Belgia
(harianSIB.com)Brussels kembali diguncang insiden
penembakan mematikan yang menewaskan sedikitnya satu orang. Peristiwa ini menjadi yang keempat dalam sepekan terakhir di ibu kota Belgia, yang tengah mengalami lonjakan kekerasan bersenjata.
Wali Kota distrik Anderlecht, Fabrice Cumps, menyebut meningkatnya aksi kekerasan ini berkaitan dengan "perang antargeng" yang kian merajalela.
Kantor kejaksaan Brussels mengonfirmasi bahwa insiden terbaru ini pertama kali dilaporkan oleh Cumps dan terjadi di distrik kelas pekerja, Anderlecht.
Rangkaian Kekerasan dalam Sepekan Penembakan di Anderlecht terjadi setelah tiga insiden serupa sebelumnya. Pada Kamis (6/2), seorang pria terluka di bagian kaki akibat penembakan di dekat stasiun metro Clemenceau, yang juga berada di kawasan Anderlecht.
Beberapa jam sebelum kejadian tersebut, dua pria bersenjata melakukan serangan dengan senapan otomatis saat warga bersiap berangkat kerja, memicu operasi perburuan besar-besaran di sekitar Clemenceau.
Sementara itu, pada Selasa malam hingga Rabu dini hari (4-5/2), insiden penembakan lainnya mengguncang wilayah Saint-Josse-ten-Noode di utara pusat kota Brussels. Sedikitnya dua orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Sejauh ini, belum ada penangkapan terkait rentetan penembakan yang terjadi. Jaksa wilayah Brussels, Julien Moinil, menyebut bahwa kekerasan bersenjata ini kemungkinan besar dipicu oleh persaingan antar geng narkoba yang memperebutkan wilayah kekuasaan.
Salah satu insiden bahkan menyebabkan lubang peluru di kamar tidur anak yang berada dekat lokasi kejadian.
Menurut data kepolisian yang dikutip media lokal, sepanjang tahun lalu terdapat 89 insiden penembakan di Brussels yang menewaskan total sembilan orang.
Belgia, yang terletak di pantai barat laut Eropa, telah lama menjadi pusat aktivitas geng kriminal yang menyelundupkan narkotika ke benua itu. (*)