Beijing
(harianSIB.com)Perang tarif antara China dan Amerika Serikat masih terus berlanjut. China akan memberlakukan pembatasan terhadap 18 perusahaan pertahanan AS pada Rabu (9/4/2025) waktu setempat.
Ada 12 perusahaan AS yang masuk dalam daftar pengawasan yang dilarang mengekspor barang-barang untuk kepentingan sipil maupun militer (dual-use) dan enam perusahaan lainnya ke dalam daftar "entitas tidak dapat dipercaya".
Melalui daftar ini, pemerintah China dapat mengambil tindakan hukuman terhadap entitas asing, sesuai dengan pernyataan dari Kementerian Perdagangan.
Dikutip dari Reuters, Rabu (9/4/2025), pembatasan perdagangan mulai berlaku efektif pada Kamis (10/4/2025).
Kebijakan ini utamanya ditujukan kepada perusahaan-perusahaan AS yang memasok kebutuhan Departemen Pertahanan (Pentagon) dan lembaga-lembaga pemerintah federal.
Sementara, untuk daftar entitas tidak dapat dipercaya, Beijing menyebutkan, enam perusahaan AS dimasukkan karena penjualan senjata atau kerja sama militer dengan Taiwan.
Menurut Financial Times, produsen pesawat tak berawak AS Skydio dikenai sanksi oleh Beijing pada Oktober 2024 atas penjualan senjata ke Taiwan yang diperintah secara demokratis, yang diklaim China sebagai bagian wilayahnya.