Aksi Demo di Ukraina Berdarah-darah, 25 Orang Tewas

* Wartawan Tewas Dipukuli dan Ditembak Usai Meliput Demo
- Kamis, 20 Februari 2014 09:44 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/02/hariansib_-Aksi-Demo-di-Ukraina-Berdarah-darah--25-Orang-Tewas.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Sib/ap photo
BENTROK : Demonstran anti pemerintah melempari aparat keamanan dengan berbagai benda saat terlibat bentrok di Independence Square, Rabu (19/2). Setidaknya 25 orang dilaporkan tewas dalam aksi bentrok antara demonstran dan polisi Ukraina tersebut.
Kiev (SIB)- Bentrokan maut pecah di Kiev, setelah polisi mencoba membubarkan demonstran anti pemerintah yang menduduki Independence Square, yang oleh warga setempat disebut alun-alun Maidan. Kondisi Ibu Kota Ukraina tersebut pun semakin berdarah. Setidaknya 25 orang dilaporkan tewas dan korban luka-luka mencapai dua ratusan orang. "25 orang terbunuh dalam kericuhan antara demonstran anti pemerintahan dan polisi yang berlangsung di Kiev," ujar pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Ukraina, seperti dilansir dari kantor berita Reuters, Rabu (19/2/2014). Keterangan tersebut juga dibenarkan kantor Kementerian Dalam Negeri Ukraina, yang menambahkan bahwa sembilan anggota kepolisian termasuk dalam korban tewas akibat kericuhan tersebut. Bentrok berawal ketika polisi anti huru-hara Ukraina mencoba membubarkan demonstran yang tak mengindahkan permintaan pemerintah untuk mengosongkan Independence Square hingga pukul 11.00 waktu setempat. Seolah menantang, para demonstran malah menjawab permintaan itu dengan menyalakan kembang api, lemparan batu dan bom bensin.Polisi yang telah mendapat perintah untuk melakukan pembubaran terus berusaha masuk ke Independence Square. Mereka melempar gas air mata yang biasa digunakan untuk membubarkan massa. Para demonstran pun kocar-kacir, menjauh dari titik pusat demonstrasi yang dipenuhi tenda, ban dan kayu yang dibakar.Polisi menggunakan meriam air dan terpaksa melepas tembakan untuk membubarkan para demonstran. Tenda-tenda yang didirikan para demonstran di alun-alun Maidan tersebut dibakar oleh demonstran sendiri bersamaan dengan aksi pembakaran ban sebagai pertahanan mereka dari polisi. Upaya pembubaran ini menyebabkan korban jiwa dari kedua belah pihak, baik dari pihak kepolisian maupun demonstran. Secara terpisah, pihak kepolisian menyebut bahwa sedikitnya 100 anggota kepolisian mengalami luka-luka dalam bentrokan ini. Sebagian besar polisi yang terluka dalam bentrokan ini terkena tembakan. Sedangkan Institut Informasi Massa menuturkan bahwa lebih dari 25 jurnalis yang meliput bentrokan ini mengalami tindak penyerangan oleh polisi.Bentrokan kali ini adalah yang terbesar selama 12 minggu gelombang demonstrasi oposisi, yang menuntut penggabungan pecahan negara Uni Soviet tersebut dengan Uni Eropa. Bahkan bentrokan ini disebut sebagai hari paling berdarah Ukraina sejak memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991.Protes nasional menentang Presiden Ukraina Viktor Yanukovych telah meletus sejak bulan November 2013 lalu setelah ia tunduk pada tekanan Rusia dan menarik diri dari perjanjian perdagangan yang direncanakan dengan Uni Eropa.Wartawan Ukraina Tewas Dipukuli Seorang wartawan Ukraina tewas ditembak usai meliput bentrokan antara demonstran dengan polisi yang terjadi di Kiev. Wartawan surat kabar setempat ini dicegat sekelompok pria bersenjata saat dalam perjalanan pulang ke rumahnya. "Pada pagi hari, koresponden Kiev Vycheslav Veremyi dinyatakan meninggal dunia di rumah," jelas pihak Vesti, surat kabar berbahasa Rusia yang pro pemerintah Ukraina, seperti dilansir AFP, Rabu (19/2). "Semalam sebelumnya (18/2), sekelompok pria bermasker melepas tembakan ke jurnalis kami," imbuh Vesti.Lebih lanjut, Vesti menjelaskan bahwa Veremyi pulang ke rumah dengan menggunakan taksi bersama koleganya. Namun di tengah jalan, mereka dicegat sekelompok pria bermasker dan bersenjata. "Sekelompok pria tak dikenal dengan bersenjatakan tongkat pemukul dan senjata lainnya, serta memakai helm, pakaian kamuflase dan masker hitam," sebut Vesti mengenai ciri-ciri pelaku penyerangan dan penembakan tersebut. Serangan fatal tersebut terjadi di lokasi sejauh 800 meter dari Independence Square yang menjadi lokasi utama unjuk rasa, serta menjadi lokasi bentrokan berdarah antara polisi dengan demonstran. Masih menurut Vesti, pria-pria bermasker tersebut menyeret Veremyi dan koleganya serta sopir taksi keluar dari mobil. Ketiganya langsung dipukuli. "Vyacheslav mengalami luka tembakan di bagian dada. Dia meninggal karena kehilangan banyak darah dan juga akibat luka-lukanya yang lain," terang Vesti.Menurut Vesti, sosok Veremyi merupakan wartawan handal dari surat kabar tersebut yang telah meliput dan melaporkan aksi unjuk rasa di Independence Square selama 3 bulan terakhir. Vesti yang terbit setiap hari ini dibagi-bagikan secara gratis di kafe dan stasiun metro di Kiev. Surat kabar ini disebut-sebut dekat dengan sosok Sergei Arbuzov yang menjabat pelaksana tugas Perdana Menteri Ukraina saat ini.Melampaui BatasUkraina dalam keadaan genting! Presiden Ukraina Viktor Yanukovych menyatakan, para demonstran antipemerintah telah melampaui batas dengan turun ke jalan-jalan untuk mencoba menggulingkan kekuasaannya. "Para pemimpin oposisi telah mengabaikan prinsip demokrasi bahwa kami meraih kekuasaan lewat pemilihan dan bukan di jalanan... mereka telah melampaui batas dengan menyerukan rakyat untuk mengangkat senjata," cetus Yanukovych seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (19/2).Hal tersebut disampaikan pemimpin Ukraina itu dalam pidatonya di tengah bentrokan berdarah antara aparat polisi dan para demontran di Kiev. "Itu pelanggaran nyata atas hukum dan mereka yang bertanggung jawab akan diadili," tandas Yanukovych. "Tanpa mandat dari rakyat, orang-orang yang dinamakan politisi ini mencoba merebut kekuasaan dengan melanggar konstitusi lewat kekerasan dan pembunuhan," tutur Yanukovych. Jumlah korban tewas akibat bentrokan di lapangan Independence Square, di ibukota Kiev sejauh ini mencapai 25 orang, sedangkan korban luka-luka mencapai dua ratusan orang. Bentrokan antara polisi dengan demonstran yang menuntut pengunduran diri Presiden Viktor Yanukovych, juga diwarnai aksi pembakaran hebat. (Rtr/AFP/R16/h)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

AMPM SU Demo Polda Sumut Diwarnai Bakar Ban dan Blokir Jalan

Headlines

Kejati Sumut dan LPSK Perkuat Komitmen Perlindungan Saksi dan Korban

Headlines

Aliansi Umat Islam Minta Surat Edaran Wali Kota Dijadikan Perda

Headlines

Aliansi Umat Muslim Kota Medan Aksi Damai di Depan Balai Kota Dukung SE Wali Kota Medan

Headlines

Aliansi Umat Islam Kota Medan Tanda Tangani Petisi Dukungan SE Wali Kota

Headlines

Arus Lalu Lintas Ke Kawasan Kantor Wali Kota Medan Ditutup Total