Taput
(harianSIB.com)Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP),
Pdt Dr Viktor Tinambunan MST, menyatakan keprihatinannya setelah mendengar pernyataan
Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah II Medan yang menyebut
penebangan pohon di
Kecamatan Tarabintang dan
Parlilitan, Kabupaten
Humbang Hasundutan (Humbahas), adalah sah dan terus berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Biro Informasi HKBP, Pdt Reinhard P.P. Lumbantobing STh kepada SIB melalui pesan WhatsApp, Minggu (30/3/2025). Ia menegaskan, Ephorus menyoroti makna kata "lestari" dalam nama BPHL, yang seharusnya mencerminkan upaya pelestarian hutan.
Ephorus mengusulkan agar Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menetapkan lima syarat bagi pejabat yang bertanggung jawab di bidang kehutanan:
1. Memahami bahwa dari sepuluh ancaman global, bencana ekologis berada di peringkat tertinggi.2. Menyadari bahwa pemanasan global salah satunya disebabkan oleh perusakan hutan.3. Memprioritaskan penambahan jumlah pohon, bukan justru melakukan perambahan hutan.4. Meskipun peraturan memperbolehkan penebangan di area tertentu, jika berpotensi menimbulkan bencana, maka peraturan tersebut harus diperjuangkan untuk diubah.5. Memiliki tanggung jawab moral untuk mempertimbangkan masa depan generasi mendatang, bukan hanya kepentingan sesaat.
Ephorus HKBP Pdt Viktor Tinambunan foto bersama
Kadis Lingkungan Hidup Sumatera Utara,
Yuliani Siregar, di ruang kerjanya. (Foto: Dok/Biro Informasi HKBP)Ephorus juga menegaskan, jika terjadi bencana akibat
penebangan pohon di Tarabintang dan
Parlilitan, maka BPHL harus turut bertanggung jawab.
"Kita catat, jika terjadi bencana dan kita berharap itu tidak terjadi, maka pihak BPHL harus ikut bertanggung jawab," ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Ephorus menyatakan telah menghubungi salah satu Direktur di Kemenhut untuk meminta penghentian penebangan pohon di Tarabintang.
"Saya sangat berharap penebangan segera dihentikan untuk mencegah bencana susulan, karena kita telah melihat banyak bencana terjadi di berbagai daerah," ungkapnya.
Menurutnya, respons dari Kemenhut cukup menggembirakan.
"Mereka menjawab, 'Siap, Bapak, segera kami tindak lanjuti.' Sekarang, kita berharap ada realisasi konkret dari janji tersebut," katanya.
Selain itu, Ephorus juga telah bertemu dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara, Yuliani Siregar, yang turut menentang perambahan hutan di Tarabintang, Humbahas.
"Ibu Yuliani juga menolak perambahan ini. Semoga langkah konkret segera diambil untuk menyelamatkan lingkungan kita," pungkasnya. (*)