Jakarta (SIB)- Ratu mariyuana asal Australia Schapelle Leigh Corby akhirnya menghirup udara bebas. Corby keluar dari LP Kerobokan setelah mendapat pembebasan bersyarat."Sudah bebas, pukul 08.15 WIT," ujar Kalapas Kerobokan Farid Junaedi, Senin (10/2). Meski sudah keluar dari penjara, Corby tidak bisa pulang kampung ke Australia. Corby harus tetap ada di Indonesia karena diwajibkan melapor 3 kali. Rencananya Corby akan tinggal di rumah saudara perempuannya di Bali, Mercedes.Pemerintah Indonesia mengumumkan pembebasan bersyarat Corby pada Jumat (7/2) lalu. Corby ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali pada Oktober 2004 lalu. Dia kedapatan membawa 4,2 kg ganja.PN Denpasar memvonis Corby hukuman 20 tahun penjara pada Mei 2005, kemudian dikurangi 15 tahun dalam pengadilan banding pada Oktober 2005. Kemudian ketika kasasi, MA mengembalikan hukuman 20 tahun penjara pada 12 Januari 2006 dan diberi grasi Presiden RI pada Mei 2012 sebanyak 5 tahun. Dengan demikian hukuman Corby sisa 15 tahun. Corby juga mendapatkan berbagai remisi.Wamenkum HAM Denny Indrayana mengatakan bahwa Corby sebenarnya jatuh masa pembebasan bersyaratnya pada 2011 lalu. Namun baru melengkapi persyaratan pada 15 Januari 2014, sehingga diberikan pembebasan bersyarat pada Jumat (7/2).Dapat Grasi Bebas Dapat Rezeki Kisah pembebasan Schapelle Leigh Corby jadi pemberitaan paling hot di Australia akhir-akhir ini. Semua media ingin mendapat hak ekslusif wawancara dengan sang terpidana kasus narkoba. Sudah mendapat grasi, kini dia ketiban rezeki.Corby dipastikan mendapat pembebasan bersyarat oleh Menkum HAM Amir Syamsuddin pada Jumat (7/2) lalu. Dia bebas bersama 1.200-an napi lainnya. Keputusan ini keluar setelah sang ratu mariyuana mengajukan grasi sejak tahun 2010 lalu.Berselang tiga hari kemudian, momen kebebasan Corby pun tiba. Dia keluar dari LP Kerobokan sekitar pukul 08.15 Wita. Mukanya tak terlihat jelas karena dia menggunakan topi dan penutup. Rupanya dia sudah ditunggu oleh media Channel Seven yang siap membayarnya dengan bayaran tinggi demi hak wawancara ekslusif.Bagaimana kisah perjalanan Corby hingga mendapat kebebasan? Begini kronologinya:Ditangkap 10 Tahun LaluCorby ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali karena kedapatan membawa 4,2 kg ganja dalam tasnya yang terbang dari Brisbane dan transit di Sydney, Australia pada Oktober 2004.Dia mengaku tidak mengetahui adanya ganja dalam tasnya sebelum tas tersebut dibuka oleh petugas bea cukai di Bali, namun pernyataan ini ditentang oleh petugas bea cukai yang mengatakan bahwa Corby mencoba menghalangi mereka saat akan memeriksa tasnya. Bapak kandung Schapelle Corby, Michael Corby, sebelumnya pernah tertangkap basah membawa ganja pada awal tahun 1970-an. PN Denpasar lalu memvonis Corby 20 tahun penjara pada Mei 2005, kemudian dikurangi 15 tahun dalam pengadilan banding pada Oktober 2005. Kemudian ketika kasasi, MA mengembalikan hukuman 20 tahun penjara pada 12 Januari 2006.Upaya HukumCorby mendapat dukungan dari pemerintah Australia. Dalam beberapa pertemuan bilateral, pemimpin negeri kanguru tak segan menanyakan nasib sang ratu ganja, bahkan menagih pengurangan hukuman dengan alasan kemanusiaan.Sang terpidana pun tak tinggal diam. Lewat kuasa hukumnya, dia mengajukan grasi pada tahun 2010. Hingga akhirnya Mei 2012, Presiden SBY memberikan grasi pengurangan hukuman dari 20 tahun menjadi 15 tahun penjara.Lalu pada September 2012, Corby mengajukan pembebasan bersyarat. Pemerintah Australia ikut memberikan jaminan bahwa Corby tak akan melanggar aturan pembebasan bersyarat bila sudah bebas.Tanggal 22 Januari 2014, pemerintah Australia mengeluarkan paspor baru untuk Corby. Akhirnya tanggal 10 Februari, wanita mantan model itu pun bebas.Hari KebebasanSchapelle Leigh Corby menghirup udara bebas Senin (10/2) pagi. Dia keluar pukul 08.15 WITA tadi dengan pengawalan ketat.Sebelum keluar, Corby yang dikerubuti jurnalis dan menutupi wajahnya dengan kain, menempelkan sidik jarinya di LP yang dia tinggali selama sekitar 9 tahun.Corby lalu dibawa ke Kejaksaan dan Balai Pemasyarakatan untuk mengurus surat-surat pembebasan bersyaratnya. Setelah itu, Corby akan tinggal di rumah saudara perempuannya Mercedes di kawasan Kuta, Bali.Meski sudah bebas, Corby tidak bisa pulang kampung ke Australia segera. Wanita berumur 36 tahun itu harus berada di Indonesia hingga hukumannya habis pada Juli 2017."Iya sampai Juli 2017," ujar Kalapas Kerobokan Farid Junaedi.Dapat Duit Rp 32 MiliarCerita tentang kebebasan Corby belum selesai. Selepas dari penjara, media Australia seakan berlomba untuk mendapat wawancara eksklusif dengannya. Dari sekian banyak media, televisi Australia Channel Seven yang berhak mendapatkan wawancara eksklusif dengan Corby, yang disebut-sebut bernilai AUS$ 3 juta atau setara Rp 32 miliar tersebut.Seorang sumber dari industri media Australia menuturkan kepada, Senin (10/2), Corby telah menandatangani kontrak eksklusif dengan Channel Seven. Bahkan menurut sumber itu, kontrak tersebut sudah disepakati jauh sebelum pembebasan bersyarat Corby dikabulkan oleh pemerintah Indonesia.Sumber tersebut juga menuturkan bahwa Corby memanfaatkan pertempuran media ini untuk membayar apa yang dilakukan media Australia lainnya, Channel Nine, yang pernah menayangkan film khusus tentang kejahatannya sendiri. Channel Nine sendiri tidak bisa ikut dalam penawaran wawancara eksklusif Corby setelah bebas dari penjara.Saat meninggalkan LP Kerobokan, Corby didampingi oleh wartawan senior dan figur ternama Mike Willersee yang biasa menjadi host dalam acara Sunday Night pada Channel Seven. Media Australia lainnya, Fairfax melaporkan bahwa Corby dan juga para kru dari Channel Seven kini berada di Sentosa Minyak, sebuah resor dan spa yang ada di wilayah Seminyak, Bali. Ibunda Corby Gelar Pesta Meriah Tangisan dan sorakan keluarga menyambut pembebasan ratu mariyuana asal Australia, Schapelle Corby yang resmi keluar dari LP Kerobokan Bali. Sambil menyaksikan dari televisi, ibunda Corby menggelar pesta perayaan yang cukup meriah di rumahnya di Brisbane, Australia.Wartawan memang tidak diperbolehkan masuk dan meliput langsung. Namun bisa terdengar suara sorakan dan teriakan gembira keluarga Corby yang berkumpul di halaman belakang rumah keluarga Corby yang ada di kawasan Loganlea, Brisbane selatan.Ibunda Corby, Rosleigh Rose telah menyegel pintu masuk rumahnya dan menutup jendela rumah agar aktivitasnya tidak terdeteksi wartawan yang berkumpul di depan rumahnya semenjak isu pembebasan bersyarat Corby mencuat. Demikian seperti dilansir brisbanetimes.com.au, Senin (10/2).Namun, ibunda Corby sempat muncul sebentar ke hadapan media sambil membuka sebotol sampanye sebagai wujud perayaan atas pembebasan bersyarat putrinya. Sang ibunda tampak sangat ceria tampil bersama sejumlah kerabatnya. Meskipun dia enggan mengucapkan sepatah katapun kepada media.Rombongan rekan dan keluarga Corby datang silih berganti ke rumah tersebut. Namun tidak ada satupun yang bersedia memberikan komentar kepada insan pers yang menunggu di luar rumah.(dtc/q/w)