Tanah Karo (SIB)- Sebanyak 30 rumah musnah terbakar dan tiga rumah dirusak untuk menghindari menjalarnya api ke rumah warga yang lain, di Jalan Listrik Atas Lingkungan II Kelurahan Gundaling I Kecamatan Berastagi, Minggu (23/2).Peristiwa itu terjadi pukul 03:00 Wib, tidak ada ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 1,8 miliar. Kasus tersebut masih ditangani aparat Polres Tanah Karo untuk menyelidiki sebab-sebab kebakaran tersebut.Menurut saksi mata Alexander (34), api berasal dari salah satu rumah milik warga dan cepat berkobar menyambar rumah warga yang lain. Petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api disebabkan jalan sempit dan sulit dilalui karena dihuni padat penduduk.Empat unit mobil dikerahkan untuk memadamkan api, dua unit dari pemadam kebakaran dan dua lagi mobil PDAM Tirtanadi pemasok air selainnya pemadaman api dibantu warga dan puluhan personil Polri dan TNI turut ke lokasi untuk memadamkan kobaran api. “Api dapat dipadamkan tiga jam kemudian pada pukul sekitar pukul 6.00 WIB,†ungkapnya.Kapolsek Berastagi Kompol JM Sagala kepada wartawan di ruang kerjanya, Minggu (23/2) mengatakan, terbakarnya 30 rumah kuat dugaan mutlak kelalaian seorang warga. Pasalnya sejumlah saksi mata mengatakan api berasal dari seorang warga Saritua Sagala (53) yang memasak makanan ternak di dapur, lupa mematikan api pemasak makanan ternak. Selain itu tiga rumah terpaksa dirusak guna menghambat menjalarnya api ke pemukiman warga lain.“Peristiwa kebakaran ini masih dalam proses sidik, dibantu 30 personil Sabhara Polres Karo dan sedang melakukan pembersihan lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban jiwa. Namun seorang warga Nurmaida br Situmorang (53) mengalami patah kaki karena melompat dari atas rumahnya yang terbakar,†ungkapnya.Sementara itu Kepala Lingkungan II Listrik Atas Kelurahan Gundaling Berastagi, Ardin Simanjorang merincikan ke-30 rumah yang terbakar masing-masing milik Maad br Manik (53), Janes Sijabat (46), Lajiman Sihaloho (73), Sinta br Manik (60), Edison Sianipar (45), Syawal Nainggolan (35), Darma Aritonang (29) Marhadai Sagala (56), Tumpak Panjaitan (43), Mardin Girsang (55), Ganda Situmorang (60), Tumpal Siboro (40), Simon Karo Sekali (56), Cinta Sitanggang (48), Grispul Sembiring (32), Udin Purba (49), Saritua Sagala (56), Mardingot Siboro (53), Bawoli Goasa (28), Sahat Surbakti (42), Janer Simbolon (48), Brima Barus (35), Ani br Purba (53), Kesmi br Tumorang (24), Juseng Naibaho (40), Kristin Simbolon (29), Antonius Siboro (54), Pardomoan Naibaho (33), Pida br Surbakti (36), Tra Sidabarida (43) dan tiga rumah dirusak untuk menghambat menjalarnya api ke rumah warga yang lain, Kantor Sagala (42), Pinondang Sianturi (38), Sukri Sitepu (38).Sementara rumah yang dirusak untuk mengantisipasi menjalarnya api ke rumah warga masing-masing milik Sukri Sitepu, Saudara Sitanggang dan Pinondang Sianturi.Menurutnya, para korban menginap di rumah keluarga masing-masing. “Polsekta Berastagi berkoordinasi dengan pemerintah setempat telah mendirikan posko pengungsian untuk para korban yang ditampung di Gereja HKI Berastagi. Bantuan logistik sangat dibutuhkan oleh korban,†ungkap Simanjorang.Camat Berastagi Edison Karo-Karo mengungkapkan atas nama Pemkab Karo untuk kebutuhan logistik para korban rumahnya terbakar akan ditanggulangi.Para korban rumah terbakar diwakili Kristo Petrus (39) berharap, bukan hanya bantuan logistik saja yang diperlukan namun bantuan materil untuk mendirikan rumah. “Sebab kami sudah tidak memiliki harta untuk membangun rumah tempat tinggal hanya baju melekat dibadan harta kami satu-satunya yang bisa diselamatkan meski masih ada barang tersisa dapat diselamatkan pastinya barang itu tidak seberapa bila dijual untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk memperbaiki rumah,†katanya.Selain itu,katanya, pemerintah hendaklah memudahkan urusan administrasi surat menyurat warga yang rumahnya terbakar memungkinkan banyak dokumen penting yang terbakar dan harus segera diurus seperti surat Ijazah, IMB, dan lainnya. (B1/f)