Medan(harianSIB.com)
Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumatera Utara (Sumut) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membahas Rancangan APBD Sumut Tahun Anggaran 2026 senilai Rp13 triliun lebih berlangsung panas. Sejumlah anggota dewan memilih walk out setelah rapat molor selama tiga jam, Rabu (15/10/2025) di Aula Gedung DPRD Sumut.
Rapat yang dijadwalkan dimulai pukul 09.30 WIB baru dimulai sekitar pukul 12.00 WIB, karena keterlambatan kehadiran TAPD bersama pimpinan dewan. Kondisi itu memicu kekecewaan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumut, Benny Harianto Sihotang, yang menilai keterlambatan tersebut sebagai bentuk tidak menghargai lembaga legislatif.
"Saya mau tanya, kenapa ini bisa terjadi? Apa karena TAPD menganggap enteng kami di legislatif karena eksekutif kuat saat ini?" kata Benny dengan nada tinggi di ruang rapat.
Politisi Partai Gerindra itu juga menilai pimpinan DPRD Sumut terlalu mengandalkan komunikasi tertutup dengan pihak eksekutif. "Jangan karena ada hubungan baik dengan pimpinan, semua urusan dianggap bisa selesai. Kami juga punya jadwal dan tanggung jawab," ujarnya tegas.
Baca Juga: Ketua FN DPRD SU "Sidak" Proyek Pembangunan Strategis Dari APBD Sumut di Tapteng dan Sibolga Usai menyampaikan protesnya, Benny bersama beberapa anggota
Banggar lainnya meninggalkan ruang rapat sebagai bentuk kekecewaan.
Meski terjadi aksi walk out, rapat pembahasan R-APBD Sumut TA 2026 tetap dilanjutkan dan dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumut, Salman Alfarisi.