Tanjungbalai (SIB)- Ketua Majelis Daerah GPdI Sumut-Aceh meminta Pemkab Asahan dan Pemko Tanjungbalai untuk Anggarkan Honor Guru Sekolah Minggu, mengingat guru-guru sekolah minggu bagian dari sistem pendidikan spritual dalam melayani anak-anak. Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Majelis Daerah Sumut-Aceh Pdt Benyamin Lena M.min Mth dan Pdt Edy Purba kepada Walikota Tanjungbalai Dr H Thamrin Munthe Sh Mhum pada acara musyawarah kerja wilayah GPdI Asahan-Tanjungbalai, Selasa (20/1) di Gereja GPdI Naviri Kota.Musyawarah kerja wilayah GPdI Asahan-Tanjungbalai dihadiri puluhan pendeta dan pengerja gereja sewilayah Asahan-Tanjungbalai. Acara dibuka Ketua Majelis Daerah GPdI Sumut-Aceh diwakili Pdt Edy Purba berlangsung selama satu hari penuh. Dalam acara tersebut dibahas mengenai program kerja untuk satu tahun ke depannya. Walikota Tanjungbalai yang hadir pada acara tersebut mendapat sambutan dari peserta musyawarah.Walikota Tanjungbalai Dr H Thamrin Munthe pada kesempatan itu memaparkan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai Pilar Kebangsaan yang harus kita junjung tinggi dalam berbangsa dan bernegara serta merupakan perekat yang harus kita pertahankan di tengah-tengah masyarakat untuk menghindarkan gejolak-gejolak sosial yang mengarah kepada perpecahan. Para pendeta maupun guru-guru sekolah minggu diharapkan mampu meningkatkan spritual masyarakat.Dr H Thamrin Munthe yang juga akan mencalonkan diri sebagai Bupati Asahan menambahkan "keberagaman adalah suatu keindahan bagi pemeluk agama yang universal dan jujur dalam melakukan hal-hal yang benar".Dalam kesempatan itu Pdt Benyamin Lena M.min Mth selaku tuan rumah penyelanggara musyawarah kerja wilayah GPdI menyampaikan rasa terima kasih kepada Walikota Tanjungbalai yang berkenan hadir pada acara tersebut. Para pendeta yang hadir mendoakan agar Dr H Thamrin Munthe sukses menjalankan tugasnya sebagai Walikota dan sebagai calon Bupati Asahan periode 2015-2020. (VH/D18/i)