Washington (SIB)- Laporan Reporter Without Borders (RWB) menunjukkan bahwa negara yang mengaku paling demokratis tidak bisa dijadikan acuan dalam masalah kebebasan pers dan berpendapat. Buktinya dalam Indeks Kebebasan Pers RWB 2014, ranking Amerika Serikat menukik tajam.RWB dalam situsnya mengatakan bahwa AS telah mengorbankan kebebasan berpendapat demi keamanan nasional yang diinterpretasikan terlalu ekstrem. Akibatnya, tulis RWB, AS mulai menjauh dari praktik-praktik negara demokrasi. "Jurnalisme investigasi yang kebanyakan menderita akibat hal ini," tulis RWB.Dalam Indeks Kebebasan Pers 2014, RWB memasukkan AS ke dalam ranking ke-46 dari 180 negara. Ranking ini turun 13 tingkat dari tahun sebelumnya yaitu posisi ke-32. Penurunan ini adalah salah satu yang terparah di antara negara-negara lainnya.RWB menjelaskan, penurunan AS terjadi setelah upaya pemberangusan dan penghentian aliran informasi dokumen-dokumen bocoran dari para whistleblower, seperti Edward Snowden dan Bradley Manning. "Pengadilan dan dakwaan terhadap Prajurit Bradley Manning dan upaya penangkapan analis NSA Edward Snowden adalah peringatan bagi mereka yang membantu menyebabkan informasi sensitif ke publik," tulis RWB.Dalam upaya penangkapan para whistleblower, AS juga telah mengejutkan para jurnalis dengan menyita catatan telepon milik media Associated Press tanpa peringatan. Hal ini dilakukan demi mencari tahu sumber bocoran CIA.Selain itu, AS juga telah memejahijaukan para jurnalis yang membantu mempublikasikan dokumen bocoran CIA. Salah satunya adalah Barret Brown, jurnalis freelance yang terancam 105 tahun penjara karena mempublikasikan informasi milik sebuah perusahaan intelijen yang bekerja untuk pemerintah.Hal yang sama juga terjadi pada Inggris yang turun tiga peringkat ke ranking 33. Seperti AS, Inggris juga berambisi memburu para whistleblower, salah satunya dengan cara menahan David Miranda, kekasih Glenn Greenwald wartawan The Guardian yang pertama kali menerima bocoran Edward Snowden."Pemerintah AS dan Inggris sepertinya lebih terobsesi memburu para whistleblower ketimbang mengadopsi peraturan untuk mengakhiri praktik mata-mata yang melanggar privasi dan merusak nilai-nilai demokrasi yang dibanggakan kedua negara," tulis RWB. RWB dalam laporan mencakup kebebasan pers atas 180 negara selama 2013 menempatkan Finlandia di urutan pertama di susul Belanda dan Norwegia. Tiga negara lain menghuni klasemen bawah, yaitu Ekuador (178), Korea Utara (179), dan Eritrea (180) karena dipandang sebagai tempat yang paling tidak menjamin kebebasan pers. Sementara itu peringkat kebebasan pers di Indonesia membaik, naik 7 peringkat dari 139 ke 132. Peringkat Indonesia lebih baik dari negara-negara tetangga seperti Malaysia (147) dan Singapura (150)."Indeks Kebebasan Pers Dunia ini adalah perangkat acuan yang berdasarkan tujuh kriteria: yaitu tingkat kekerasan, pluralisme, independensi media, lingkungan dan sensor diri, kerangka legislatif, transparansi, dan infrastruktur," kata Christophe Deloire, Sekretaris Jenderal Reporters Without Borders dalam surel yang dikirim ke VIVAnews, Rabu (12/2/2014)."Indeks ini bertujuan membuat pemerintah-pemerintah menunjukkan tanggungjawabnya kepada masyarakat masing-masing dengan langkah yang obyektif dan memberi masukan kepada badan-badan internasional berupa indikator tata kelola yang baik dalam penyusunan keputusan," kata Deloire.Laporan itu menegaskan, korelasi negatif antara kebebasan informasi dan konflik, baik yang terbuka maupun yang berlangsung secara sporadis. Dalam lingkungan yang tidak stabil, media menjadi tujuan strategis dan sasaran bagi kelompok maupun individu-individu yang berupaya mengendalikan berita dan informasi."Praktik itu melanggar ketentuan yang diatur oleh hukum internasional, terutama pasa1 19 Perjanjian Internasional atas Hak-hak Sipil dan Politik, Konvensi Jenewa 1949, dan Protokol Tambahan 1 dan 2 1977 pada Konvensi Jenewa," demikian lanjut Reporters Without Borders. Itulah sebabnya negara-negara yang tengah dilanda perang maupun yang diperintah secara otoriter menempati peringkat bawah. (vivanews/ r)