Medan(SIB)- Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Wilayah Sumut harus meningkatkan intensitas berupa kegiatan-kegiatan bermanfaat untuk warga Kristen, terutama untuk generasi muda. Gereja menaruh harapan besar kepada PGI sebagai leader untuk memperkokoh kesatuan antar gereja sehingga menjadi pondasi yang kuat dalam pembangunan. Untuk itu PGI diharapkan jangan sampai kering kegiatan."Gereja harus berkumpul, jangan berjalan sendiri-sendiri, untuk itu PGI memanggil gereja-gereja membuat even-even seperti seminar, lokakarya, diskusi, sharing minimal setiap tiga bulan. Mari kita produksi sesuatu yang bermanfaat dan berdaya guna untuk warga Kristen sehingga gereja memiliki nilai tawar yang tinggi dalam pemerintahan," ucap Wakil Pemimpin Umum Harian SIB Ir GM Chandra Panggabean ketika menerima panitia penyelenggara Sidang Majelis Pekerja Lengkap PGI Wilayah Sumut, Jumat (21/2/2014) di Kantor SIB.Ir GM Chandra Panggabean berharap PGI memprogramkan berbagai kegiatan-kegiatan untuk mengumpulkan warga dari seluruh denominasi gereja. Karenanya perlu ada kegiatan rutin agar warga antar gereja kompak dan bersatu. Warga gereja juga punya kerinduan untuk berkumpul. Ia mencontohkan syukuran Tahun Baru PGI di Kantor Pusat Gereja GPP di Medan belum lama ini.Pada acara tersebut hamba-hamba Tuhan dari berbagai denominasi gereja beserta jemaatnya penuh antusias dan suka cita berkumpul bersama. Banyak topik yang perlu dibicarakan untuk menambah pengetahuan warga gereja dan mencari solusi pemecahan permasalahan terhadap apa yang dihadapi gereja selama ini, seperti pengrusakan gereja, penyegelan, pemindahan gereja, tidak memperoleh izin pembangunan dll. "Untuk memecahkan permasalahan ini gereja harus kompak, bersatu padu memperjuangkan kebenaran, tidak jalan sendiri-sendiri," paparnya.Panitia Sidang Majelis Pekerja Lengkap PGI yang datang terdiri dari Ketua Umum JA Ferdinandus, mewakili PGI Pdt Lukas Timoteus, Sekum Panitia Wati Simamora, Bendahara Umum Ayub Bessie dan Seksi Dana Togap Manurung. JA Ferdinandus melaporkan Sidang MPL PGI Sumut bertema "Tuhan itu baik kepada semua orang" (Mazmur 145 : 9a), akan dilaksanakan Selasa-Jumat (4-7/3) di Hotel Danau Toba.Tujuannya, mengimplementasikan keputusan dan mendata gereja-gereja melalui Sidang MPL PGI di Kupang, Nusa Tenggara Timur 23-29 Januari 2013. Kemudian mengoptimalisasi peran PGI sebagai koordinator wilayah untuk gereja-gereja di Sumut dalam upaya mewujudkan cita-cita keesaan Gerekan Oikumene di Indonesia. Menetapkan program kerja tahunan PGI Wilayah Sumut yang merupakan penjabaran dari pokok-pokok Tugas Panggilan Bersama (PTPB) yang sudah ditetapkan pada sidang wilayah dan menetapkan anggaran pendapatan dan belanja tahunan PGIW Sumut.Peserta berjumlah sekitar 150 orang terdiri dari MPH, MP, BPP PGI Sumut, komisi-komisi, Anggota MPL PGI Sumut (pimpinan Gereja), PGI Daerah dan BKAG Kabupaten/Kota, POUK, mitra, tamu dan panitia lokal. JA Ferdinandus juga menyampaikan agar gereja berperan membina PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) terutama di daerah marjinal, minimal bisa menampung 20 anak sehingga pendidikannya lebih dari Sekolah Minggu.Gubsu Enggan Terima Audiensi? Pada silaturahmi itu, JA Ferdinandus mengungkapkan permohonan audiensi juga sudah disampaikan kepada Pemprovsu, panitia sudah menyampaikan surat permohonan kepada Gubsu pada 21 Oktober 2013 lalu. Namun ia sangat mempertanyakan kenapa sampai sekarang balasan surat itu tidak ada. Padahal Sidang PGI tinggal beberapa hari lagi. Mantan Dirut PTPN II ini sudah banyak minta bantuan orang agar panitia bisa bertemu Gubsu H Gatot Pujo Nugroho, tapi tidak ada yang berhasil. Semakin dia pertanyakan lagi, Pemprovsu bahkan belum memberikan pidato Gubsu sesuai permintaan panitia untuk dilampirkan dalam buku panduan Sidang PGI Sumut. "Kami disuruh ke sana kemari, ada yang mengatakan sudah di meja Sekda tapi hasilnya nihil. Kami heran kenapa pelayanan Pemprovsu sekarang jadi seperti ini," ungkapnya. (A14/c)