Bayi Tanpa Otak Masih Bertahan Hidup di RSUP H Adam Malik

- Jumat, 21 Februari 2014 08:38 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/02/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Pasangan suami-istri Muhammad Karim Siregar (27) dan Hamni Sihombing (24) boleh jadi salah satu orang tua yang paling tabah di dunia. Pasalnya, di awal tahun 2014 dikaruniai seorang putri cantik di RSU Ivan Husada di Jalan Gatot Subroto No 243 Sentang, Kisaran, Minggu (27/1/2014) pukul 24.00 WIB namun menderita kondisi langka, yakni lahir tanpa otak.Meskipun beberapa dokter sudah memvonis putri pertama mereka yang lahir dengan berat badan 2.200 gram dan panjang badan 50 cm, diberi nama Annisa Faiha Siregar, tidak berumur panjang, bahkan diperkirakan hanya 6 hari, tetapi pasutri itu tetap berupaya seoptimal mungkin agar Annisa tetap bertahan hidup.Salah satu keluarga Annisa, Lina Boru Siregar (40) mengakui umur Annisa yang masih 24 hari sudah dirawat di empat rumah sakit dan pihak rumah sakit (dokter) tetap memvonis Annisa tidak  berumur panjang. Dengan dalih anak mereka menderita penyakit langka dan belum ada penderita penyakit tanpa otak bertahan hidup lama.Kepada SIB, Kamis (20/2/2014) di ruang Rindu B RSUP H Adam Malik, Lina mengakui sebagai adek dari kakek Annisa menceritakan kalau sewaktu Hamni sudah merasa sakit dibawa ke Klinik Tanjung Balai. Tetapi pihak klinik menganjurkan agar dioperasi karena ada kelainan  anak di dalam kandungan Hamni. Kemudian Hamni di rujuk ke RSU Ivan Husada, Kisaran.Setelah Annisa lahir di RSU Ivan Husada dan dibersihkan, kemudian dirujuk ke RSU Katarina, Kisaran selama seminggu. Karena kondisi Annisa dinilai sudah baik maka pihak keluarga membawanya pulang ke rumah orang tuanya. Dirawat seminggu lebih di rumah, kondisi Annisa semakin kurang baik. Badannya terlihat biru-biru."Karena badannya biru-biru, kita bawa RSUD Tanjung Balai. Selama 9 hari Annisa dirawat di sana dokter menyarankan Annisa dirujuk ke RSUP H Adam Malik untuk pengobatan yang lebih bagus," kata Lina seraya mengatakan orang tua Annisa sedang di kampung.Annisa yang dirawat di ruang bayi RSUP H Adam Malik lantai I bergerak dengan normal dan sesekali menangis layaknya seperti bayi-bayi lainnya. "Bayinya bagus dan ketawa. Dokter mengatakan jantung Annisa normal dan BAB juga normal tetapi untuk minum perlu bantuan selang," katanya.Ia mengharapkan meskipun Annisa menderita penyakit langka dan divonis tidak berumur panjang  tetapi pengobatan hendaknya tetap maksimal. "Yang lebih tau medis ya dokter, akan tetapi kita tetap usaha, apa pun ceritanya penyakit  diobati," harap Lina.Menurutnya, kondisi Annisa selama dalam kandungan kurang vitamin. Ditambahkannya, sebelum menikah Himna pernah terkena penyakit tipus.Sementara itu, Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik Sairi M Saragih mengatakan ada menerima pasien bayi dari Tanjung Balai bernama Annisa Faiha Siregar yang tidak memiliki otak. Pihak rumah sakit saat ini sedang melakukan pemeriksaan di Laboratorium dan sekarang kondisi Annisa masih stabil ditangani dokter anak."Sedang ditangani dokter anak, hasil laboratoriumnya kita belum tau kapan keluar. Kita akan memberikan pelayanan prima terhadap pasien," ujar Sairi seraya mengatakan pasien menggunakan JKN Mandiri. (Dik2/c)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan dalam Kardus di Medan Timur

Headlines

Misteri Mayat Orok Bayi di Sungai Tembung, Polisi Lakukan Penyelidikan Mendalam

Headlines

Imunisasi Bayi di Medan Menurun Pasca Pandemi

Headlines

Sutarto Apresiasi Polrestabes Medan Sukses Bongkar Praktik Perdagangan Bayi di Medan

Headlines

Polrestabes Medan Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi Bermodus Adopsi

Headlines

Peduli Gizi Warga Binaan, Lapas Labuhan Ruku Berikan Susu bagi Lansia dan Bayi