* Setiap Pemimpin Harus Membawa Kemakmuran kepada Masyarakat

Prabowo: Tidak Ada Kemakmuran Tanpa Perdamaian

* Yakin Transisi Pemerintahan akan Sangat Mulus
Redaksi - Rabu, 06 Maret 2024 10:05 WIB
(Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)
SAMPAIKAN KEYNOTE SPEACH: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan keynote speech pada acara Mandiri Investment Forum (
Jakarta (SIB)Menhan Prabowo Subianto mengatakan bahwa setiap orang menginginkan kemakmuran. Namun kemakmuran tak bisa dicapai tanpa kedamaian.Hal ini disampaikan Prabowo saat berbicara di Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (5/3). Awalnya, Prabowo mengatakan bahwa setiap orang menginginkan hal mendasar seperti hidup bebas dan bisa mengejar kebahagiaannya."Satu hal yang saya yakini dalam karier saya adalah setiap orang di setiap belahan dunia. Apapun bangsanya, apa pun rasnya, apa pun agamanya, apa pun filosofi ekonomi dan politiknya, setiap bangsa di dunia menginginkan hal-hal mendasar yang sama. Kebebasan hidup dan mengejar kebahagiaan," kata Prabowo."Kebebasan hidup dan mengejar kebahagiaan artinya kemakmuran," lanjutnya.Prabowo mengatakan, setiap pemimpin di sebuah negara harus mempunyai cita-cita ini, tak peduli apa pun ideologi politiknya."Setiap negara, setiap bangsa, setiap bangsa menginginkan hal ini. Setiap pemimpin di setiap negara harus mempunyai cita-cita untuk membawa kemakmuran kepada masyarakat. Apapun ideologi politiknya," tuturnya.Prabowo juga menjelaskan bahwa kemakmuran tak bisa diciptakan tanpa kedamaian. Pengetahuan ini berdasarkan pengalaman Prabowo akan sejarah Indonesia."Berdasarkan pengalaman saya mengenai sejarah negara saya sendiri, tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian," katanya.Prabowo pun mengatakan tugas pemimpin adalah mencapai perdamaian dan memeliharanya. Inilah cara untuk mewujudkan kesejahteraan."Oleh karena itu, tugas pemerintah dan setiap pemimpin adalah berusaha mencapai perdamaian, memelihara perdamaian, guna mewujudkan kesejahteraan," katanya.TerbesarPrabowo Subianto juga mengatakan saat ini Indonesia adalah negara demokrasi terbesar di dunia. Proses demokrasi menurut Prabowo berbiaya mahal dan melelahkan tetapi masih banyak ruang untuk diperbaiki.Prabowo mengatakan bahwa Indonesia telah bertransisi dari negara di bawah rezim otoriter ke negara demokrasi penuh."Dua puluh lima tahun kita bertransisi dari rezim otoriter ke demokrasi penuh dan menurut saya kita sekarang adalah negara demokrasi terbesar di dunia," kata Prabowo dalam pidatonya.Dia juga mengatakan, Indonesia telah menyelenggarakan beberapa event pemilu. Dia mengaku berpartisipasi dalam lima gelaran pemilu."Kami melaksanakan beberapa pemilu, saya berpikir pemilu yang sebenarnya," katanya."Saya pikir saya berpartisipasi dalam lima pemilihan umum," sambungnya.Berdasarkan pengalamannya itu, Prabowo menyampaikan kesaksiannya atas kondisi demokrasi ini. Baginya, demokrasi sangat melelahkan, berantakan, dan berbiaya tinggi."Dan izinkan saya menguji, izinkan saya bersaksi bahwa demokrasi sungguh sangat melelahkan, sangat sangat berantakan, sangat sangat mahal," ujarnya.Meskipun begitu, Indonesia masih belum puas akan kondisi demokrasinya. Oleh karenanya, masih ada ruang untuk memperbaikinya."Dan kami masih belum puas dengan demokrasi kami. Ada banyak ruang untuk memperbaikinya," ujarnya.Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia mestinya berbangga bisa menyelenggarakan pemilu. Sebab, angka partisipasi pemilih sampai 80%."Saya kira Indonesia harus bangga, pada pemilu kita rata-rata jumlah pemilihnya adalah delapan puluh persen," katanya.YakinPrabowo Subianto, meyakini dia akan dilantik pada 20 Oktober 2024. Prabowo yakin transisi pemerintahan akan sangat mulus."Insyaallah saya akan dilantik tanggal 20 Oktober 2024," kata Prabowo.Prabowo mengatakan pihaknya saat ini adalah bagian dari tim Presiden Joko Widodo. Seperti diketahui, pimpinan parpol koalisi pendukung Prabowo adalah menteri-menteri di kabinet Jokowi."Saya pikir transisinya akan sangat mulus, karena sebagaimana Anda tahu tim saya sangat terbuka dan kita bagian dari tim Jokowi," ungkapnya.Prabowo lantas berbicara soal pengalamannya di militer. Jenderal kehormatan tersebut menceritakan pengalaman saat menemukan kondisi menantang.Prabowo menyanjung kinerja dua periode Presiden Jokowi. Menurutnya, Indonesia sudah punya panduan yang jelas dalam menjalankan pemerintahan selama ini.Ia memberi gambaran ketika personel militer tengah menavigasi di medan yang begitu berat dan menantang. Dalam kondisi demikian, militer membutuhkan azimut.Ketika azimut itu sudah semakin dekat dengan tujuan, ia menegaskan tidak perlu mengambil risiko untuk mengubah patokan tersebut."Saya optimistis (melanjutkan prestasi ekonomi Jokowi), bukan hanya karena sudah bicara dengan para pakar ekonomi, tapi saya juga berbicara dengan pelaku ekonomi di semua level. Mulai dari taipan, kelas menengah, perusahaan, hingga pedagang di desa," ujarnya."Ngomong-ngomong, dulu saya adalah ketua dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) untuk beberapa tahun, dan sampai saat ini masih menjadi dewan penasehat dari asosiasi tersebut. Ini mewakili kurang lebih 16 ribu pasar tradisional," kata Prabowo menambahkan.(**)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Didampingi Prabowo, Jokowi Resmikan RS PPN Panglima Besar Soedirman Jakarta

Headlines

Erick Thohir Sarapan Bersama Prabowo, Ganjar dan Gibran di Solo

Headlines

Jokowi Tanam Mangrove Bareng Prabowo dan Panglima-Kapolri

Headlines

Menhan Prabowo Bertemu Menhan AS Lloyd Austin di Pentagon

Headlines

Cerita Menhan Prabowo Punya Gen Brimob dari Paman Subianto

Headlines

Jaga Kedaulatan Negara, Prabowo Minta Perwira Kuasai Teknologi