Jakarta Banjir Lagi

Kusir dan Delman Hanyut Terbawa Arus di Petukangan Selatan

- Senin, 24 Februari 2014 10:05 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/02/hariansib_Kusir-dan-Delman-Hanyut-Terbawa-Arus-di-Petukangan-Selatan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Antara Foto/Rivan Awal Lingga
Banjir : Ratusan rumah warga terendam banjir di kawasan perumahan Priuk Damai, Tanggerang, Banten, Minggu (23/2). Banjir setinggi 3 meter sampai 4 meter yang menenggelamkan kawasan pemukiman tersebut disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi dan melua
Jakarta (SIB)- Banjir yang menggenangi Jakarta sejak Sabtu (22/2) kemarin, menelan 2 orang korban jiwa. Salah satu di antaranya adalah kusir yang menerjang banjir di Komplek Sangrila 2, Petukangan, Jaksel.Salah seorang warga Ary Nugroho, menceritakan bahwa dua orang yang meninggal itu adalah seorang anak bernama Cahaya Adi (11) yang hanyut saat tengah akan memancing dan satu lagi seorang kusir."Cahaya Adi dia awalnya mau mancing, tapi ketika banjir dia terbawa arus sekitar pukul 16.00 WIB. Baru ditemukan warga pukul 17.30 WIB, kemudian dibawa ke rumahnya," kata Ary Nugroho, Minggu (23/2).Satu lagi korban meninggal adalah seorang kusir yang tengah menarik delman bersama seorang penumpang. Kejadian bermula saat sang kusir berusaha untuk menerjang bannjir di komplek Sangrila 2."Posisinya jalannya besar tapi arusnya deras. Kusir sudah dibilangin arus deras, tapi dia tetap jalan akhirnya terbawa arus bersama kudanya," ujarnya.Beruntung, penumpang selamat karena dia bisa melompat dan berenang, namun kusir dan kudanya hanyut terbawa arus banjir sekitar 10 meter ke arah Kali.Ary mengatakan, kusir dan delman terseret ke lokasi rawa yang memiliki kedalaman banjir sekitar 2 meter. Di sisi rawa itu adalah kali selebar sekitar 5 meter yang tak berbatas dengan rawa."Kusir ditemukan lebih cepat, sejak pukul 18.30 WIB ditemukan pukul 18.45 WIB. Lokasi ditemukan sekitar 5 meter dari lokasi hanyut," ucapnya. Sementara kondisi banjir di Sangrila 2 mulai surut. Ary mengatakan baru kali ini banjir di Sangrila memakan korban. Banjir itu tak lain karena lokasi kali yang lebih tinggi dari perumahan.Warga ingin meninggikan tanggul, tapi tidak bisa sepihak karena perumahan di seberang yaitu Ulujami juga harus tinggi. "Itu sudah jadi obrolan ke instansi terkait, tapi kita jadi bingung mau gimana," ucapnya.Kuda Sempat NgamukSeorang kusir delman dilaporkan tewas tenggelam di Pemancingan Perum Shangrila Indah 2, Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jaksel, setelah terbawa arus banjir."Korban bernama Saripundin (30), warga Mampang RT 4/1 Pancoran Mas, Depok," kata Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan AKP Aswin.Korban saat itu sedang menuntun delman melewati pinggiran kolam. Warga sudah memperingati, namun sang kusir tetap melaju terjang banjir. "Tiba-tiba kuda mengamuk dan korban tercebur ke dalam kolam," katanya.Diduga, karena tidak bisa berenang, kusir pun tenggelam. Korban kemudian ditemukan warga dalam kondisi tewas beberapa saat setelah peristiwa itu terjadi.Bekasi Banjir Hingga 2 MeterBanjir di Bekasi terjadi juga di Komplek Kemang, Jati Asih. Banjir akibat meluapnya Kali Bekasi ini mencapai ketinggian hingga 2 meter."Warga yang tinggal di pinggiran kali banjir hampir 2 meter atau sekepala orang dewasa," ucap salah seorang warga yang rumahnya ikut terendam, Ishak Bagas.Menurutnya, banjir mulai masuk sekitar pukul 18.30 WIB. Banjir itu disebabkan juga oleh tanggul yang jebol di Komplek Kemang yang memiliki dua bagian yaitu komplek IFI dan Komplek AL."Warga ada yang mengungsi ke rumah keluarga lain, ada juga yang di lantai 2. Untuk tim SAR belum ada, tapi ada perahu dari Polsek Jati Asih yang dioperasikan karang taruna," ujarnya.Meski demikian, saat ini banjir mulai menunjukkan tanda surut. "Sekarang mulai surut dari pukul 23.00 WIB," lanjut Ishak.Makin Tinggi Capai 60 CmBanjir yang menggenangi perumahan Green Garden dan Jalan Panjang sejak Sabtu (22/2) kemarin, hingga pagi ini belum tampak surut. Air justru meninggi dan saat ini mencapai 60 Cm. Kendaraan tidak bisa melintas di lokasi ini."Banjir di Jalan Panjang persisnya di depan perumahan Green Garden makin tinggi, karena semalam hujan," kata salah seorang warga Sri.Menurutnya, air mulai menggenangi kawasan langganan banjir itu sejak Sabtu (22/2) siang kemarin. Memasuki malam hingga pagi hari air belum tampak surut."Jalan Panjang sekarang sudah sekitar 60 Cm," ujarnya.Akibat tingginya air di depan Perumahan Green Garden tersebut, Jalan Panjang yang menuju Daan Mogot hanya bisa dilalui kendaraan besar. "Motor nggak bisa," ucap Sri.Sementara itu, bantuan dari Tim SAR maupun Basarnas yang biasanya hadir jika banjir menggenangi kawasan Green Garden belum terlihat. (detikcom/d)(bal/rvk)


Tag:

Berita Terkait

Headlines

Advokat Junaedi Divonis Bebas dalam Kasus Dugaan Suap Perkara CPO

Headlines

Marcella Santoso Divonis 14 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Putusan Lepas CPO

Headlines

Advokat Ariyanto Divonis 16 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Putusan CPO

Headlines

PERHAPI: Banjir Garoga Dipicu Hujan Ekstrem, Tambang Jadi Buffer

Headlines

Usut Kasus Suap di Bea Cukai, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Jatim-Jateng

Headlines

Bupati Tapteng Desak Rehabilitasi Sungai Penyebab Banjir