitu juga kereta api LRT underground yang bergerak dari lapangan terbang Bali sampai ke Cemagi melalui nanti Seminyak," ujar Luhut di acara Hub Space 2023 di JCC Senayan, Jumat (29/9).Luhut mengatakan salah satu alasan pemerintah mengebut LRT Bali adalah untuk mengurai kepadatan wisatawan di Bali. Khususnya mengantisipasi mobilitas di Bali agar tidak dipenuhi kemacetan."Karena di tahun 2025 penumpang itu akan sampai 24 juta orang masuk di Bali, dan itu akan membuat perhitungan stuck tiga jam kalau itu (LRT) tidak dibangun," ungkap Luhut.Lebih lanjut Luhut mengatakan proyek yang tengah dikaji itu dipastikan akan mendapatkan pendanaan yang mumpuni. Dia mengatakan saat ini pemerintah tengah mencari investor dari berbagai negara."Pendanaan saya kira Menteri Perhubungan sudah punya inisiatif yang bagus, jadi nanti tiket dikasihkan USD 3, kurangnya akan datang dari luar negeri, sehingga pendanaan tidak menjadi isu," jelasnya."Sekarang adalah studi dan kita akan menawarkan kepada negara yang akan mau cepat melakukan investasi dan dilakukan juga dengan cepat dan technology transfer," lanjutnya.Dalam kesempatan yang sama, Luhut juga mengungkit momen saat dirinya bersikukuh pembangunan LRT menggunakan produk dalam negeri."Hari ini saya kira penting dilakukan, dan untuk Indonesia terutama makin mandiri, itu sebabnya saya paksakan LRT itu harus buatan Indonesia, dan ternyata kita bersyukur LRT ini bisa jalan," ucapnya.Dia juga bercerita soal awal pengoperasian LRT yang banyak menuai kritik dari masyarakat. Sebab, kata dia, saat itu pengoperasian LRT masih mengalami sejumlah kekurangan."Awalnya juga agak kurang di sana-sini, tapi sekarang kita lihat sudah semakin bagus, sehingga LRT nanti di Bogor, LRT di mana saja dibangun di Indonesia, itu semua buatan anak bangsa Indonesia," pungkasnya. (detikcom/c)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Headlines

BCA Singapore Airlines Travel Fair Hadir di Medan, Tawarkan Beragam Promo Menarik

Headlines

Lantai Dermaga Jebol, Truk Angkut Sembako Terbalik di Pelabuhan Gunungsitoli

Headlines

Truk Pengangkut CPO dari Aceh Terbalik di Raya Simalungun

Headlines

Kepala Kanwil BPN Bali Jadi Tersangka, Polda Dalami Kasus Penyalahgunaan Wewenang

Headlines

Ikuti Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Kota Medan Telah Dinyatakan Kembali Normal

Headlines

Truk Tangki Terbalik di Jalinsum Lubukpakam, Warga Panen Minyak Goreng