Jakarta(harianSIB.com)
Sebanyak 303 anak sekolah dan 12 guru dilaporkan diculik oleh kelompok bersenjata saat terjadi serangan pada Jumat (21/11) di Sekolah Katolik St Mary di Negara Bagian Niger, Nigeria utara-tengah.
Insiden ini diungkap oleh Asosiasi Kristen Nigeria (CAN), saat kekhawatiran keamanan meningkat di negara terpadat di Afrika ini.
Seperti dilansir Al Jazeera, jumlah siswa yang diculik ini merupakan pembaruan dari perhitungan awal yang hanya menyebut 215 anak sekolah.
Angka diubah setelah "verifikasi dan sensus akhir dilakukan," menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Most Reverend Bulus Dauwa Yohanna, Ketua CAN cabang Negara Bagian Niger, yang mengunjungi sekolah tersebut pada Sabtu (22/11).
Baca Juga: Ketum PWI Serukan Jurnalis Dukung Kejagung Melawan Serangan Balik Koruptor Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah
kelompok bersenjata menyerbu sekolah menengah di
Nigeria barat laut, menculik 25 siswi dalam keadaan serupa di kota Maga, Negara Bagian Kebbi, pada Senin (17/11) pagi waktu setempat. Satu siswi kemudian berhasil melarikan diri, dan 24 lainnya masih hilang.
Sejauh ini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas dua insiden penculikan massal ini. Pihak berwenang Nigeria mengonfirmasi bahwa pasukan taktis telah dikerahkan bersama tim buru serga[ setempat untuk mencoba menyelamatkan anak-anak tersebut.