Netanyahu Minta PBB Pindahkan UNIFIL dari Zona Berbahaya Lebanon Selatan

Wilfred Manullang - Minggu, 13 Oktober 2024 20:33 WIB
Foto: Charly Triballeau/AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-79 di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York City pada 27 September 2024.
Tel Aviv (harianSIB.com)Jatuhnya korban di pihak pasukan penjaga perdamaian (UNIFIL) di Lebanon selatan menjadi perhatian PM Israel Benjamin Netanyahu.

Untuk itu, PM Israel Benjamin Netanyahu meminta Sekjen PBB untuk memindahkan UNIFIL dari "daerah berbahaya".

Hal itu diungkapkan Netanyahu dalam sebuah pernyataan video yang dikeluarkan oleh kantornya pada Minggu (13/10/2024).

"Bapak Sekretaris Jenderal, pindahkan pasukan UNIFIL dari daerah berbahaya. Ini harus dilakukan sekarang juga, segera," kata Netanyahu, dikutip dari AFP yang dilansir dari kompas.com

Adanya permintaan dari PM Israel tersebut lantaran lima pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon telah terluka.

Yakni dalam beberapa hari terakhir saat pasukan Israel berperang melawan kelompok Hizbullah di Lebanon selatan.

Dalam permohonan langsung kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Benjamin Netanyahu mengatakan: "Penolakan Anda untuk mengevakuasi tentara UNIFIL menjadikan mereka sandera Hizbullah". "Sudah saatnya bagi Anda untuk memindahkan UNIFIL dari benteng Hizbullah dan dari daerah pertempuran," ujar Netanyahu.

Ia juga mengatakan militernya telah berulang kali mengajukan permintaan tersebut tetapi ditolak. "Ini membahayakan mereka dan nyawa tentara kami," tambahnya.

Netanyahu mengatakan Israel menyesalkan cedera yang dialami pasukan penjaga perdamaian PBB, dan melakukan "segala hal" untuk mencegah mereka terluka.

"Cara sederhana dan jelas untuk memastikan hal ini adalah dengan mengeluarkan mereka dari zona bahaya," jelas PM Israel.

UNIFIL telah beroperasi di negara itu sejak 1978 setelah invasi oleh Israel. UNIFIL saat ini memiliki lebih dari 10.000 tentara dari 50 negara dan sekitar 800 staf sipil.

Mandatnya diperbarui setiap tahun oleh Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 orang.

Pasukan penjaga perdamaian bertugas menjaga ketenangan dan mengurangi ketegangan di sepanjang "garis biru" yang memisahkan Lebanon dari Israel dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. (*)

Editor
: Wilfred Manullang

Tag:

Berita Terkait

Headlines

PM Israel Benjamin Netanyahu Keracunan Makanan

Headlines

Serangan Israel di Teheran, Bos Intelijen IRGC Tewas!

Headlines

Iran Bombardir Tel Aviv, Netanyahu dan Menhan Israel Ngumpet di Bunker

Headlines

Terjerat Skandal Korupsi, Pengadilan Israel Panggil Netanyahu

Headlines

Bebaskan Sandera di Gaza, PM Israel Tawarkan Hadiah Rp 79,2 Miliar

Headlines

Pecat Menteri Pertahanan, Ribuan Warga Israel Demo Netanyahu