Israel Balas Tembakan Mortir ke Lebanon

Korban Tewas di Israel Bertambah Jadi 300 Orang

* AS Dukung Penuh Israel, RI Turut Prihatin
Redaksi - Senin, 09 Oktober 2023 08:59 WIB
Foto: Antara/Reuters/Amir Cohen
SERANGAN UDARA: Sistem anti-rudal Iron Dome Israel mencegat roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza, terlihat dari Ashkelon, Israel Selatan, Minggu (8/10). Israel merespon serangan roket yang diluncurkan Hamas dengan melakukan serangan udara.&

Jakarta (SIB)

Artileri Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyerang salah satu wilayah di Lebanon. Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas 'penembakan' dari Lebanon ke Israel. "IDF telah mengambil langkah-langkah persiapan untuk kemungkinan semacam ini dan akan terus beroperasi di semua wilayah dan kapan pun diperlukan untuk menjamin keselamatan warga sipil Israel," kata sebuah pernyataan IDF, dilansir CNN, Minggu (8/10).

Sementara itu, dikutip Reuters, Israel menembakkan rentetan artileri ke Lebanon selatan setelah Hamas menargetkan tiga posisi militer Israel. Belum ada laporan mengenai korban jiwa. Serangan balasan ini terjadi sehari setelah serangan mendadak Palestina di kota-kota Israel yang menewaskan sedikitnya 250 warga Israel, dan 230 warga Gaza lainnya tewas.

Militer Israel mengatakan, pihaknya menembakkan artileri ke wilayah Lebanon menggunakan tembakan mortir lintas batas. "Artileri IDF (Pasukan Pertahanan Israel) saat ini menyerang wilayah di Lebanon tempat penembakan dilakukan," katanya. Militer Israel mengatakan salah satu drone miliknya menyerang pos Hizbullah di kawasan Har Dov, sebuah kawasan di Shebaa. Israel telah menguasai ladang Shebaa, sebidang tanah seluas 15 mil persegi (39 km persegi), sejak tahun 1967. Baik Suriah maupun Lebanon mengklaim ladang Shebaa adalah milik Lebanon.

Bertambah

Sementara itu, korban tewas akibat serangan militan Palestina Hamas di Israel terus bertambah. Pejabat Israel menyebut, korban tewas akibat serangan mendadak Hamas di wilayahnya menjadi 300 orang.

Dilansir CNN, Minggu (8/10), menurut media Israel, lebih dari 1.500 orang lainnya terluka.

Pertempuran kedua pihak berlanjut sepanjang hari. Diketahui serangan roket baru menghantam Tel Aviv dan daerah lainnya pada Sabtu malam.

Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mendesak warga sipil di Gaza untuk segera meninggalkan daerah pemukiman demi keselamatan mereka. Perintah ini diutarakan ketika operasi militer Israel terus menargetkan Hamas setelah serangan mendadak pada hari Sabtu."Warga Jalur Gaza, perhatikan! Operasi Hamas memaksa IDF untuk beroperasi di tempat tinggal Anda. Demi keselamatan Anda, Anda harus segera meninggalkan tempat tinggal Anda," kata juru bicara IDF, Avichay Adraee, dalam sebuah pernyataan.

Ratusan orang juga tewas di Gaza, Palestina, akibat serangan balik Israel. Kementerian Kesehatan Palestina menyebut, ,jumlah korban tewas di Jalur Gaza mencapai 232.

"Rumah sakit di Jalur Gaza sejauh ini telah menerima 232 korban jiwa dan 1.697 orang dengan berbagai luka akibat agresi Israel," kata kementerian yang dikelola Hamas dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Minggu (8/10).

Gunakan Kekuatan Penuh

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah untuk membalas apa yang dia katakan sebagai 'hari kelam' bagi Israel. Netanyahu mengatakan bahwa tentaranya akan menyerang balik Hamas di Gaza dengan kekuatan penuh.

"IDF (tentara) akan menggunakan seluruh kekuatannya untuk menghancurkan kemampuan Hamas," kata Netanyahu dalam pernyataan singkat yang disiarkan televisi, seperti dilansir AFP, Minggu (8/10).

Netanyahu mengatakan Israel akan menyerang Hamas sampai titik darah penghabisan. Dia mengatakan Hamas telah melakukan hal yang kelam kepada Israel. "Kami akan menyerang mereka sampai titik darah penghabisan dan membalas dengan kekuatan di hari kelam yang mereka lakukan terhadap Israel dan rakyatnya," katanya.Selain itu, Netanyahu juga memperingatkan warga Palestina yang tinggal di dekat lokasi Hamas di Gaza untuk pergi. Dia berjanji untuk mengubah tempat persembunyian Hamas menjadi 'puing-puing'.

"Semua tempat di mana Hamas bermarkas, di kota jahat ini, semua tempat persembunyian Hamas, kami akan mengubahnya menjadi puing-puing," katanya."Saya mengatakan kepada masyarakat Gaza: keluar dari sana sekarang, karena kami akan bertindak di mana pun dengan seluruh kekuatan kami," jelasnya.

Dukung Rakyat Israel

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut, AS mendukung penuh Israel.

Dilansir AFP, Minggu (8/10), Presiden Joe Biden mengatakan bahwa dukungan AS untuk Israel 'sangat kuat dan tak tergoyahkan. Biden menyebut AS tidak pernah gagal untuk memberikan dukungan.Biden menggambarkan serangan itu sebagai 'tragedi yang mengerikan pada tingkat kemanusiaan'. Biden mengatakan dia telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menggarisbawahi dukungannya.

"Saya mengatakan kepadanya bahwa Amerika Serikat mendukung rakyat Israel dalam menghadapi serangan teroris ini," kata Biden dalam pidato yang disiarkan televisi dari Gedung Putih. "Dalam pemerintahan saya, dukungan terhadap keamanan Israel sangat kuat dan tidak tergoyahkan. Kami akan memastikan bahwa mereka mendapatkan bantuan yang dibutuhkan warganya dan mereka dapat terus membela diri," kata Biden.

Ketika serangan-serangan tersebut mengancam akan memicu konflik yang lebih luas, Biden juga memperingatkan agar pihak lain tidak memanfaatkan konflik tersebut.

"Ini bukan saatnya bagi pihak mana pun yang memusuhi Israel untuk mengeksploitasi serangan-serangan ini untuk mencari keuntungan. Dunia sedang memperhatikan," tutur Biden.

Biden menekankan bahwa Israel - yang Amerika telah memasok senjata senilai miliaran dolar - memiliki 'hak untuk membela diri dan rakyatnya' setelah kelompok militan Palestina yang didukung Iran, Hamas, melancarkan serangan udara, laut, dan darat.

Sementara Menteri Pertahanan Lloyd Austin menegaskan kembali komitmen Washington, dengan mengatakan 'dalam beberapa hari mendatang Departemen Pertahanan akan bekerja untuk memastikan bahwa Israel memiliki apa yang dibutuhkannya'.

Tak Ada WNI Jadi Korban

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman, Yordania, mengatakan, tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban setelah pecahnya konflik antara Palestina Hamas dan Israel di Jalur Gaza. KBRI mengimbau WNI yang tinggal dekat lokasi untuk waspada.

"KBRI Amman telah melakukan koordinasi dengan simpul-simpul masyarakat di Gaza dan dipastikan sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban," demikian menurut laporan dari KBRI Amman seperti dilansir Antara, Minggu (8/10).

Ketegangan Hamas dan Israel meningkat usai Hamas melancarkan serangan besar-besaran ke Israel pada Sabtu (7/10) dini hari. Ratusan korban jiwa pun berjatuhan dari kedua pelah pihak.KBRI Amman telah mengeluarkan imbauan kepada WNI yang berada di wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tempat tempat konflik.

Selain itu, KBRI mengimbau para WNI untuk tidak melakukan kunjungan wisata ke wilayah tersebut. Berdasarkan catatan KBRI, jumlah WNI yang berdomisili di wilayah Gaza adalah sebanyak 13 orang. KBRI Amman juga telah menyiagakan Hotline dengan nomor +962779150407.Selain itu, bagi WNI yang berada di wilayah Mesir dan Lebanon yang berbatasan dengan Israel, dan memerlukan bantuan, mereka dapat menghubungi Hotline KBRI Kairo pada nomor +201022229989 atau Hotline KBRI Lebanon pada nomor +9613199493.

Prihatin

Indonesia juga menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya konflik militan Palestina Hamas dengan Israel yang mengakibatkan korban tewas ratusan jiwa. Indonesia mendesak agar kekerasan itu segera dihentikan. "Indonesia sangat prihatin dengan meningkatnya eskalasi konflik antara Palestina-Israel. Indonesia mendesak agar tindakan kekerasan segera dihentikan untuk menghindari semakin bertambahnya korban manusia," ujar Kementerian Luar Negeri Indonesia, melalui akun media sosial X, Minggu (8/10).

Kemlu RI mengatakan, akar konflik harus segera diselesaikan. RI menyebut hal itu harus diselesaikan sesuai parameter yang sudah disepakati oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Akar konflik tersebut, yaitu pendudukan wilayah Palestina oleh Israel harus diselesaikan, sesuai parameter yang sudah disepakati PBB," tegasnya. (detikcom)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Headlines

Kajari Deliserdang Dijabat Sapta Putra SH MHum

Headlines

Sambut HUT Partai Gerindra, Ketua Kojira Sumut Rudi Zulham Hasibuan Distribusi Bantuan untuk Ojol

Headlines

Sampaikan Evaluasi, Cipayung Plus Sumut Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor Wali Kota Medan

Headlines

Polres Tanah Karo Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Cafe Bravo SGR, Peragakan 24 Adegan

Headlines

Buka Pasar Murah di 151 Kelurahan Selama Ramadan, Rico Waas Pastikan Distribusi Tepat Sasaran

Headlines

Operasi Keselamatan Toba 2026 Capai 12.090 Penindakan