Jakarta
(harianSIB.com)Wakil Menteri Koperasi (
Wamenkop)
Ferry Juliantono melakukan rapat dengan kepala desa (
kades) seluruh Indonesia. Dia menegaskan, Satuan Tugas (Satgas) Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (
KDMP) terus memperkuat sosialisasi terkait tata cara pembentukan
KDMP melalui mekanisme musyawarah desa."Hari ini, kita baru saja melakukan Zoom Meeting dengan para Kepala Desa seluruh Indonesia," kata Ferry setelah memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan
KDMP di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (17/4) seperti yang diberitakan Harian SIB.Rapat ini juga dihadiri Wamendagri, Wamendes, Wamentan, Wamen KKP, Kemenkeu, Kemenkes, dan Kemen BUMN. Ferry menjabarkan rakor dan Zoom Meeting tersebut bertujuan lebih memberikan pemahaman kepada para
kades terkait pembentukan
KDMP.Perkembangan terkini, Ferry mengatakan, setelah masing-masing kementerian membuat Juklak, lalu disampaikan ke dinas-dinas terkait di seluruh kabupaten dan kota.Kemudian, ada juga rencana keluar surat edaran dari Kemendagri untuk dijadikan pedoman bagi para kepala daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota, dalam penggunaan biaya tidak terduga untuk pembuatan akta pendirian koperasi."Itu hal-hal yang sudah bisa disampaikan kepada para Kades di wilayahnya masing-masing. Alhamdulillah, semuanya sudah tersosialisasi dengan baik terkait rencana pembentukan Kopdes Merah Putih," ucapnya.Oleh karena itu, Ferry meyakini sudah banyak masyarakat desa yang mengetahui program pembentukan Kopdes Merah Putih. Menurut dia, selanjutnya tinggal para Kades mengambil inisiatif untuk menggelar musyawarah desa dan kelurahan."Kemenkop melalui dinas-dinas koperasi dan tenaga-tenaga pendamping, akan mendampingi pelaksanaan musyawarah desa khusus itu dengan agenda pembentukan Kopdes Merah Putih," ujar Ferry.Dalam musyawarah desa, dia mengatakan akan dipaparkan mengenai tata cara, proses pendirian, hingga pembentukan pengawas dan pengurus Kopdes Merah Putih."Musyawarah desa khusus harus melibatkan tokoh-tokoh utama masyarakat, perwakilan Gapoktan, penyuluh pertanian, pendamping perikanan, BUMDes-BUMDes, dan sebagainya, termasuk mengundang koperasi-koperasi yg ada di desa tersebut. Intinya, semua unsur terlibat," katanya.Lebih lanjut, Ferry mengungkapkan beberapa tantangan pembentukan Kopdes Merah Putih. Pertama adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM)."Untuk itu, kita akan konsentrasi penuh dalam menyiapkan SDM-SDM yang andal dan sesuai dengan kebutuhan pengelolaan sebuah kopdes," ucapnya.Kedua, adalah langkah untuk meminimalkan risiko yang salah satunya melibatkan perusahaan penjaminan seperti Jamkrindo dan Jamkrida. "Terkait skema pembiayaan juga sudah mendapat kepastian dari pihak perbankan pemerintah dan Kemenkeu," ujarnya.