Medan
(harianSIB.com)Ratusan
relawan pendukung
Bobby Nasution, pada Rabu (18/6/2025) siang, memadati
Markas Polda Sumatera Utara (
Mapolda Sumut). Kedatangan mereka menggunakan tiga bus dan 15 angkutan kota bertujuan mendesak pihak kepolisian segera menangkap pemilik akun
TikTok @tripx313 dan @amora.lemos2.
Aksi damai yang sempat memperlambat arus lalu lintas di depan Mapolda Sumut ini diwarnai dengan bentangan spanduk berisi protes terhadap maraknya konten penghinaan dan pelecehan di media sosial, khususnya yang menyasar Bobby Nasution dan keluarganya. Perwakilan relawan juga menggelar drama teatrikal yang menyentil perilaku warganet yang kerap melecehkan tanpa empati.
Ratusan
relawan Bobby Nasution menggelar aksi damai di deoan
Mapolda Sumut, Rabu (18/6/2025). Tiga Tuntutan Utama RelawanDalam orasi yang disampaikan secara bergantian, para
relawan menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Kapolda Sumatera Utara:-Menegakkan hukum seadil-adilnya.-Menangkap pemilik akun
TikTok @tripx313 dan @amora.lemos2.-Menegakkan keadilan bagi para perempuan korban pelecehan di Sumatera Utara.
Usai menyampaikan orasi selama kurang lebih satu jam, beberapa perwakilan relawan diundang masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut untuk membahas tuntutan mereka.
Ratusan
relawan Bobby Nasution menggelar aksi damai di deoan
Mapolda Sumut, Rabu (18/6/2025).
Perwakilan Millenial Bobby menyatakan bahwa aksi ini merupakan dorongan agar Polda Sumut bertindak transparan dalam memproses kasus pencemaran nama baik terhadap Bobby Nasution dan keluarganya, demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Senada dengan itu, Alexius Turnip dari relawan Parhobas menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil. "Ini bentuk soliditas relawan dan masyarakat. Semua berhak atas keadilan, termasuk Bobby Nasution. Jangan sampai kasus seperti ini menjadi contoh bagi pelaku lain," ujarnya.
Harapan agar Polda Sumut tidak menunda penanganan laporan juga disampaikan oleh perwakilan relawan Naga Bonar. "Kita ingin Polda profesional dan cepat, supaya tidak muncul opini liar," ucapnya.
Erwan Rozadi Nasution, pembina relawan sekaligus tokoh keluarga Bobby Nasution, menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan. Ia menyoroti lambatnya penanganan laporan yang telah dilayangkan sejak Jumat (13/6/2025) lalu.
"Tujuan kami ke sini adalah meminta Polres Sumut segera memproses Dumas (pengaduan masyarakat) dari relawan Bobby Nasution. Tapi setelah kami temui perwakilan, tidak ada titik terang. Yang ada hanya lempar-lempar bola," keluh Erwan.
Erwan menyayangkan jika tidak ada kepastian waktu penanganan laporan, karena hal ini dapat memicu munculnya lebih banyak konten serupa. Ia pun memberi ultimatum kepada Polda Sumut.
"Kalau Polda hanya memberi harapan-harapan tanpa kejelasan, kami akan turunkan lebih banyak massa. Ini bukan main-main," tegas Erwan dengan nada keras. Ia menambahkan bahwa jika laporan terus diabaikan, dampaknya bukan hanya pada Bobby Nasution dan keluarga, tetapi juga pada masyarakat luas, terutama anak-anak.
"Ini bukan sekadar soal nama baik, tapi soal martabat keluarga. Saya, sebagai pembina relawan dan orang tua Bobby, tidak terima keluarga kami disebut dajal," pungkasnya.
Erwan juga mengingatkan bahwa masyarakat Sumut masih menjunjung tinggi adat dan etika. "Langkah kami ini adalah untuk menunjukkan bahwa orang Sumut tidak kehilangan adab. Jika tidak ada tindakan tegas dari aparat, akun-akun penghinaan dan kebencian akan terus bermunculan. Karena itu saya beri ultimatum kepada Polda: jika tidak ditindak cepat, kami akan datang dengan massa yang lebih besar," tutupnya.
Aksi ini diikuti oleh puluhan kelompok relawan pendukung Bobby Nasution, antara lain: Perempuan Tangguh BN, Baja BN, AMPI Sumut, Cream, Dunsanak, SBB, MBN, Parhobas, GMB, Brothers, Projo Muda Sumut, PKBN, Bara JP, Pasti Bobby, Rumah Aspirasi BN, Progib, RBM, Rembasu, RKIH, Sorban, Terabas Asahan, Pareban Palas, Pagibo Nias, Matahari Bobby, Garda Persada, BBA, Tiger, BMB, Bcnber, Gerbang, Rebon Deli, Praka 08, GPBN, Garda Medan Utara, Prajaniti, Baret45, Bimantara, Bombon, Naga Bonar, Barisan Bobby Nasution Indonesia, Mantab, Sembisa Karo, Sahabat Bobby Batubara, Komunitas Mangrove Medan, N4J, Airbons, Bhineka Nusantara, dan RK Bona.(**)