Massa Bela Palestina Demo di Kedubes AS, Minta Akses Bantuan ke Gaza Dibuka

Redaksi - Minggu, 10 Maret 2024 08:36 WIB
Foto : Ondang/detikcom
Demo di depan Kedubes AS Jakarta 

Jakarta (SIB)

Majelis Ormas Islam (MOI) menggelar aksi bela Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Dalam aksi itu, massa membawa sejumlah tuntutan yang disuarakan.

Pantauan di lokasi, Sabtu (9/3), sebuah panggung bernuansa hitam didirikan tepat di sebarang Kedubes AS. Berbagai aksesori aksi bertema bela Palestina pun mewarnai keramaian massa.

Sejumlah orator secara bergantian menyampaikan orasinya dari atas mobil komando menyuarakan kebebasan bagi Palestina. Senandung bertemakan dukungan untuk Palestina juga berkumandang di tengah aksi massa.

Lokasi aksi diguyur hujan sejak pagi hari. Namun massa masih tampak antusias menyuarakan dukungannya terhadap Palestina.

Berikut seruan aksi yang disuarakan Majelis Ormas Islam Indonesia :

1. Mengultimatum dan mengecam Amerika atas penggunaan vetonya dalam resolusi gencatan senjata

2. Mengajak negara-negara Islam, terutama yang tergabung di dalam OKI, menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB dan organisasi-organisasi kemanusiaan PBB berkolaborasi dengan pemerintah Mesir memberikan pengawalan pada organisasi dan kelompok kemanusiaan memasuki Gaza dan melindungi pengungsi Gaza, utamanya di Rafah

3. Mengajak dan mendesak Mesir dan Yordania bersama membuka pintu perbatasan utara dan terutama perbatasan Rafah secara permanen

4. Mengajak dan mendesak Mesir membebaskan dan memberikan akses selebar-lebarnya atas segala bentuk bantuan kemanusiaan untuk memasuki Gaza melalui perbatasan Rafah dan lainnya

5. Memberikan akses dan perizinan seluas-luasnya kepada seluruh aktivis organisasi kelompok kemanusiaan memasuki Gaza dalam misi kemanusiaan melalui Mesir sebagai jalur satu-satunya menuju pengungsian Rafah.

6. Segera menghancurkan dan meratakan kembali tembok-tembok kawat berduri penghalang perbatasan Mesir dan Gaza

7. Atas rasa kemanusiaan dan persaudaraan Islam, bersama Mesir memberikan lahan khusus tempat pengungsian rakyat Gaza yang kini selalu dihantui bombardir dan bencana kemanusiaan

8. Meminta ulama-ulama Mesir bersama ulama-ulama dunia atas nama persaudaraan Islam dan muslimin bersama pemerintah Mesir memberikan akses seluas-luasnya pada organisasi kelompok kemanusiaan dan negara-negara Islam dalam memberikan bantuan kemanusiaan Gaza

9. Menyerukan kepada organisasi negara-negara Islam (OKI) dan negara-negara di bawah naungan PBB serta pemerintah Indonesia memberikan support maksimal kepada Mesir membuka perbatasan Rafah secara permanen sebelum awal Ramadan 1445 H ini.

Boikot

Ketua MOI Nazar Haris mengatakan, pada aksi itu pihaknya membawa sejumlah tuntutan. Salah satunya yakni memboikot produk terkait Israel, termasuk kurma.

"Iya, jadi salah satu yang kita perlu lakukan adalah tekanan kepada Israel. Di antara tekanan pada Israel ialah boikot, karena Israel selama ini juga telah merasakan dampak dari boikot-boikot yang dilakukan dunia," kata Nazar saat ditemui, Sabtu (9/3).

Nazar mengklaim, aksi serupa tidak hanya dilakukan oleh negara Islam. Dia berharap hal itu dapat menjadi efek jera bagi Israel.

"Di negara-negara yang masih punya hati nurani, seperti Perancis misalnya itu perusahaan-perusahaan Israel ditekan, diboikot. Sehingga ada nuansa supaya mereka tunduk, jangan sampai anti kemanusiaan," ucapnya.

Tak hanya itu, Nazar mengungkapkan, dalam aksi kali ini pihaknya juga serukan agar Ramadan dapat diselenggarakan bagi warga Palestina. Karena itu, kata Nazar, pihaknya meluncurkan gerakan Indonesia Nine for One Gaza.

Dia menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan untuk membantu penghidupan masyarakat di Palestina, terlebih pada masa Ramadan.

"Sembilan keluarga Indonesia akan menanggung beban hidup satu keluarga Gaza dan itu sangat mudah insyaallah," ucap Nazar.

"Di sana, di Gaza ada 300 ribu keluarga, karenanya dibutuhkan 2.700.000 keluarga Indonesia dari 75 juta yang ada di Indonesia. Sehingga kurang lebih 5 persen keluarga Indonesia akan mendukung Gaza," jelasnya.

Lebih jauh Nazar mengatakan, pihaknya berencana untuk melakukan aksi longmarch dari depan Kedubes AS menuju Bundaran HI. Namun rencana itu tak diizinkan oleh polisi.

"Pihak kepolisian keberataan kalau kita sampai ke Bundaran HI, sehingga dibatasi sampai Patung Kuda saja. Enggak apa-apa, nggak ada masalah. Buat kita ini sekaligus menunjukkan kalau kita taat hukum, kalau kita ikut aturan," pungkasnya. (detikcom/c)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Timbul Jaya H Sibarani Desak Dishub Sumut Segera Realisasikan Bus Listrik Mebidang Berbiaya Rp60 Miliar

Headlines

Kabag SDM Polres Tanjungbalai Hadiri Isra Mi'raj 1447 H dan Sunat Massal

Headlines

SMAN 3 Pematangsiantar Gelar Pemilihan OSIS, Siswa Belajar Demokrasi Sejak Dini

Headlines

Psikologi Elite Politik dan Dampaknya Terhadap Kualitas Demokrasi dalam Pemerintahan

Headlines

Satlantas Polres Tanjungbalai Imbau Pedagang Tidak Berjualan di Badan Jalan

Headlines

Demo di Kejati Sumut, Massa Desak Usut Perusahaan Diduga Tanpa HGU